Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Canggung.


__ADS_3

Semua berkas Kabir kembali seperti semula, Ceasy mengurusnya dibantu oleh Clara. Tapi persaudaraan mereka begitu kuat, saling kompak dan saling mendukung satu sama lain.


Tak terasa Kabir sudah sembuh, ia sembuh lebih cepat sebelum acara pemberian nama bagi putri kecilnya itu. Sampai di pesantren, Kabir langsung di sambut dengan meriah. Malam itu diadakan aqiqahan, dan juga slametan bagi kesehatan Kabir yang sebelumnya mengalami mati suri.


"Ini beneran ini,? " tanya Kabir bingung.


"Beneran apa? " sahut Akbar.


"Aku nikah sama Ceasy, adikku sendiri? dan ketiga anak itu anak aku? Subur banget aku, kalian baru punya dua aku udah tiga aja, mana yang sulung seganteng itu, ahh aku ragu! " kata Kabir menutupi wajahnya.


"Ra usah kakean polah! Nikmati saja alurnya adikku yang comel. " goda Akbar.


Acara berlangsung lancar, ketika menggendong putri kecilnya, tak ada penolakan juga dalam hatinya. Malah ia nyaman saat menggendong putri kecilnya itu.

__ADS_1


"Yumna Shaquille" nama bayi perempuan itu. Itu yang di berikan oleh Gu dan Hamdan.


Baby Yumna tersenyum kepada Kabir, membuat hatinya menjadi sejuk. Ia mengelus-elus pipi mulus Baby Yumna, menciumnya dan terus memandangnya.


"Hehehe kok irunge pesek ngene yooo, hahaha" kata Kabir.


Melihat sifat Kabir yang seperti dulu membuat Ceasy bahagia. Ia tak lagi dingin, pendiam dan cuek lagi terhadapnya. Gu dan Hamdan pun mendekati Kabir dan berada di antara kanan kiri Kabir.


"Aku pasti akan mengingat kalian berdua lagi, pasti! Kalian bantu Ayah ya, hahaha lucunya aku, tiba-tiba punya anak tiga hehehe haaaah" ucap Kabir mengelus dadanya.


"Ntar aku absen dulu. Yusuf, Aminah, Sarah, Mayshita, Falih, Mawar, Hamdan, dedek bayi Yumna, dan adik baruku yang ganteng ini Gu, hahaha Gu siapa sih? Ahh gantengnya, mulus bangeet pipinya, jadi pengen gigit deh." Ucap Airy.


Eheemmmm...

__ADS_1


Adam mengeluarkan suaranya. Seketika Airy lupa jika dirinya sudah menjadi istri orang, dan suaminya ada di samping dirinya. Puas bermain dan sesi tanya jawab dengan seluruh keluarga, akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing. Kecuali Kabir dan Ceasy, mereka sementara akan tinggal di rumah Ruchan dan Leah lagi.


"Ahh sepi ya Bi, kalau ada anak-anak dan semua cucu ngumpul rame banget, apa lagi Airy dan Adam, bikin gemes deh. " Tutur Leah.


"Waktu Ma, hukum alam kan gitu, mereka sudah memiliki keluarga masing-masing Hayuk ah istirahat, Abi udah capek, dan iya. Jangan ganggu Kabir dan Ceasy lagi hehehe bawa Gu dan Hamdan ke kamar Kabir yang lama, si kecil Yumna tidur sama kita. Mereka biar berdua di kamar Ceasy dulu hihihi, " usul Ruchan.


Dikamar berdua!


Ceasy terus menatap Kabir, hingga Kabir merasa tidak nyaman. Tetapi, mendengar Ceasy adalah istrinya, Kabir merasa senang Jadi dalam fikirannya, ia tidak harus menepati janji menikahi Nisa. (Dia belum tau tentang Nisa ya kakak).


"Kenapa natap aku gitu? Eh tau nggak, aku jadi bingung nih, bagaimana aku melamar mu dulu, kok bisa kita menikah? " tanya Kabir, merapatkan telapak tangannya di pipinya.


Kabir yang Ceasy inginkan adalah seperti itu, ia senang sekali mereka bisa harmonis seperti itu. Bahkan, jika Ceasy harus mengulang mengejar cinta Kabir lagi, Ceasy tidak keberatan sama sekali.

__ADS_1


Kakak Kakak, Assalamu'alaikum 🤣🤣😂...


Mau ketawa boleh, aku baca komentar kalian mengenai Kabir mati suri itu loh, benar-benar tak terduga di otakku bikin kisah itu. Narasumberku, bahkan sampai ngakak membacanya. Terima kasih sudah setia mendukung karyaku ya kakak kakak, aku sayang kalian muah muahh. Wassalammualaikum. ✌


__ADS_2