
Malam itu saat Kabir pulang, ia melihat Ceasy sudah tertidur di sofa. Alasan Kabir pulang malam karena, ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya keluar kota. Dengan waktu cepat, ia harus mengechek barang yang akan ia beli untuk kebutuhan restonya.
"Ceasy, Assallamualaikum, bangun dong, yuk pindah ke kamar. Ceasy, Ces?" Kata Kabir membangunkan Ceasy.
Karena Ceasy tak kunjung bangun, Kabir pun menggendong Ceasy ke kamar. Lalu menyelimuti tubuh Ceasy, sementara itu, Kabir ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi, Kabir bersiap untuk sholat isyak dan setelah itu ia juga langsung tidur di samping Ceasy.
Alarm subuh bunyi, Ceasy bergegas ke dapur dan memasak sarapan untuk mereka berdua. Hari itu Ceasy sangat bahagia, karena Kabir mau menyusulnya untuk liburan.
"Aduh-aduh yang semangat mau liburan sampai lupa subuhan nih. Sholat subuh dulu dong, jama'ah yuk" Ajak Kabir.
Setelah sholat subuh, Kabir membantu Ceasy masak, mereka juga makan berdua. Setelah itu, Kabir langsung bergegas ke resto dengan Yoona agar kesibukannya cepat usai dan bisa menyusul Ceasy dengan cepat.
"Yakin nih nggak mau aku antar?" Tanya Kabir.
"Kepagian lah Kak, kan masih siangan nanti. Kak Kabir kerja aja nggak papa, jangan lupa nanti nyusul ya" Kata Ceast dengan sedikit manja.
"Kalau begitu aku berangkat dulu ya, Assallamualaikum" Salam Kabir, tidak lupa Ceasy mencium tangan Kabir.
Ada rasa yang janggal ketika Kabir berangkat. Namun, ia tidak rasakan, karena pasti Ceasy akan baik-baik saja. Dirumah, Ceasy juga beberes rumah dengan riang gembira, bahkan sambil bersholawat bahagia.
"Nanti Kak Kabir mau menyusul, aaa senengnya aku. Nggak sabar deh mau bermesraan berdua di dalam kamar villa gitu hehehe" Kata Ceasy memeluk baju kotor Kabir.
Jam sudah menunjukan pukul 12, karena perjalanan agak jauh, Ceasy memutuskan untuk sholat dzuhur dulu. Ia takut jika dijalan nanti mereka tidak turun dan dirinya takut meninggalkan sholatnya.
Ting.. Tong...
Suara bel pintu berbunyi, teman-teman Ceasy sudah datang menjemputnya. Mereka membewakan bekal dan barang yang dibawa oleh Ceasy.
"Dimana dia?" Tanya Tae.
"Ada, dia lagi kerja, jadi dia mau nyusul gitu, aku seneng deh" Kata Ceasy.
__ADS_1
"Tenang saja, jika dia menyusul ya bagus, kalau tidak kan masih ada Arnold" Kata Tae.
"Emm, kalau dia nggak nyusul, aku pulang aja. Aku mana mungkin mau berduaan dengan lelaki lain, dosa kalau menurut imanku" Kata Ceasy.
"Baiklah, terserah kamu. Kak Arnold, bawa ini!" Kata Tae kepada Arnold.
Didalam minibus itu ada 8 orang, empat diantaranya juga sahabat mereka di kampus, sedangkan empat orang lagi ada Ceasy, Tae, Arnold dan Yeong. Yeong terus saja menempel kepada Arnold, ia takut jika Arnold akan di rebut oleh Ceasy.
"Kamu ngantuk Ceasy? Kalau mau tidur, sini di dekatku" Kata Arnold.
"Emm enggak kok Kak, kalau aku ngantuk, aku akan tidur dibahu Tae aja. Bolehkan?" Tanya Ceasy.
Tae tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Ceasy, terlihat Yeong tidak menyukai keberadaan Ceasy disana, ia sering kali mencoba untuk bermesraan dengan Arnold, namun Arnold selalu tidak mersponnya.
