Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Malam Itu 3


__ADS_3

Ceasy dan Kabir menyatukan keningnya, memejamkan mata dan membayangkan masa depan bersama. Kabir tersenyum, memandang betapa manisnya wajah istrinya itu.


"Kak berikan ya....." bisik Ceasy.


"Malam ini?" tanya Kabir.


Ceasy mengagguk pelan. Kabir menyentuh kepala Ceasy, berdoa dan meniupkan keubun-ubunnya. Membelai rambut panjang Ceasy, lalu mencium keningnya dengan sangat lembut. Seketika tubuh Ceasy merasa bergetar, jantungnya berdebar sangta kencang, rasa gugup menyelimuti hati mereka berdua.


"Bismillahirrohmanirrohim......." Kabir menggenggam erat tangan Ceasy, mencium bibir mungilnya dan seluruh wajahnya.


"Kak," Bisik Ceasy saat tangan Kabir mulai menyentuh perutnya.


"Kalau belum siap, aku nggak mau maksa!" kata Kabir.

__ADS_1


"Aku siap Kak, tapi aku gugup sekali, ini kali pertama bagiku, bagaimana kalau kita....." Ceasy takut jika ia membuat kesalahan.


"Sttt, ikuti saja arahanku, kita belajar sama-sama ya.


Malam itu masih ramai diluar sana, tetapi di dalam apartemen Kabir merasakan kesunyian, keheingan, dan kesyahduan dua pasangan suami istri bersatu, memadu kasih malam itu. Hanya ada suara khas kegiatan malam pasangan itu. Hal indah mereka bayangkan berdua, setiap detik, setiap menit mereka gunakan sebaik mungkin. Menunggu rahmat Allah menghembuskan nyawa benih yang Kabir tabur.


Alarm subuh hampir berbunyi, dua pasangan bercinta itu belum juga berhenti. Hingga alarm berbunyi, baru mereka memberhentikan permainan itu. Senyuman tulus terurai di bibir Kabir, mencium kening istrinya, lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan sholat subuh.


Setelah sholat subuh, Ceasy melanjutkan tidurnya, begitupun dengan Kabir. Ia memejamkan matanya sebentar, setelah setengah jam, baru ia bangun dan memulai aktivitasnya pergi ke restoran seperti biasa. Bukan semalam bermain terus ya, mereka melakukan dan meneruskan permainan itu tetap menggunakan jeda.


Dering panggilan masuk, Kabir tidak sengaja membawa ponsel Ceasy. Karena terburu-buru jadi Kair tidak memperhatikan jika ponsel yang ia bawa adalah milik Ceasy.


"Ceasy kamu dimana? Kenapa belum juga sampai ke kampus? Aku menunggumu Ceas!"

__ADS_1


"Maaf aku bukan Ceasy!" jawab Kabir.


"Hah? Kak Kabir? Kenapa ponsel Ceasy ada bersamamu? Dimana dia?


"Dia ada dirumah, dia sedang sakit, jenguklah dia, dan bawa ke retso untuk mengantar ponselku ya, tidak ada kelas kan hari ini?" Tanya Kabir.


"Oh ya sudah, nanti aku akan jenguk dia dan mengajak ke resto, hari ini tidak masuk dulu nggak papa kok Kak."


Tidak sengaja, dijalan Kabir bertemu dengan Boona yang sedang jalan sendirian, Kabir pun menawarkan tumpangan kepadanya, karena kebetulan, rumah sakit yang Boona tuju searah dengan resto milik Kabir. Disepanjang perjalanan, banyak yang Boona tanyakan, kabar Aisyah, kabar keluarga, dan juga kabar kejutan semalam yang Kabir berikan untuk Ceasy.


"Bagaimana?" Goda Boona.


"Apa sih bumil? Tidak ada apa-apa yang terjadi diantara kami, diamlah!" Kabir merasa malu jika mengatakan semuanya kepada Boona.

__ADS_1


Canda tawa mereka lontarkan di mobil, sampai di depan rumah sakit, tidak sengaja Siska menemukan melihat keakraban dianatara Kabir dan Boona, lalu memotretnya, dan ingin membuat Ceasy cemburu akan itu. Apakah Ceasy akan cemburu dengan Boona yang sudah seperti kakaknya sendiri?


Siska sangat pintar memilih angel yang tepat untuk memotret mereka berdua, yang seolah-olah sedang bermesra-mesraan. Setelah semua didapat, Siska langsung pergi menemui Ceasy di apartemenya. Untung saja disana sudah ada Tae yang siap untuk menenangkan hati Ceasy.


__ADS_2