
Setelah acara kumpul-kumpul dengan keluarga usai, semua kembali ke aktivitasnya masing-masing. Kini Ceasy harus mengurus bayinya sendiri, sebelumnya ada Aisyah dan Leah yang membantunya.
Karena masih sangat repot, Kabir selalu meminta bantuan Ae Ri dan Yoona untuk membantu Ceasy. Hari itu, Ae Ri sedang berada dirumah Kabir.
"Maaf kak, aku merepotkanmu. " Tutur Ceasy.
"Hey, ini keponakanku, wajar jika aku ikut repot, bahkan Gu sering menanyakan adik kecilnya ini. Biarkan Gu bermain dengan Hamdan nanti, " jawab Ae Ri dengan senyuman tulus.
Niat Ae Ri untuk memperbaiki hubungan dengan Ceasy berbuah manis. Kini mereka sangat akrab, keduanya saling mendapatkan perhatian dari seorang kakak maupun adik.
Hingga suatu hari, saat Ceasy dan Ae Ri membawa Hamdan jalan-jalan keluar, anak buah dari Siska yang ia perintahkan mengintai Hamdan, Siska ingin anak itu lenyap. Agar Kabir dan Ceasy tau, bagaimana rasanya kehilangan orang yang mereka sayang.
"Kita duduk disini saja, baby Hamdan pasti juga lapar, aku akan membuatkan susunya." ucap Ceasy membuka sekantong plastik susu yang sudah ia peras.
__ADS_1
"Haih, ternyata kau sudah menyiapkan itu Ceasy, baguslah. Aku akan mengejar Gu dulu, dia belum makan, aku membawakannya bekal, jika kau mau, ada buah juga di tas ku! " Seru Ae Ri menyusul Gu yang sedang berlarian di taman.
Dengan kebodohan Ceasy, ia malah meninggalkan Hamdan untuk mencuci botol susunya Hamdan. Ae Ri kembali begitu juga dengan Ceasy.
"Dimana Hamdan? " tanya Ae Ri.
"Dia tadi aku tinggal disini," Ceasy panik.
"Kamu tinggal? Ceasy, kamu gila ya, kamu main tinggal bayi berusia 1 bulan sendirian. Hah, sudahlah, kita harus cepat cari Hamdan, pasti orang yang membawanya belum jauh dari sini." Ae Ri menepuk jidatnya.
"Kalau tidak bagaimana mungkin bayi berusia 1 bulan jalan-jalan sendiri Ceasy, kita pencarian. Gu ikut Amma!" kata Ae Ri panik.
Sudah kesana sini mereka mencari Hamdan, tetap saja Hamdan tidak ditemukan. Ceasy mulai menangis, tidak ada cara lain selain mengabari Kabir. Mendengar hilangnya Hamdan, Kabir langsung ke lokasi dan mempertanyakan bagaimana Hamdan bisa hilang.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," salam Kabir.
"Wa'alaikum sallam, Kak, Hamdan. Hamdan Kak!" Ceasy langsung memeluk Kabir dan menangis.
Ini sebabnya kenapa Kabir belum mau memiliki momongan, karena Ceasy masih terlalu bocah jika harus menjadi seorang Ibu. Ia belum siap mentalnya. Tapi namanya takdir tidak bisa di pungkiri, hanya harus selalu tanah dan sabar menghadapi cobaan dari yang kuasa.
Menyadari ada CCTV di tiang lampu taman, Kabir langsung mencari ruangan dimana CCTV itu di pantau. Dengan laporan yang meyakinkan petugas, akhirnya petugas mau memutar rekaman CCTV itu kembali. Hamdan di bawa oleh dua orang berbaju serba hitam dan berjaz. Tanpa basa basi lagi, Kabir langsung mengirimkan bukti itu kekantor polisi.
Sambil menunggu kabar dari polisi, Kabir membawa Ceasy pulang. Ae Ri juga membantu mencari Hamdan dengan menyuruh anak buah dari suaminya. Bahkan Tae dan Zoe juga membantu mencari di sosial media.
"Apa? Hamdan hilang?" tanya Arnold kaget.
"Iya, dan ada dua orang yang membawa Hamdan kak. Aku akan mengirimkan rekaman itu kepadamu," jawab Tae.
__ADS_1
Bahkan, Arnold yang sedang diluar negri pun juga panik. Arnold sudah menganggap Akbar seperti Kakaknya sendiri, jika terjadi apa-apa dengan Hamdan, Arnold juga akan merasakan kesedihannya.