
"Apa?" tanya Kabir san Ceasy bersamaan.
"Tapi, dua bulan lalu. Saat saya periksa, saya hanya mengalami gangguan hormon saja Dok, malah diberi obat buat bisa datang bulan, hahaha salah ah Dokter ini." kata Ceasy.
"Apa Ceasy bisa melakukan USG Dok? Agar semua yang Dokter katakan itu benar?" tanya Kabir masih belum percaya.
Dokter semakin bingung dengan pasutri ini, bukannya bahagia dan bersujud syukur, ini malah meragukan adanya janin itu. Demi meyakinkan hati pasiennya, dan mengetahui perkembangan kandungan Ceasy, Dokterpun melakukan USG itu.
Nampak jelas bahwa di dalam perut Ceasy ada sesosok malaikat kecil yang akan datang dalam waktu 6 bulan kedepan. Ceasy terharu, bahkan sampai menangis, selama ini ia tak tau jika dirinya mengandung. Jadi, mulai saat itu, Ceasy akan lebih berhati-hati dalam setiap melakukan aktivitasnya.
Berbeda dengan dengan Kabir yang nampak diam tak berkata. Ia hanya melihat di layar monitor dan memperhatikan calon anaknya itu. Sesekali janin itu bergerak dan membuat Kabir bahagia.
Memang bukan hal asing lagi bagi Kabir, karena dulu sewaktu Aisyah hamil, Kabir pernah melihat hasil USG Aisyah juga. Tetapi, ini anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, buah cinta antara Ceasy dan dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai pemeriksaan, Kabir menyetir mobilnya dengan sangat pelan. Mereka berdua saling diam, belum percaya jika akan ada kehidupan baru diantara mereka 6 bulan mendatang.
"Kamu sudah mengambil cuti kan?" tanya Kabir memecah keheningan.
"Iya" jawab Ceasy kaku.
"Acara kita mau gimana? Jika di beritakan kepada keluarga, kehamilanmu baru trimester pertama, belum boleh di kasih tau kemanapun." Ucap Kabir.
"Kak Kabir nggak bahagia? Kita udah mau punya anak loh, dia ada diperutku hihihi lucunya dia, kecil banget," kata Ceasy memandang hasil USG itu.
Mereka masih saling menatap dan kembali melihat hasil USG itu. Dalam hati mereka sangat bahagia, tetapi Kabir masih belum bisa mengekspresikan wajahnya, karena ia masih belum percaya.
"Jadi tadi pagi itu kamu ngidam kah?" Tanya Kabir.
__ADS_1
"Nggak tau, iya kali. Kan aku belum pernah ngidam." Jawab Ceasy masih mengelus-ngelus hasil USG itu.
Kabir menyentuh kepala Ceasy, dengan lembut Kabir mencium kening Ceasy dan mengucapkan terima kasih atas hadiahnya. Kabir juga menyentuh perut Ceasy dan mengelus-elusnya.
"Sehat-sehat disana ya nak, jangan ngidam yang aneh-aneh lagi. Atau itu memang karena yang ngidam mulut Ibumu aja?" Goda Kabir.
"Ih ngono loh, opo seh. Lha wong aku ngertine teko pengen kok," kesal Ceasy merajuk.
"Laillahaillah muhammadarrosulullah, gede ambek yo ngene iki, untung bojoku." Ucap Kabir melanjutkan perjalanannya.
Dikantor, Ae Ri mencari Ceasy kesana kemari. Staf lain mengatakan jika hari ini Ceasy cuti di karenakan sakit. Mendengar Ceasy sakit, Ae Ri langsung menujuke aparteman Kabir. Tetapi, disana Ae Ri tidak berjumpa dengan Kabir dan Ceasy, karena belum pulang.
"Dimana kalian?" tanya Ae Ri panik.
__ADS_1
"Aku dan Kak Kabir sedang keluar Kak. Aku akan pulang siang nanti." Jawab Ceasy.
Mendengar Ceasy baik-baik saja membuat hati Ae Ri menjadi tenang. Ia pun kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu, Kabir dan Ceasy berjalan-jalan sebentar diluar. Mengunjungi beberapa tempat untuk membuat suasana hati Ceasy menjadi baik.