
Sore itu, Kabir, Ceasy beserta ketiga anaknya bersiap-siap hendak pergi ke Korea sepulangnya dari acara pernikahan Jamil dan Yoona. Karena Gu sudah meninggalkan kelas selama 47 hari, jadi ia takut ketinggalan pelajaran lebih jauh di kelasnya. Sedangkan Hamdan, ia juga harus mulai sekolahnya lagi, Hamdan harus mengejar beberapa pelajaran sesuai usianya. Sebab selama dia hilang, dia belum sama sekali menginjak bangku sekolahan.
"Yaah, kalian sudah mau pulang ya, Uti dan kakung jadi kesepian lagi deh. Kalan jangan lupa sering kunjungi Uti di sini ya," tutur Leah sedih.
"Apalagi kalian berdua Hamdan dan Gu. Cucu Uti yang paling ganteng deh, walaupun masih ada Yusuf yang ganteng juga Hehehe bercanda ya sayang, hati-hati dijalan, jangan lupa berdoa dulu kalau mau berangkat. " Imbuhnya.
"Sudahlah Ma, mereka kan memang tinggal disana, nanti kita main kesana, " sahut Ruchan.
__ADS_1
"Ceasy, semangat oke? " bisik Leah.
"Mama sama Abi tenang saja, cepat atau lambat, ingatan aku pasti kembali lagi kok. " ucap Kabir meyakinkan Leah dan Ruchan.
Mereka pun segera berangkat ke bandara, tak ada lagi yang tersisa di rumah itu. Ohh ada yang tersisa hanyalah kenangan, dan beberapa barang yang memang sengaja mereka tinggalkan. Di perjalanan, setiap kali Kabir ingin mengingat semuanya, tetapi semakin Kabir berusaha, ia malah akan bertambah pusing.
Cuaaca saat itu sudah tepat untuk mengulang kembali saat-saat mereka bersama di Korea. Sedangkan Gu, Hamdan dan juga baby Yumna dibawa pulang oleh Tae dan Zoe terlebih dahulu. Ceay sengaja ingin membawa Kabir untuk jalan-jalan sebentar di sekitar Kota Seoul.
__ADS_1
" Kenapa kita kemari? seharusnya kita pulangkan bersama anak-anak, di sini juga cuacanya sudah mulai dingin, aku bener-bener nggak tahan sama udara dingin, pulang yuk! " tutur Kabir.
" Kita nikmati saja hari ini berdua Mas, sudah lama sekali kita tidak ke sini. Terakhir kali, kau melamarku di sini hehehe, lucu sekali kamu melamarku dengan segelas kopi waktu itu. Dan saat itu sedang hujan salju, dengan tiba-tiba kau membeli secangkir kopi dan bertekuk lutut padaku. Kau melamarku dengan kata-kata yang sangat indah. Apa kau ingat itu?" tanya Ceasy.
Kabir mulai mengingatnya, Ia memang mengingat sesuatu, ada seseorang yang tengah berlutut di depan seorang perempuan. Dan ingatan Itu juga saat hujan salju, Kabir mulai mulai pusing, Bahkan, ia hampir saja ingin pingsan. Ceasy mulai panik, ia takut jika sesuatu akan terjadi kepada suaminya itu. Ia hanya ingin Kabir kembali seperti layaknya seorang suami. Tetapi, melihat Kabir sudah kembali disisinya seperti ini, hati Ceasy sudah bahagia, ia tidak ingin lagi kehilangan Kabir untuk yang kedua kalinya.
"Maafkan Aku Mas, seharusnya aku aku tidak memaksamu untuk mengingat semuanya. Akan tetapi, aku hanya ingin kamu mengingat semua tentang masa-masa yang indah di antara kitaMas. Aku ingin kamu kembali mencintaiku aku, hanya itu saja. Aku tidak ingin yang lainnya lagi, aku hanya ingin kau mencintaiku lagi Mas Kabir." Ceasy mulai menjatuhkan air mata.
__ADS_1
Melihat Casey menangis, Kabir menjadi tidak kuasa, hatinya sangat tersakiti, seperti luka yang disiram dengan air cuka. Ceasy tidak mengetahui jika kenyataannya, Kabir sudah mencintainya sejak lama. Ia hanya gengsi saja untuk mengakuinya. Apalagi jika mengingat Ceasy adalah adiknya sendiri, walaupun adik angkat. Tetapi ia gengsi ingin mengatakan itu.