Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Tiba di Kota


__ADS_3

Akhirnya, perjalanan hampir sehari, Arnold sampai juga di Kota Seoul, ia segera mengunjungi Tae dan Zoe. Tae dan Zoe juga tinggal di apartement sendiri, tetapi berbeda dengan yang ditinggali Kabir dan Ceasy.


Betapa terkejutnya Tae melihat Arnold kembali, dengar cerita jika Arnold kecelakaan saat hendak ke Seoul saat itu, dan jenazahnya belum ditemukan. Waktu , Arnold ingin memberi kejutan kepada Ceasy dengan membawa pulang Hamdan.


Tepatnya 4 tahun lalu, saat Hamdan berusia 2 tahunan. Misi Arnold berhasil, ia juga sudah bersiap hendak ke kota, ia juga sudah sering berkomunikasi dengan Tae, tapi belum mengatakan jika Arnold ada bersamanya. Saat berangkat pulang ke Seoul, bus yang Arnold dan Hamdan tumpangi kecelakaan terjun ke jurang.


Beberapa dari korban berhasil di evakuasi, tetapi Arnold dan Hamdan hilang, seorang warga di desa di dekat bus itu kecelakaan, telah menemukan Arnold pingsan dengan posisi memeluk Hamdan.


Karena penduduk desa itu miskin, mereka merawat Arnold secara alami dirumahnya, begitu juga dengan Hamdan. Arnold terluka parah, ponselnya rusak, kakinya patah. Dan butuh waktu lama untuk memulihkan jika secara alami.


Walaupun ponsel Arnold rusak, ia tetap masih bisa mengenalkan siapa orang tuanya. Siapa sahabat-sahabat orangtuanya. Serta apa agama yang keluarga Hamdan anut.


"Jadi Kak Arnold sakit? Kan bisa menyuruh orang pedesaan itu ke Kota kak, kasih alamat aku. Supaya aku bisa jemput kalian." kata Tae terharu.

__ADS_1


"Yang penting aku baik-baik saja. Aku juga harus mencari penghasilan dulu di desa dengan bercocok tanam, agar bisa kembali kesini." tutur Arnold.


"Ham Ham, kamu sudah besar nak, ini Bibi mu nak, dulu saat kau bayi, kau selalu mengompoliku huhu," ucap Tae ingin menjadi menyentuh rambutnya Hamdan.


Hamdan menepis tangan Tae, lalu mengatakan jika ia tidak boleh bersentuhan dengan orang yang sedarah denganya. Setahu Arnold memang tidak boleh bersentuhan dengan yang bukan sekandung.


"Dimana orang tuaku tinggal Paman? Aku ingin bertemu dengan mereka," tanya Hamdan.


"Nanti malam kita kesana ya, biar Bibi mu bikin janji dulu. Kita bikin kejutan buat orangtuamu," ucap Arnold.


Tae mengajak Hamdan berbelanja terlebih dahulu di sebuah mall disana. Saat di jalan, Hamdan memahami sesuatu, ia memahami bahwa Ibunya sedang ada di sebrang jalan bersama dengan seorang anak laki-laki muda.


"Ama!" kata Hamdan.

__ADS_1


"Mana?" tanya Tae.


"Itu, Ama ku bukan?" tanya Hamdan penuh dengan harapan.


"Iya, dia Ama mu, kau mengenalinya dengan baik. Dan yang disamping itu adalah kakakmu, dia anak dari Bibi kandungku, ia dia angkat menjadi anak karena orangtua kandungnya sudah meninggal." jelas Tae.


Tae melihat air mata Hamdan jatuh, sesekali Hamdan mengusap matanya. Ia menengok lagi ke arah Ceasy dan menyentuh kaca pintu mobil.


"Kau mau bertemu dengan Ama mu sekarang?" tanya Tae.


"Ingin sekali aku memeluknya Bibi, tapi aku akan ikut waktu sesuai yang Bibi tentukan. Aku rindu sekali dengannya. Walaupun aku belum pernah bertemu, tapi sebelum ponsel Paman rusak, aku sempat melihatnya. Walaupun ingatanku belum begitu tajam." tutur Hamdan dengan suara lemah.


Tae mengusap-usap bahu Hamdan, menguatkan hatin kecilnya itu. Tidak mudah baginya menerima kenyataan jika ia di culik dan dibuang oleh seseorang, yang sampai saat ini belum di ketahui siapa.

__ADS_1


Assalamu'alaikum kakak kakak, maaf ku loncatan ya, karena ada flashback kenapa tiba-tiba sudah 6 tahun, kalau loncat 6 tahun, bearti Hamdan berusia 7 tahun bukan?


__ADS_2