Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Malam Itu 2


__ADS_3

Memberikan kesempatan apa yang Ceasy ingin, Kabir akan memberikan hak itu kepada Ceasy. Dengan mengumpulkan penuh keberanian Kabir ingin hubungan mereka layaknya suami istri pada umumnya.


"Baiklah, sekarang kamu mau nya bagaimana?" tanya Kabir lembut.


"Aku ingin itu," jawab Ceasy.


"Kamu maunya kapan?" tanya Kabir.


"Malam ini!" jawab Ceasy.


Kabir menundukkan kepalanya, sebenarnya ia masih belum siap, menyentuh orang yang tumbuh besar di hadapannya tidaklah mudah baginya.


"Aku sudah lulus ujian itu, aku hanya tinggal sidang dan segera lulus, tolong beri hadiah ulang tahun juga yang itu. Beri aku kesempatan bagaimana rasanya menikmati surga dunia bersamamu Kak," tutur Ceasy.


"Dari mana kamu mendapat kata-kata itu?" tanya Kabir memecah keromantisan yang sudah di buat Ceasy.


"Ambyar, Ambyar. Aku udah nyiapin kata-kata itu sejak di Singapura, eh malah diragukan. Ya itu tulus dari.dalam hatiku lah Kak. Emmm tunggu, apa jangan-jangan, janda sebelah menggodamu, jadi....." kata Ceasy mulai curiga.

__ADS_1


Tuk...


Kabir mengetuk kening Ceasy.


"Jangan berfikiran yang aneh-aneh deh, kalau aku laki-laki seperti itu, aku juga pasti sudah menerkammu." ucap Kabir.


"Tapi Kak, sebaik-baiknya laki-laki, sependiam atau sepolosnya dia, dia bisa menjadi binatang buas di depan mangsanya, Kak Kabir pasti juga mau kan di kasih daging mungil seperti aku ini?" goda Ceasy.


"Makan saja makananmu, setelah ini kita lanjut tidur saja. Besok aku mau ke resto lebih awal," kata Kabir mengalihkan pembicaraan.


"Mau kemana?" tanya Kabir.


"Tunggu! Jangan tidur, jangan tidur dulu Ok!" kata Ceasy masuk ke kamar mandi.


Sekitar tujuh menitan, Ceasy sudah keluar dari kamar mandi, ternyata Kabir sudah sangat menunggunya. Melihat Ceasy berpakaian gaun malam itu, membuat Kabir menjadi sedikit grogi. Dengan nakalnya, Ceasy duduk di depan Kabir dan menggodanya.


"Bagaimana? Mau malam ini?" Tanya Ceasy.

__ADS_1


"Kamu nggak capek? Perjalananmu jauh loh Ceas, dan apa ini? Haruskah menggunakan gaun seperti ini?" Kabir mengalihkan pandangannya.


Tiba-tiba Ceasy menangis dan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


"Loh, Ceasy, kamu kenapa nangis sih? Ceasy, buka.dulu dong selimutnya." Kata Kabir mencoba membujuk Ceasy.


"Bagaimana aku harus menyenangkan hatimu Kak. Aku mengenakan gaun ini, agar kau tergoda, lalu kita bisa melakukan itu. Hampir lima bulan pernikahan, dan itu sudah tidak wajar lagi Kak, kau belum menjadikanku istrimu yang sebenarnya, aku kecewa!" Ceasy menangis tiada henti.


"Ceasy, bukan itu maksutku, buka dulu selimutnya, kita bicara baik-baik ok? Tanpa air kata, duduk dulu, tutupi tubuhmu menggunakan selimut, tapi jangan sampai ke.kepala," Kabir berusaha membujuk Ceasy dan mendudukannya.


Kabir mengelap air mata Ceasy, merapikan rambutnya dan memeluk Ceasy saat itu, dengan penuh kelembutan. Ia juga membisikan kata-kata yang membuat hati Ceasy luluh lagi.


"Aku sangat mencintaimu, aku sulit untukmenahan nafsuku jika kamu berpakaian seperti ini, tapi aku suka. Mau apapun yang kamu kenakan, aku bisa saja membangunkan gairahku Ceasy, lain kali, jangan pakai gaun ini ya, walaupun hanya di depan suamimu, tapi ingat? Masih ada dunia lain yang bisa melihatmu seperti ini," bisik Kabir.


Ceasy baru sadar akan hal itu, ia pun ingin segera berganti pakaian. Tetapi, Kabir manahannya, di pelukannya. Kabir tidak ingin Ceasy pergi, itu membuat Ceasy bahagia, sangat bahagia.


Next ena-enanya atau nanti yaa... kan udah nggak puasa, boleh dong.....

__ADS_1


__ADS_2