Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Ending.


__ADS_3

Ekpresi wajah Kabir yang tadinya mengerutkan alis, malah menjadi sebuah tawaan. Ceasy semakin tidak mengerti, umumnya pasti orang yang ke pergok berduaan akan gugup dan mencari-cari alasan. Kabir berbeda!


"Apa-apaan nih? Jelek banget ambil gambarnya, harusnya dari sebelah sini, pasti bagus, siapa yang kirim ini?" tanya Kabir.


"Mas Kabir ndak marah? Setidaknya buat pembelaan gitu? " tanya Ceasy bingung.


" Pembelaan? Kenapa harus pembelaan?Eh maksudku membela diri? Pembelaan yang bagaimana? Oh tunggu, tunggu, tunggu tunggu, kamu berfikir aku selingkuh sama Hana? Ya kali aku selingkuh sama Hana! "ucap Kabir.


Ceasy pun meminta maaf, dan menundukkan kepalanya. Ia hanya takut jika Kabir memang menyukai Hana. Hana lebih cantik, lebih muda, bahkan dia juga pekerja keras. Berbeda dengannya yang dulu hidup di bawah naungan orang tua Kabir.


"Waw, kenapa juga harus Hana, kalau aku mau selingkuh nih ye, aku lebih baik memilih yang seksi, cantik, tinggi, berkulit putih yang lebih darimu, nggak kayak kamu pendek gini, udah agak gemuk lagi." Goda Kabir


"Ah Mas Kabir mah gitu, jadi body shaming kan?" kesal Ceasy.


Kabir tertawa terpingkal-pingkal melihat mulut Ceasy yang mungkin bisa dikuncir sangat panjang. Ia juga menjelaskan bahwa Hana dan temannya itu mencari makan, lalu kebetulan searah dengan nya. Jadi, ia mengajak ke restorannya, kemungkinan Kabir berpikir juga yang memotret mereka berdua itu adalah teman dari si Hana.


Ia juga menjelaskan bahwa orang yang dicintainya itu hanyalah Ceasy, Ibu dari anak-anaknya. Kebetulan sekali membahas anak, Ceasy teringat dengan pernyataan Gu. Ceasy mengatakan kepada Kabir jika Gu baru saja memukul salah satu teman sekelasnga.


Gu juga menjelaskan kenapa dia bisa memukul temannya itu. Kemudian, Ceasy berencana mengajak Kabir untuk datang ke asramanya besok, beruntung Kabir tidak marah, karena ia juga pernah di posisi Gu yang sering kena bully.


"Tapi bener Mas Kabir nggak ada hubungan sama Hana? " tanya Ceasy.


"Besok kujalani hubungan dengan Hana, " jawab Kabir.


"Lah kok gitu? " kesal Ceasy.


"Kamu kan yang minta? Aku mah mau aja kalau diminta menjalani hubungan sama daun muda, enak kan aku? " jawab Kabir.


Ceasy pun memeluk Kabir, ia tidak ingin hal itu terjadi. Malam itu masalah selesai, tinggal esok harinya Ceasy minta kejelasan tentang foto itu. Jika benar itu ulah sahabatnya, Ceasy sendiri yang akan menegurnya.


Paginya, Kabir berangkat lebih awal ke resto. Karena beberapa bahan makanan akan datang pagi itu juga. Jadi, tidak bisa menemani Ceasy menginterogasi Hana. Kali ini, Ceasy mengajak Hana mengantar Hamdan kesekolah, ia juga mengajak Hana berbelanja di pusat perbelanjaan juga. Disana, mereka mulai membicarakan masalah foto itu.


"Hana, saya boleh tanya sesuatu tidak? Tetapi kamu jangan tersinggung ya! " ucap Ceasy.


"Ada apa Nyonya, silahkan! " jawab Hana.


