Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Hiburan.


__ADS_3

"Sebentar ya, kalian duduk saja dulu, aku panggilkan Ayah dan Ibu. " kata Hamdan.


"Hahah, lihat anak ini. Baru 60 hari di sini, bahasa hangul nya medok Jawa hahahaa" tawa Zoe.


Plakkkk!.


Tamparan jos dari Tae untuk Zoe. Seketika nampak lucu wajah nya, pipinya memerah bekas gambar tangan Tae. Yang keluar malah Leah, langsung saja mereka diajak sarapan bersama dengannya.


Percakapan bahasa Inggris, hanya Zoe yang tidak mengerti. Ia hanya pling plongo saja, sambil menikmati makanannya. Ia bahkan memasang muka masam.


"Ada apa denganmu nak? Kenapa kamu nampak bahagia? " tanya Ruchan kepada Zoe.


"Hah?"..


" Emm maaf Tuan, teman kami ini tidak bisa berbahas Inggris, " sahut Arnold.

__ADS_1


"Panggil saja Abi, biar enak. Tapi sayang, Abi ndak bisa bahasa Korea e, yo wis, Abi ke pesantren dulu ya, mau ngajar. Assallamuallaikum, “ pamit Ruchan tergesa-gesa.


Selesai sarapan, mereka bertiga dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum jalan-jalan. Melihat Kabir baik-baik saja, Arnold menjadi lega, ia menjadi mantap jika harus menikahi wanita pilihan orangtuanya.


" Kabir, aku bahagia melihatmu sehat bugar seperti ini, aku lega sekali. " kata Arnold menyentuh bahu Kabir.


"Sopo sih? Bahasanya pakai bahasa Inggris aja lah, aku ndak bisa bahas Korea! " jawab Kabir.


Arnold, Tae dan Zoe langsung saling bertatapan. Mereka belum tahu jika Kabir mengalami hilang ingatan sementara. Ceasy juga memperkenalkan tamu Korea mereka kepada Kabir satu persatu. Mudeng atau enggak, Kabir cukup mengangguk-angguk saja.


"Lah, kalian mau kemana? " tanya Leah.


"Ini Amma, kami mau jalan-jalan dulu, lusa kami harus sudah kembali lagi, karena masih ada pekerjaan. " jawab Tae.


"Yo wis biar diantara sama anak Mama saja bagaimana? " tanya Leah.

__ADS_1


"Wew, anak Mama yang mana dulu nih? Aku masih pengen main sama anak-anak dadakan aku, hehe" sahut Kabir.


"Emang anak Mama kami doang? Ehhe, kamu siapa, kamu siapa! Mama tinggal dulu ya, Assalamu'alaikum, " kata Leah keluar dari pintu dapur belakang.


Mereka pun akhirnya jalan-jalan di temani molek Kabir dan Syakir, anak-anak juga ikut kecuali Ceasy. Saat dijalan, mereka bertemu dengan Jamil dan Yoona, semakin seru saja, karena Jamil mengajak mereka untuk mampir ke warung makannya.


Bahkan, harus berikutnya, Jamil dan Yoona juga mengantar tamu Koreanya sampai Bandara. Arnold sebelumnya juga sudah bilang kepada Ceasy untuk datang keacara pernikahannya dengan pilihan saat orangtuanya di Singapura.


"Kenapa nggak di Korea? Kalau di Singapura aku nggak janji bisa datang. " kata Ceasy.


"Doakan saja sudah cukup Ceasy, semoga perjuanganmu membuat Kabir ingat kembali, segera di terlaksana ya, aku berdoa semua yang terbaik untukmu. " kata Arnold saat ingin pamit waktu itu.


Cinta itu masih ada didalam hati Arnold untuk Ceasy, ia ingin menjadi pengganti Kabir saat Kabir dinyatakan meninggal beberapa hari lalu. Namun, mendengar Kabir bangkit kembali, ia juga tidak merasa sedih sama sekali. Orang yang dicintainya sudah ada yang menjaganya kembali. Kini ia tidak akan ragu lagi, untuk melangkah ke depan bersama pilihan orangtuanya.


Walaupun sebenarnya sakit cinta bertepuk sebelah tangan, namun ia bahagia jika Gu, Hamdan dan Baby Yumna tidak menjadi Yatim lagi. Cinta memang tidak harus saling memiliki, cukup melihat orang yang kita cintai itu bahagia, kita harusnya ikut bahagia.

__ADS_1


__ADS_2