Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Keihklasan Dan Ketabahan.


__ADS_3

Jika dibandingkan dengan Gu, kemampuan bela diri anak itu jauh lebih buruk. Tetapi, Gu memilih untuk tidak melawa. Image sebagai seorang muslim yang sabar bisa ternodai di Kota itu. Ha Joon pun menarik tangan Gu, dan membawanya ke luar ruang makan.


"Hey pengecut! Dasar pengecut! Olahraga tidak jelas seperti itu buat apa, Tuhan itu makanan apa hah! Haha pasti orangtuanya juga komplotan ******* yang suka mengebom negara orang Hahah! " hina anak itu.


Gu sudah tidak bisa sabar dan tersenyum lagi, yang ia hina agama dan orang tuanya. Ia pun membalas dengan satu pukulan, dengan satu pukulan, anak nakal itu terjatuh dan menjadi bahan gosipan anak-anak lain.


"Kau boleh menindasku, tapi jika kau sudah menghina agama dan orang tuaku? jangan harap kau bisa belajar lagi disini! " bisik Gu di telinga anak itu.


Ia pun kembali ke kamar bersama dengan Ha Joon, disana mereka membuat ramen yang sudah di racik kan oleh Kabir. Merasa bersalah, Gu akan segera meminta maaf dengan Kabir melalui telfon asrama.


"Kau mau kemana? " tanya Ha Joon.

__ADS_1


"Ke ruang petugas malam, aku ingin membuat aduan dan minta maaf kepada Ayahku. " jawab Gu.


"Kenapa? wajar bukan jika anak lelaki berantem? " tanya Ha Joon.


"Tidak! Menurutku aku bersalah memukul anak itu, aku berdosa karena sudah melakukan kekerasan, aku juga sudah melanggar janjiku kepada Ayahku. Kau makanlah dulu, buatkan aku ramen juga ya," kata Gu keluar dari kamar.


Gu melaporkan dirinya sendiri ke keamanan asrama. Ia juga memberikan alasan kenapa dirinya memukul anak lain, bahkan ia juga meminta tolong, agar bisa di sambungkan dengan orangtuanya untuk meminta maaf.


"Kau anak baik, kita juga beda keyakinan, tapi jarang sekali melihat anak muda seperti mu mampu..... ahh aku meneteskan air mata. Sudahlah, telfon orangtuamu! " kata petugas itu mengusap air matanya.


"Sudahlah jangan menangis Gu, pasti Ayahmu mengerti posisimu, nanti biar Ibu yang menyampaikan nya ya. Ini belum pulang kerumah. Besok, Ayah dan Ibu akan ke asrama, sebelum semuanya menjadi masalah. " tutur Ceasy dengan lembut.

__ADS_1


Memiliki orangtua angkat seperti Ceasy dan Kabir membuat Gu merasa bersyukur. Selama ini, ia kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtua kandungnya, jadi ia sangat bersyukur bisa menjadi anak dari Ceasy dan Gu.


Dimalam itu juga, Ceasy mendapatkan kiriman foto dari Min Jee dengan nomor lain. Ceasy awalnya ragu, tapi ia tau sifat Kabir. Kabir tidak mungkin bermain belakang dengan Hana. Mengingat pernah salah faham dengan Arnold, Ceasy tidak mau mengambil keputusan sendiri.


"Siapa yang tega ngirim beginian sih? Aku nggak boleh suudzon, Astaghfirullah hal'adzim. Kau harus minta kejelasan dulu sama Mas Kabir. " Gumam Ceasy.


Panjang umur, Kabir baru saja pulang. Hamdan langsung membuatkan minuman untuk kedua orang tuannya itu. Hamdan juga banyak bercerita tentang masa dia di sekolahnya. Awalnya masih asyik mendengar Hamdan bicara. Setelah Hamdan ingin masuk kamar untuk tidur, baru interogasi dimulai. Tentunya nunggu Kabir bersih-bersih diri, makan dan istirahat dulu. Baru Ceasy menanyakan foto yang dikirim seseorang itu.


"Mas, aku boleh tanya nggak? Tapi kamu jangan marah ya, " kata Ceasy.


"Tanya aja sayang, ada apa? " kata Kabir membelai kepala Ceasy.

__ADS_1


Ceasy pun menunjukkan foto saat dirinya bersama dengan Hana di resto. Difoto itu hanya berdua, jadi Ceasy ingin mempertanyakan ini. Ekspresi yang di pasang Kabir justru membuat Ceasy heran..


Penasaran?


__ADS_2