Ceasy menunjukan foto itu kepada Hana, melihat foto itu membuat Hana terkejut. Ia ketakutan, bahkan sampai tangannya gemetar. Ceasy mencoba untuk menenangkannya dan menanyakan keaslian foto itu. Dengan jujur, Hana pun menceritakan semua nya, ia juga sempat meminta maaf atas ulah sahabatnya itu.


"Hey, ini bukan salahmu loh, kamu jangan merasa bersalah seperti ini, tenang saja." kata Ceasy menggenggam tangan Hana.


"Saya sungguh tidak enak hati dengan nyonya. Maafkan sahabat saya, jika nyonya mau memecat saya, saya bingung mau mencari pekerjaan kemana lagi. " Suara Hana sampai gemetaran.

__ADS_1


Ceasy berdiri, ia pun memeluk Hana saat itu. Bukan salahnya, ia tidaka ada niatan sedikitpun untuk merusak hubungan rumah tangga Ceasy dan Kabir. Ceasy percaya itu, karena ia juga percaya dengan cinta Kabir.


Sebagai pembelajaran bagi sahabatnya Hana, Ceasy mengundang Min Jee kerumahnya. Agar masalah bisa selsai, dan tahu apa motif Min Jee melakukan itu. Memancing Min Jee sangat mudah, Hana bilang jika Min Jee di undang untuk makan bersama dengannya, ia ingin mentraktir nya.


Min Jee datang diwaktu yang tepat. Entah kenapa dia sangat cepat menuju ke lokasi yang Hana berikan. Min Jee sangat terkejut, ternyata di sampingnya sudah ada Ceasy dan putri kecilnya Yumna disana. Min Jee memberi salam kepada Ceasy selayaknya tidak terjadi apa-apa di antara mereka berdua. Ceasy menyuruhnya untuk duduk, dan ia pun mulai bertanya tentang sebenarnya motif Min Jee mengirim foto berdua saat Kabir bersama dengan Hana di restoran.


" ini perbuatanmu kan!" Ceasy tidak lagi berbasa-basi saat ini, ia marah dengan Min Jee, mereka tak saling kenal, tetapi Min Jee dengan seenaknya membuat keruh suasana rumah tangga orang lain.


" Kenapa tidak menjawab? Aku tidak ingin basa-basi lagi ya denganmu. Kamu itu masih muda, masih panjang masa depan kamu itu. Kenapa kamu gunakan kan untuk hal yang tidak berguna seperti ini! " tegas Ceasy.


"Kamu mau saya tuntut? " tanya Ceasy kesal.


Min Jee masih diam saja, ketika diajukan pertanyaan lagi oleh Ceasy, ia malah marah. Ia marah kepada Hana karena sudah membocorkan rahasianya kepada Ceasy. Ia menyiramkan air yang ada di depannya kepada Hana.


"Min Jee! "


"Penghianat! Kau baru kenal dia beberapa hari, kau dan aku sudah bersama sejak kecil. Harusnya kau membantuku, mendukungku, bukan malah membantu orang lain, yang mungkin belum tentu mau memikirkanmu! " teriak Min Jee.


" Jika kamu benar sahabat Hana, kamu nggak akan setega ini sama dia....!! Kamu menjebak dia loh. Apakah itu yang dinamakan sahabat? Dengar ya, Hana sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri, jika kamu tidak ingin bersahabat lagi sama dia, ya sudah....!! Kamu pergi saja! Jangan kembali lagi dengan Hana. Karena kamu itu pengaruh buruk buat Hana, Hana itu adalah gadis yang sangat baik! " kesal Ceasy.


"Siapa Anda....?? Kenapa Anda menghakimi saya dan Hana! Jangan mentang-mentang anda ini punya banyak uang, sehingga bisa membeli persahabatan kami. Saya hanya mengirim foto saja, dan anda sudah seperti cacing kepanasan...!! Bahkan dengan suami anda pun, anda pun juga tidak percaya? Malah percaya dengan foto yang saya kirim? Lalu anda sekarang ingin menghakimi saya? " Min Jee tidak ingin mengakui kesalahannya.