Sekitar 4 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju. Villa yang mereka pesan juga sudah di siapkan oleh pengurusnya. Mereka juga memilih salah satu kamar yang akan mereka gunakan untuk beristirahat. Karena Tae dan Arnold mengistimewakan Ceasy, maka Ceasy bisa bebas memilih kamar yang ia inginkan.
-_-_-_
"Emm, Kak Kabir belum ada kabar, aku telfon nggak ya? Tapi di sini sinyalnya susah bangete, koyo keong gowo omahe" Gumam Ceasy.
"Assallamualaikum, ada apa Ceasy? Kamu udah sampai? Sepertinya aku agak telat datangnya, ini macet sekali" Kata Kabir.
"Kak Kabir udah jalan kesini kah?" Tanya Ceasy senang.
"Iya dong, kan aku udah janji. Tapi sabar ya, soalnya ini macet banget" Jawab Kabir.
Ceasy sangat bahagia sekali, ternyata Kabir menepati janjinya mau menyusul kemana Ceasy berlibur. Ceasy segera turun ke bawah dan berkumpul dengan yang lainnya. Mereka akan mengadakan permainan cari jejak sore itu, itu adalah ide dari Yeong.
"Apa? Mencari jejak? Tapi ini sore dan aku takut gelap" Kata Ceasy tidak setuju.
"Halah sebentar saja kok, tenang saja kamu berpasangan sama Kak Arnold" Kata Yeong.
__ADS_1
"Kamu yakin? Tapi aku harus menunggu seseorang dulu" Kata Ceasy.
"Siapa sih yang kamu tunggu? Udah lah jangan menolak, jangan kamu mengacaukan liburan kita Ceasy" Kata Yeong.
"Kalau Ceasy nggak mau jangan di paksa. Kita bisa lakukan itu besok ketika siang hari" Kata Arnold.
"Tae?" Tanya Ceasy.
"Aku ngikut saja, gimana kalau kita buat vote? Vote terbanyak, maka itu yang akan kita lakukan" Kata Tae.
Lalu mereka mengadakan Vote, yah keberuntungan tidak ada pada Ceasy, mau tidak mau dia harus mengikuti permainan itu. Mereka pun membagikan diri menjadi 4 kelompok, masing-masing dua orang. Kali ini Tae bersama dengan Yeong, lalu Arnold dengan Ceasy.
Ditengah jalan, Yeong menyuruh Tae untuk jalan terlebih dahulu, sedangkan Yeong menunggu Arnold muncul. Ia memiliki rencana buruk yang akan ia lakukan untuk Ceasy.
"Tae, kamu duluan saja, nanti aku menyusul. Entah mengapa aku sangat lelah" Kata Yeong.
"Yahh, sebentar lagi kita sampai loh, ya udah aku tunggu saja, kita istirahat disini ya" Kata Tae.
Namun Yeong menolaknya, ia berdalih timnya takut kalah, maka ia pun mengiyakan tawaran Yeong untuk pergi terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian, Arnold dan Ceasy datang dari belakang. Ini kesempatan Yeong untuk berakting, ia berpura-pura kakinya sakit agar di gendong oleh Ardnold.
"Aduh, sakit banget, aduh" Rintih Yeong.
"Itukan Yeong? Kak Arnodl ayo kita kesana" Kata Ceasy.
"Yeong? Kamu kenapa?" Tanya Arnold.
"Kaki ku sakit sakit Kak, Tae dorong aku tadi, lalu ninggalin aku sendirian, aku kesulitan berjalan" Kata Yeong.
"Tae? Mendorong Yeong? Yeong pasti berbohong, dia nggak mungkin melakukan itu, aku kenal dengan Tae" Kata Ceasy dalam hati.
Karena Ceasy merasa kasihan, ia menyuruh Arnold untuk menggendongnya, begitu Ceasy yang menyuruh, Arnold mau melakukannya. Ketika Arnold dan Yeong berjalan di depan, dan agak cepat, Yeong sengaja menukar anak panah masuk kedalam hutan.
__ADS_1
Ceasy yang tidak sadar itupun mengikuti petu juk arah yang salah itu dan masuk kehutan. Saat Yeong dan Arnold sudah berkumpul dengan yang lain, Tae yang terus saja mencari Ceasy dan menanyakannya dimana Ceasy berada.