Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Teror 2.


__ADS_3

"Apa artinya Yoon, moto ku kriting moco iku?" tanya Jamil.


"Siapa yang kau singgung Ceasy? Kenapa dia berkata seperti ini?" tanya Yoona dengan membentak Ceasy.


Ceasy mencengkram erat lengan Kabir.


"Yoona! Kenapa kamu semarah itu sih, apa isi surat itu?" tanya Kabir.


"Artinya, AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKANMU BAHAGIA!, dan disini ada nama Ceasy, berarti untuknya kan!" Tegas Yoona.


"Aku tau itu dari siapa, Ceasy, sudah saatnya kamu pulang ke Jogja, dan mencari pekerjaan disana, biar aku yang mengurus orang ini!" kata Kabir.


Tapi Yoona menyarankan untuk Ceasy tetap di Korea dan disamping Kabir, walau itu tidak selama 24 jam. Akan lebih aman jika Ceasy di Korea, jika sudah dendam, dimanapun orang itu berada, yang jahat akan selalu mengikutinya.


Karena tidak ingin terlalu membuat Kabir panik, Ceasy tetap ingin pergi interview dan segera pulang bersama dengan Tae secepat mungkin, dan tidak akan meninggalkan keramaian.


Untuk memastikan bahwa Ceasy bertemu dengan Tae, Kabir, Jamil dan Yoona mengantarkan Ceasy dimana ia akan bertemu dengan Tae.

__ADS_1


"Mana Tae?" tanya Kabir.


"Katanya sebentar lagi sampai Kak." Jawab Ceasy.


Ada pesan masuk dari seseorang yang tidak Ceasy kenal. Berisikan ancaman lagi, dan Ceasy tidak ingin membuat Kabir khawatir, akhirnya ia mengabaikan pesan itu.


"가능한 한 멀리 가십시오 (ganeunghan han meolli gasibsio)" Isi pesan tersebut.


Tidak lama setelah itu, datanglah Tae dan satu teman perempuannya, dan tak lain itu adalah teman masa kecil Ceasy yang sering membantunya dulu saat mereka tinggal di dinas sosial.


Dengan senyuman palsu, Ceasy mengantarkan Kabir ke mobilnya, lalu mencium tangan Kabir, selayaknya suami istri. Ceasy berjalan mendekat ke arah Tae dan Zoe, teman satunya, Ceasy memasang wajah muram dan bersandar di bahu Tae.


"Hai Ceasy? Apa kabar?" tanya Zoe.


"Kabar baik," jawab Ceasy memberikan ponselnya kepada dua temannya itu.


Membaca pesan itu, Tae dan Zoe terkejut. Arti dari pesan itu adalah "PERGI SEJAUH MUNGKIN". Namun, saat Ceasy mulai bercerita, waktu mengingatkan jika mereka harus segera pergi untuk interview.

__ADS_1


Disisi lain, Leah merasa tidak enak dengan perasaannya. Ia merasa jika akan ada sesuatu terjadi yang buruk menimpa keluarganya. Karena Aisyah, Akbar, dan Syakir baik-baik saja, Leah mencoba untuk menghubungi Kabir dan Ceasy.


"Bagaimana Ma?" tanya Ruchan.


"Nggak ada jawaban dari Ceasy, kalau Kabir malah nggak bisa dihubungi Bi," jawab Leah.


"Mungkin mereka sedang sibuk, Lillahita'ala aja Ma, semua pasti akan baik-baik saja." Ruchan terus berusaha membuat hati Leah tenang.


Interview berjalan dengan lancar, mereka bertiga di terima kerja di perusahan itu, dan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Tae berniat mengajak Ceasy dan Zoe makan-makan dengan merayakan lolosnya mereka dalam interview.


Tetapi, Ceasy masih takut jika teror itu datang lagi, Ceasy mengajak Tae dan Zoe ke apartemenya, dan mengajak mereka merayakan di apartemenya.


"Oh iya, kau berhutang penjelasan kepada kami Ceas," kata Zoe.


"Penjelasan apa?" tanya Ceasy.


"Aigoo, penjelasan tentang pesan itu tadi sayang," kata Tae merangkul Ceasy.

__ADS_1


Semua sudah di jelaskan oleh Ceasy, dan sesai dengan pemikiran Tae, bahwa teror itu dari rekan Siska, yang membantunya, karena Siska sakit hati tidak bisa mendapatkan Kabir. Tae memberitahu akan teror itu kepada Arnold, dan meminta Arnold untuk menyelidikinya.


Arnold tidak jadi masuk penjara, karena Kabir dan Ceasy tidak memperpanjang masalah yang sudah lalu diantara mereka. Malah, beberapa hari ini, Arnold menjadi suplayer di restoran cabang milik Kabir sendiri.


__ADS_2