Min Jee menarik tangan Hana dengan kasar, Hana sudah berteriak minta tolong untuk melepaskannya dan jangan ganggu lagi dirinya. Hana tidak ingin lagi menjadi seperti sahabat yang satunya lagi, karena dulu ia juga menjadi korban dari keegoisan Min Jee. Ceasy menyusul Hana dan Min Jee, sampai akhirnya mereka berada di atas eskalator. Min Jee ingin mendorong Hana terjun bebas dari eskalator itu.


"Gegabah? Hahaha aku bukan gegabah lagi, tapi aku ini gila...!! Aku benci melihat keluarga bahagia..!! " teriak Min Jee mulai tak terkendali.


"Min Jee..!! Aku ini sahabatmu, setega itu kau ingin mendorongku dari lantai dua? " kata Hana dengan suara lembut.


Hana terus saja mengajak Min Jee untuk berbicara supaya bisa mengalihkan perhatiannya, agar tidak mendorong dirinya ke bawah. Sementara itu, beberapa orang yang melihat adegan itu langsung melapor ke pihak keamanan. Min Jee semakin tidak bisa dikendalikan dirinya merasa tidak bersalah. Lalu Ceasy mencoba menghubungi Kabir, agar cepat datang ke pusat perbelanjaan itu.


"Kau mau menelfon siapa? Siapa! "


"Letakkan, ponsel mu..!! " teriak Min Jee menggila.


" Min Jee, dengar sayang. Jangan gegabah oke? Semua bisa dibicarakan dengan baik-baik. Ceritakan apa masalahmu itu kepadaku? Apa masalahmu sebenarnya Min Jee? " tanya Ceasy penuh dengan kesabaran.


"Kalian tidak ada di posisiku! Orang tuaku bercerai, ibuku meninggalkanku, ayahku membuangku dan pergi bersama wanita lain. Hidupku hancur, Hana masih mending ia bisa sekolah, lalu sahabatku yang lain, acuh tak acuh padaku. Aku benci ketika orang lain bisa hidup bahagia, tapi aku tidak. Kenapa aku tidak bisa bahagia... !!" kata Min Jee mulai menangis.


Untung saja Ceasy sempat mengirim pesan kepada Kabir, dengan repot membawa Yumna, ia berusaha agar bisa mencegah Min Jee melanjutkan aksi gilanya itu. Begitu Min Jee lengah, Hana berhasil lolos dari cengkramannya, ia pun bersembunyi di balik tubuh Ceasy, dan langsung menggendong Yumna.


"Hana..!! "

__ADS_1


"Apakah kau juga ingin meninggalkanku hah..!! Sadarlah, aku yang selama ini ada bersamamu..!! " teriak Min Jee.


Ceasy berusaha menenangkan Min Jee, datanglah pihak keamanan pusat perbelanjaan itu. Awalnya, Min Jee memberontak, dan bahkan mengancam jika dirinya akan lompat, kalau ada orang yang berani mendekatinya.


"Min Jee, aku fikir kau sahabatku, lupakan persoalan yang sudah berlalu, mari jabat tanganku, dan kita mulai semua dari awal lagi, tapi jangan dengan keegoisanmu seperti ini. Aku benar-benar sedih melihatmu seperti ini Min Jee. Kau sudah mengorbankan satu sahabatmu, hanya demi memenuhi keegoisanmu saja. Apakah kau juga ingin mengorbankanku, dengan cara membuatku jadi kambing hitam, lalu menghancurkan keluarga Nyonya Ceasy?" kata Hana dengan halus.


"Hana, aku sangat menyayangimu, kita bisa dapat uang jika memanfaatkan semua itu. Dan kita bisa mendampat teman baru yang senasib dengan kita Hana. Ayo Hana, kemarilah. Ikut denganku lagi ya, " kata Min Jee hilang akal.


"Maaf Min Jee, aku membencimu...!! " kata Hana menjauh.


