Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Mendengarkan Kisah...


__ADS_3

"Kok senyum-senyum gitu sih? Aku tanya beneran loh, bagaimana bisa kita menikah, dan bagaimana cara aku melamar mu hahaha aku bkan tipe laki-laki romantis, aku yakin aku payah deh. " kata Kabir.


"Entah kenapa, aku lebih suka sama Mas Kabir yang begini. " jawab Ceasy penuh tatapan mesra.


"Memangnya, selama ini, aku memperlakukanmu dengan buruk kah? " tanya Kabir.


Ceasy menggelengkan kepalanya.


"Kau hanya berubah sedikit, setelah Kak Nisa meninggal. Saat itu, seketika kau berubah seperti orang lain bagiku." Kata Ceasy.


"Sek kosek, aku berubah? koyo powerbank? Eh power rangers? " lawak Kabir.


"Tapi serius, Nisa meninggal?" tanya nya.


Ceasy memulai cerita lama itu, bagaimana Nisa bisa meninggal, dan amanah terakhir Nisa kepada Kabir, pernikahan Nisa dan Kabir, semua diungkap oleh Ceasy. Dengan air mata yang deras, Ceasy berusaha menguatkan diri, bagaimana ia mengejar cinta Kabir saat di Korea, berseteru dengan Siska. Bahkan sampai bertemu dengan sang Kakak dan kepergian Kakak nya untuk selamanya.


Identitas Gu juga diceritakan, bagaimana Hamdan hilang dan kembali, semua ia ceritakan. Kabir tidak tau harus bagaimana, ia merasa sakit dan sesak dihatinya, walaupun ia belum ingat semuanya.

__ADS_1


"Jadi Gu itu anak dari Kakakmu? Emm, aku ingin mengingat semuanya." kata Kabir kecewa.


"Tapi tenang saja, Gu itu ganteng, cocok jadi anakku hahahah. Opo neh Hamdan, wahh cocok, yo wis njo merem! " ajak Kabir.


"Sek kosek, Mas Kabir ndak jadi denger cerita tentang bagaimana Mas nglamar aku? " tanya Ceasy.


"Wahahaha isin aku, sudah jelas pasti memalukan, besok lagi aja yaaa.. Aku ngantuk, kakiku juga tiba-tiba pegel nih yang bekas jahitan." kata Kabir menggerak-gerakkan kakinya.


Saat Ceasy memeluk tubuh Kabir, Kabir tidak menolak seperti sebelumnya. Karena, eh karena..... sejak Ceasy masih sekolah menengah pertama, Kabir pernah mengatakan jika dirinya menyukai Ceasy kepada Jamil.


"Kok belum merem?" tanya Ceasy.


"Emm aku masih bingung saja, dulu Nisa itu sudah sembuh penyakitnya. Kenapa dia bisa meninggal ya? Dan bagaimana kamu akrab dengannya? Ahh kepalaku jadi sakit deh," jawab Kabir.


Ceasy meminta Kabir untuk tidak memaksakan ingatannya untuk mengingat. Ia meminta Kabir untuk istirahat yang cukup, agar esoknya bisa kembali fresh.


Dikamar lain, Gu dan Hamdan masih terjaga. Mereka masih belum tenang jika Kabir belum juga kembali ingatannya.

__ADS_1


"Hyung," panggil Hamdan.


"emmm"


"Sudah tidur? " tanya Hamdan.


"Belum, kenapa? " tanya Gu kembali.


"Apakah Ayah akan mengingat kita? Aku sedih jika terus berlama-lama seperti ini. Aku rindu Ayah yang dulu, " kata Hamdan.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk Ayah. Tidurlah, besok kita akan berjuang lagi kan? Sini Hyung tepuk-tepuk lenganmu." kata Gu.


Walaupun mereka belum bisa terlelap, tetapi mereka tetap mencoba untuk tidur. Mereka harus masih berjuang untuk mengembalikan ingatan Ayahnya.


Tengah malam, Kabir terbangun, ia menatap wajah Ceasy. Lalu membuka ponselnya, siapa tau saja ia mendapatkan petunjuk agar bisa mengingat semuanya.


Beberapa foto di ponselnya sudah membuktikan, bahwa mereka adalah suami istri. Dari foto di kamar, foto berdua, foto bersama Gu, dan foto saat Kabir menggendong Hamdan. Walaupun, setelah itu Kabir dan Ceasy harus kehilangan Hamdan.

__ADS_1


__ADS_2