
Disisi lain ada kisah Balqis, istri dari Syakir Al Jazeera, saudara kembar Kabir yang kini masih tinggal di Jogja. Balqis adalah anak dari sahabat bak saudara Ruchan (Abi Kabir dan Syakir).
Balqis memiliki masa lalu yang kelam, dulu ia adalah gadis yang sangat liar, sering hura-hura, kediskotik dan sering mabuk-mabukan. Walaupun dia adalah anak Ustad (Arifin) dan seorang mualaf (Intan) nama ibunya. Tetapi kehidupan Balqis di Singapura sangatlah bebas.
Suatu malam, Balqis pulang dengan keadaan mabuk, ia dibawa oleh pacarnya ke hotel. Dan melakukan adegan dua puluh satu plus, hingga Balqis mengandung. Karena sang pacar tidak mau bertanggung jawab, Balqis yang sudah frustasi melakukan cara yang lebih berdosa lagi, ia sengaja membuat janin itu tidak berkembang.
Mungkin, itu dosa yang akan ia tanggung, rahimnya luka, dan Dokter menprediksi akan sulit untuk Balqis nantinya hamil lagi. Sang Ayah sangat murka, Balqis juga sudah mengakui penyesalannya yang sudah berbuat dan membunuh janin itu.
Akhirnya, Arifin mengirim Balqis ke asrama dan meluluskan sekolahnya terlebih dahulu, setelah itu mengirim Balqis ke pesantren di Jogja, hingga bertemu dengan Syakir, yang saat itu masih menjadi suami almarhum Zulaikha.
__ADS_1
Hingga, Zulaikha meninggal, selama nyantri dipesantren itu, Balqis sangat dekat dengan anak Zulaikha dan Syakir. Hingga benih-benih cinta itu tumbuh, lalu mereka menikah, tidak lama setelah itu, Balqis dinyatakan hamil oleh Aisyah.
Tidak ada yang tidak mungkin, jadi apakah kakak-kakak bisa mengambil hikmah dari kedua kisah karakter wanita kita ini?
Selain itu, ada kisah Jamil yang sederhana, humoris dan baik hati itu. Sejak sekolah dasar, ia menjadi sahabat Ilham (sepupu Kabir). Ia hidup sangat sederhana, orangtuanya hanyalah pengusaha kuliner kecil-kecilan, pedangang sate. Setiap pulang sekolah Jamil selalu membantunya, ia memiliki satu orang adik yang kemarin baru saja menikah.
Karena kecerdasannya, Jamil bisa kuliah melalui jalur beasiswa bersama dengan Ilham. Jamil juga sering main ke pesantren untuk mengaji dan belajar disana, sampai akhirnya ia akrab dengan Akbar, Kabir, Syakir dan Keny juga tentunya. Jika mereka semua kumpul, duniapun pasti akan gaduh mendengar celoteh mereka.
Ceasy yang pendiam itu, menjadi gadis banyak tingkah dan bawel karena dididik oleh Jamil. Karena Jamil lah yang selalu bersamanya, semua orang juga sudah mengira, jika nantinya Jamil dan Ceasy akan menajdi pasangan.
__ADS_1
Sore itu, Jamil dan Yoona sampai di apartemen Kabir. Dengan membawakan terang bulan yang ia buat sendiri, Jamil yakin jika Ceasy menyukainya, karena terang bulan adalah makanan kesukaan Ceasy juga.
"Kayaknya kita jualan terang bulan disini bakal laku deh, kita coba yuk! Kita tambahin menu di resto yang ada di Itaewon," usul Yoona.
"Wah ide cemerlang beb, setuju aku hehehe." jawab Jamil.
"Muni beb maneh, tak suek lambemu! ( bilang beb lagi, tak sobek mulutmu!)" kesal Yoona.
"Ora-ora wes, aku melambaikan tangan wae hehe." jawab Jamil.
__ADS_1
Kenyataannya berbeda, entah kenapa Ceasy malah mual melihat terang bulan yang dibawa Jamil. Bahkan ia tidak ingin melihat Jamil saat itu. Ceasy bahkan menjambak mencubit lengan Jamil, dengan alasan ngidam.