Min Jee menangis, sahabat sejak kecilnya mengatakan bahwa telah membencinya. Tubuhnya mulai lemas, dan ia tertunduk dan kehilangan keseimbangan, akhirnya terjatuh di eskalator sampai kebawah.


"Min Jee...!! " teriak Hana.


"Astaghfirullah hal'adzim, innalillahi. " Ucap Ceasy.


Beruntung, Min Jee masih bisa diselamatkan, karena langsung ditangani. Ia dibawa kerumah sakit, Ceasy melihat ada air mata penyesalan di mata Hana. Ceasy pun meminta Hana untuk segera menyusul kerumah sakit dan merawatnya dengan baik disana.


Kabir sudah sampai disana, namun emuanya telah usai. Min Jee sudah dibawa kerumah sakit, begitu juga Hana yang menyusulnya. Kabir memeluk Ceasy dan langsung menggendong Yumna. Ceasy menangis, ia mengingat jika dirinya memiliki kisah yang sama dengan Min Jee, hanya saja mental Min Jee yang terdampak perceraian orang tuannya itu.


Setelah itu, Kabir dan Ceasy berangkat ke asrama dan menyelesaikan masalah Gu. Dengan kemantapan, dan keikhlasan hati, akhirnya keputusan akhir, Gu dipindah ke pesantren di daerah kampung halaman Kabir. Agar disana, Gu bisa beradaptasi dengan baik, dan bisa hidup di kalangan orang muslim juga.


Sementara Hamdan masih tetap tinggal bersamanya, dan mungkin tidak akan lama lagi, ia juga menyusul Gu untuk masuk pesantren. Sedangkan Yoona dan Jamil berencana membuka restoran sendiri di daerah luar kota dari Kota Seoul. Mereka juga akan fokus untuk program, agar segera di beri momongan lebih cepat.


Keputusan akhir dari Kabir, ia ingin kembali ke Jogja setelah Hamdan menyelesaikan sekolah dasarnya di Korea. Ia sudah tidak ingin berkarir di negri orang lagi. Semua usahanya akan di kembalikan kepada Rifky, agar di kelola oleh Jamil. Dan ia akan merambah ke usaha milik keluarga Leah di peternakan dan perkebunan. Asalkan mereka bisa hidup tentram dan damai di km apung halaman.


Kisah Arnold juga sangat indah, ia menemukan tambatan hatinya, yang kini sudah menjadi istrinya. Mereka bertemu dalam perjodohan, dan menikah di Singapura.


Sedangkan Siska, masa hukumannya ditambah lagi, karena telah menjadi dalang dalam penculikan yang ia lakukan 7 tahun silam kepada Hamdan, anak Ceasy dan Kabir. Semua itu dituntaskan oleh Arnold dan Kabir beberapa waktu lalu, saat Kabir sudah mengingat semuanya.


Begitu juga dengan cinta Kabir dan Ceasy tetap bertahan sampai sekarang. Kabir berbeda dengan Kabir yang setelah ditinggalkan oleh Nisa, ia menjadi lebih lembut, baik hati, penyayang dan penyabar. Jutek dan galak nya sudah tidak ada lagi di wajahnya. Hanya kasih sayang dan cinta yang selalu bisa curahkan kepada istri dan anak-anaknya, cintanya juga tak berubah, malah ia semakin mencintai Ceasy. Misi menggapai Cinta Kabir, telah disukseskan oleh Ceasy. Kini mereka hanya ingin fokus mengurus keluarga, dan membesarkan anak-anak mereka.



...........................T A M A T............................


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


Sampai disini perjalanan kisah anak dari Ruchan ya kakak-kakak. Jika selama ini belum berkenan kisah yang saya tulis, mohon maaf yaa...


Jangan lupa mampir di kisah Airy, anak dari Aisyah di Perfect Paradise. Dan setelah ini ada karya baru dari saya, ditunggu karya-karya lain dari saya ya kak. Terimakasih...

__ADS_1


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.


__ADS_2