Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Berita Duka.


__ADS_3

Malam itu, Syakir meminta izin untuk mengajak Balqis jalan-jalan keluar. Ini bukan kali pertama Balqis ke Korea, dulu waktu masih menjadi anak nakal, Balqis juga sering tour keluar negri, berbeda dengan almarhumah Zulaikha yang hanyalah gadis biasa dari pesantren dan tinggal di desa.


"Ini cuacanya lagi bagus nih, dua sampai tiga minggu lagi pasti turun salju, Mas, kita jalan-jalan yuk!" Ajak Balqis.


"Kalian nggak mau menikmati malam bersama kami?" Tanya Kabir.


"Ya bener tuh, besok aja," Syakir masih polos.


"Haih, aku maunya sekarang Mas, ayolah. Sudah lama aku tidak kesini, ayo, ayo, ayo," beberapa kali Balqis memberi kode dengan mencolek telapak tangan Syakir menggunakan jarinya.


Setelah beberapa kali colekan, baru Syakir maksut dengan apa yang Balqis kode kan. Syakir mengatakan bahwa dirinya dan Balqis akan di Korea selama empat hari kedepan, jadi masih ada waktu untuk mengobrol bersama.


Mau bagaimana lagi, Kabir pribadi juga ada yang ingin ia tanyakan mengenai surat jalan milik Ceasy siang itu. Kabir pun mengizinkan Syakir untuk menemani Balqis jalan-jalan.


"Eits, mau kemana Ceasy, ayo ikut!" tangan Kabir menahan kerah baju Ceasy yang hendak kabur.


Dibawanya Ceasy ke tempat tidur, lalu Kabir mengambil surat jalan itu dengan sedikit kesal. Ceasy menundukkan kepalanya. Melihat itu, Kabir menyentuh dagu Ceasy, dan mengangkatnya secara perlahan.


"Ada apa Ceasy? Katakan, kenapa kamu jadi murung seperti ini?" Tanya Kabir.


Tiba-tiba Ceasy memeluk Kabir,

__ADS_1


"Lusa, aku harus ke Singapura dengan desainer ternama disini Kak, tapi aku bingung,"


"Kak Kabir aku tinggal sendirian, sedangkan aku juga ingin berada disamping Kak Kabir sampai Kak Kabir sembuh, tapi surat itu... help me" Nada bicara Ceasy yang manja membuat Kabir gemas, ia menurunkan kerah Ceasy lalu membuka sedikit baju di bahu Ceasy, dan mengigit bahu nya.


"Aw," jerit manja Ceasy.


"Ya itu bagus dong, kamu pergi aja. Aku ada Syakir disini, dan dua hari lagi, Jamil dan Yoona juga akan balik ke Korea, apa yang kamu khawatirkan? Masalah kebersamaan? Setelah kamu pulang dari Singapura, kamu akan mendapat waktu lebih banyak bersamaku, bukan kah dua minggu di hari itu kau ulang tahun? Apapun keinginanmu, aku akan usahakan memberikannya untukmu," hibur Kabir.


"So sweet, kenapa Kak Kabir begitu manis? Apapun yang kuminta Kak Kabir mau kasih?" Ceasy masih belum percaya.


"Apapun itu, asal kamu bisa mendapat nilai bagus di kelulusan nanti," Kata Kabir.


"Jika aku minta anak?" Tanya Ceasy.


Ceasy pun memeluknya, ia sangat bahagia. Ceasy menjadi semangat untuk mengikuti perjalanan ke Singapura itu. Dan Ceasy juga berjanji kepada dirinya sendiri, jika dia ingin melakukan apa aja untuk membuat Kabir bangga padanya.


"Kamu pernah kesini Mas?" Tanya Balqis.


"Kabir dan Abang yang pernah kesini, aku belum pernah. Kamu sudah berapa kali kesini?" kata Syakir menggenggam tangan Balqis.


"Emm berkali-kali hehe tapi aku nggak mau ingat itu," tutur Balqis.

__ADS_1


Ada rahasia yang belum mampu Balqis katakan kepada Syakir, tetapi Syakir tidak ingin memaksa itu. Syakir pun merangkul Balqis dan mengajaknya keliling lagi.


-_-_-


Pagi ini, Ceasy ketiduran setelah sholat subuh sampai kesiangan. Melihat Kabir sudah tidak ada disampingnya, Ceasy langsung berlari keluar. Kabir sedang bersama dengan Syakir dan Balqis.


"Wuiih tuan putri kita baru bangun, mandi dulu, terus segera sarapan ya," Balqis dan Ceasy ini usianya tidak jauh-jauh sekali. Tapi Balqis mampu bersikap lebih dewasa dari pada Ceasy.


Tae datang, dan berkenalan dengan Syakir dan Balqis, mereka juga banyak berbincang. Bahkan Kabir juga mengizinkan Tae mengajak Ceasy untuk perjalanan belajarnya ke Singapura.


"Beneran Kak? Kak Kabir izinkan? Tapi bagaimana dengan Kak Kabir disini? Kaki Kakak kan........" Tae menunjuk kaki Kabir.


"Ada saudara-saudaraku, kamu tenangkan fikiran Ceasy saja disana ya. Buat dia fokus belajar, jangan terus-terusan mikirin yang belum terjadi!" Seru Kabir.


"Hehe siap kak!" Kata Tae semangat.


Balqis memanggil Ceasy sekali lagi dan meminta Tae untuk sarapan bersama. Sarapan dengan nasi sudah biasa di keluarga Ceasy, tetapi Tae? Dia tidak biasa makan nasi di pagi hari, akhirnya Balqis menyiapkan roti untuk Tae.


Waktu sudah semakin siang, Tae dan Ceasy bergegas ke kampus. Saat mereka berdua masuk ke kelas, dimading banyak kerumuhan mahasisawa yang sangat ricuh. Tae dan Ceasy yang penasaran pun menedekat ke mading, bertanya dengan beberapa mahasisaa lain, tetapi tidak ada yang menjawab satu orangpun.


Kaget, sedih dan tidak menduga. Nama Yeong berada di papan itu, di bawah nama Yeong juga ada tanggal lahir dan tanggal meninggalnya. Ceasy dan Tae sangat terkejut, baru kemarin Yeong meminta maaf kepada Ceasy.

__ADS_1


Dengar cerita, Yeong mengalami depresi dan trauma berat dengan masalah keluargannya. Lalu, ia mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara yang tidak asing di dunia mengakhiri diri (gantung diri). Tidak ada yang menyangka jika Yeong bisa depresi, karena selama ini, ia dikenala dengan sifat dan watak yang ceria, cerdas, walaupun sedikit arogan.


__ADS_2