Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Lounching


__ADS_3

1 bulan berlalu, kehamilan Ceasy sudah menuju hari persalinannya. Aiang itu, Kabir menemani Ceasy menonton tv, acaranya drama India kesukaan Ceasy, jika sedih Ceasy akan ikut menangis, jika adegan mengesalkan, Ceasy akan marah-matah sendiri.


"Lah, kok di ganti sih? Kan lagi seru tau....." kesal Ceasy.


"Habisnya, dari tadi brisik terus deh!" seru Kabir.


"Ya itu, tinggal nengok ke samping aja malah kebanyakan musiknya, ta ta ta ta ta ta tung tung gitu, padahal tinggal noleh aja, suaminya ada di sebalhnya ishhh," kesal Ceasy.


"Astaghfirullah hal'adzim, Ya Allah, aku mau ke dapur dulu ya, sebentar." Kata Kabir sambil mengecup kepala Ceasy.


Malam telah tiba, karena sudah hamil tua, Ceasy jadi susah untuk istirahat. Sering kali meminta kabir untuk memijat kaki, kadang juga memijat punggungnya. Bahkan, saking rewelnya Ceasy, Kabir suka begadang memastikan Ceasy tidur nyenyak.


Jam 3 Pagi, akhirnya Ceasy tertidur, ini saatnya Kabir untuk istirahat dan merebahkan badanya. Belum juga merebahkan kepalanya, Ceasy sudah mengeluh sakit perut. Kabir kembali duduk dan mengelus-elus perut Ceasy.


"Kok sakitnya beda ya Kak?" rintih Ceasy meringis kecapekan.

__ADS_1


"Lha emang biasanya gimana? Tidur ya, udah aku elus-elus ini." Ucap Kabir sambil menepuk-nepuk tangan Ceasy.


Ceasy pun terlelap lagi, baru saja Kabir ingin rebahan lagi, Ceasy merintih kesakitan dan hendak mau pipis. Kesempatan Kabir untuk memejamkan mata sebentar, baru saja memejamkan matanya, Ceasy berteriak di dalam kamar mandi.


"Darah!! Kak Kabir! Darah!" teriak Ceasy.


Kabir panik, ia segera lari kekamar mandi dan melihat celana dalam Ceasy ada bercak darahnya. Padahal hari perkiraan lahir akan tiba 2 hari lagi, Kabor panik, Ceasy semakin panik. Sambil membawa Ceasy kerumah sakit, Kabir menelfon Jamil dan Yoona.


Mendengar kabar itu, Yoona menjemput Jamil di resto dan segera menuju kerumah sakit, sekitar 4 jam Ceasy dan Kabir masih di dalam, namun belum ada tanda-tanda suara bayi terdengar. Jamil dan Yoona sampai ketiduran di bangku menunggu pasien.


"Kamu tunggu saja disini, biar aku yang beli. Kamu kan belum paham betul, mana makanan halal dan non halal disekitar sini, duduk ya, aku pergi dulu!" Tutur Yoona.


Setelah Yoona pergi,


"Oek...oekk..."

__ADS_1


Suara bayi terdengar setelah jam ke 5 sejak Ceasy merasakan sakitnya bukaan, suara tangisan bayi itu sangat kencang. Jamil sangat penasaran dengan bayi itu, suara nya begitu kencang hingga membuat merdiri bulu romanya.


Sumua suster dan Dokter di dalam ruangan itu tertegun saat Kabir mengumandangkan adzan di bayi laki-laki yang gemuk itu. Kulitnya merah bersih, seperti Ceasy.


"Dia sedang menyanyikan apa?" bisik salah satu suster.


"Entahlah, aku pernah dengar lagu itu saat jalan-jalan di Itaewon. Lihat, sang ibu bayi itu mengenakan kain di kepalanya, aku yakin, pasti mereka orang arab." Tutur suster lainnya.


"Hah, kau ini. Mana ada orang arab, mereka terlihat seperti orang asia seperti kita. Mungkin dari Malaysia, seperti mantan member girl band yang pindah keyakinan itu, Ayyana moon." bisik suster.


"Bukan, kami dari Indonesia, suamiku orang Indonesia, dan aku orang Korea," sahut Ceasy.


"Oooo hehhee"


Tenti saja Ceasy dengar, karena mereka membahas suaminya di samping dirinya. Ceasy juga mengatakan bahwa yang di kumandangkan Kabir bukanlah nyanyian, tetapi adzan. Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan.

__ADS_1


__ADS_2