Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Nani Yumna dan sahabatnya.


__ADS_3

Bukan hanya sampai disitu saja, Ceasy juga memberikan bekal untuk Naninya itu, bekalnya juga sangat lengkap. Dan bahkan Ceasy juga memberikan uang tambahan untuknya. Nama Nani itu adalah Hana, ia berusia 18 tahun, kuliah tahun kedua. Membutuhkan perkerjaan, karena orang tuannya baru saja meninggal, ia pun harus berjuang sendiri membayar biaya kuliah dan biaya hidupnya.


"Hana! Makan siang yuk, sebelum kelas, kita harus makan siang dulu! " ajak seorang temannya yang sudah menunggunya di bawah.


"Aku sudah makan siang, bahkan aku membawa bekal, jika tidak keberatan, kau makanlah, sisakan untukku. " jawab Hana.


"Hey, kau bawa bekal dari mana? Dan kau juga sudah makan siang, di mana? " tanya temannya itu.


"Aku makan siang di rumah bayi yang aku asuh, bekal ini juga darinya." jawab Hana.


"Tuan atau Nyonya? Jangan-jangan Tuanmu suka lagi denganmu! " kata temannya itu.


"Mana mungkin, ini yang memberikan adalah Nyonyaku, dia sangat baik. Cepatlah, kereta kita datang. " kata Hana.

__ADS_1


Sahabat Hana terus saja menghasut Hana untuk menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ceasy dan Kabir. Tetapi Hana tidak mau, Ceasy sudah terlalu baik padanya. Ia tidak tega jika harus menghancurkan hubungan rumah tangga orag yang sudah baik kepadanya.


Dilain waktu, Syakir dan Balqis malah sedang berdebat. Mereka sedang berada di Singapura sekarang, keinginan Syakir untuk membawa pulang Sarah di halangi oleh ibu mertuanya.


"Mas, kita harus sabar dulu dong, lagian kedua orangtuaku juga disini nggak ada teman, biarkan Sarah bersama mereka. " ucap Balqis.


"Tapi apa kamu pernah memikirkan perasaan Aminah dan Sarah? Mereka kakak beradik, tapi hidup terpisah, pasti dalam hati mereka juga ingin bermain bersama, saling mengenalkan satu sama lain ke teman-temanya, bahwa mereka kakak beradik. Kamu nggak berfikir seperti itu? " tanya Syakir.


"Tapi Mas, nggak harus saat saat ini juga kan membawa Sarah pulangnya, nanti ada waktunya. Kita tinggal menunggu saja, " jawab Balqis.


Sore hari, Kabir berangkat lagi ke resto. Kali ini, ia harus berjalan kaki dan naik bus, karena di hukum oleh Ceasy. Ia dihukum, sebab berbohong dan membuatnya kehilangan keuntungan dalam rapat besar.


"Haih, kenapa juga hukumannya harus jalan kaki sih, nggak enak juga kalau jalan sendirian kayak gini. " Gumam Kabir.

__ADS_1


Saat Kabir berjalan, tidak sengaja ia bertemu dengan Hana dan sahabatnya. Hana dan sahabatnya sedang menunggu bus, mereka ingin pergi kesuatu tempat yang satu arah dengan Kabir. Sahabat Hana ini paham kepada Kabir, Ia pun ingin menjebak Hana dan Kabir agar bisa duduk bersama di halte bus. Sebenarnya, sahabat Hana ini memang gadis yang tidak baik, belum-belum ini ia sudah menghancurkan rumah tangga orang lain demi keuntungannya sendiri.


"Eh, bukankah itu Tuanmu? Aku pernah melihat dia saat ingin keluar dari apartemen bersama dengan Nyonya mu. " kata sahabat Hana.


"Ah, iya. Kenapa dia di halte? Mau kemana dia? " Gumam Hana.


"Coba kau dekati dia, siapa tau dia ingin pergi kerumah wanita lain, makanya mencari aman tanpa mengendarai mobil sendiri. " Tutur sahabat Hana.


"Jangan berfikiran negativ, mungkin saja mobilnya mogok. " kata Hana.


Sahabat Hana pun menarik tangan Hana dan berdiri di samping Kabir, ia juga menyapa Kabir.


"Ah Hana, kita hari ini mau makan dimana? " tanya Sahabatnya dengan surat agak keras.

__ADS_1


Hana hanya diam saja, bahkan ia memalingkan wajahnya, agar Kabir tidak melihatnya. Kabir menoleh bukan karena mendengar nana Hana, karena sampai saat ini ia tidak tau nama dari Naninya Yumna. Ia menoleh karena suara sahabatnya yang nyaring itu.


__ADS_2