Menggapai Cintamu

Menggapai Cintamu
Menggertak Siska.


__ADS_3

Salju pertama bagi Kabir ketika tinggal di Korea, mungkin bukan pertama kalinya melihat salju, tetpi ini kali pertama saat dirinnya menikmati salju pertama bersama orang yang di cintainya, Selesai mengantar Keny dan Clara mencari hotel, Kabir segera mengajak Ceasy untuk segera pulang.


“Kenapa sih Kak Keny dan Kak Clara tidak menginap di rumah kita aja Kak?” Tanya Ceasy.


“Mungkin saja tidak ingin di ganggu,” jawab Kabir.


“Ishh memangnya kita ini pengganggu apa?” Tanya Ceasy.


“Bukan begitu Ceas, mereka mungkin ingin menikmati liburannya hanya berdua, lihat saja, mereka tidak mengajak Naura bersamanya, mungkin karena itu.” Jelas Kabir.


“Ooo gitu to? Yow wis lah, awak dewe sekarang ke toko dulu, ada beberapa yang ingin aku beli.” Ajak Ceasy.


“Iya deh, ayo buru! Semakin malam pasti saljunya akan turun semakin cepat, malah tambah dingin nanti.” Kata Kabir.


Mereka pun mencari toko terdekat, tidak sengaja Siska melihat mereka. Lalu menghampirinya tanpa malu. Menyadari

__ADS_1


Siska mendekat, Ceasy langsung merangkul lengan Kabir dan bersikap manja.


“Suamiku, kita beli yang ini saja, bukankah malam ini kita akan melakukan itu lagi?” Ceasy berakting.


“Apa sih Ceas? Malu ah jika kita ngomongin hal begituan!” Kabir menenok ke kanak kiri.


“Siapa yang akan sempat menerjemahkan kedalam bahas Indonesia Kak, kan aku ngomongnya pakai bahasa Indo,” kata Ceasy.


Dari kejauhan, hati Siska semakin panas, tubuhnya seperti terbakar sangat hebat. Ia sangat kesal melihat kemesraan yang dilakukan oleh Ceasy kepada Kabir. Siska pun menghampiri mereka.


“Assallamu’alaikum!” salam Siska.


“Stt, nggak  boleh gitu ah, mengucapkan salam itu kan hukumnya wajib Ceasy, dia kan muslim juga.” Jelas Kabir sambil menyenggol lengan Ceasy.


“Mulutmu iyu jahat sekali Ceasy, hemm Korea sempit ya, dimana-mana kita bertemu deh, kemungkinan kita ini jodoh,” tutur Siska.

__ADS_1


“Hemm aku dan Kak Kabir memang jodoh, entah kalau jodohmu!” ketus Ceasy.


Ini kesempatan untuk Kabir menegur Siska agar tidak mengganggunya lagi, dan berharap jika Siska bisa move on dari masa lalu, dan segera mendapatkan kebahagian bersama dengan orang lan lagi.


“Apa? Kamu nggak salah Bir? Cintaku mau ku kemain lagi? Aku sudah mengalah dari Nisa, dan tidak akan pernah mengalah lagi!” Ucap Siska.


“Maksut kamu apa dengan perihal tidak akan lagi? Jangn usik kami, aku tahu jika foto itu hanyalah rekayasamu, Kak Boona itu sahabatku juga hemm.” Ceasy mulai kesal.


Karena ada yang ingin Kabir katakana kepada Siska secara rahasia, Kabir meminta Ceasy untuk membeli keperluan yang ia butuhkan terlebih dahulu. Awalnya Ceasy tidak ingin meninggalkan Kabir bersama Siska berdua saja. Namun, Kabir memberi kode agar dirinya percaya padanya, Ceasy pun menurut saja, ia pergi membeli barang yang


ia perlukan dulu.


“Siska! Aku mohon, aku harap, dan aku sangat minta tolong padamu untuk menjauh dari kehidupanku, rumah tanggaku bersama dengan Ceasy. Jangan lagi ganggu kami Siska!” Pinta Kabir.


“Apa? Kenapa kamu begini Kabir, dulu aku sudah mengalah dari Nisa, kenapa sekarang aku harus mengalah dari anak kecil itu Kabir?” Tanya siska.

__ADS_1


“Cintaku tulus kepadamu, aku juga memendam cinta ini sudah sangat lama Bir, setidaknya berikan kesempatan untukku. Atau kalau tidak, aku akan gunakan cara yang sama agar bisa membuat Istri kecilmu itu sama seperti Nisa dulu?” Ancam Siska.


Mendengar ancaman dari Siska, Kabir menjadi naik pitam. Di cengkramnya lengan Siska sangta erat, bahkan Siska sampai merasakan kesakitan. Kabir ini pendiam, menerima apapun semuanya, tetapi jika ia sudah dibuat marah, kesal dan merasa terancam, jangankan kepada laki-laki, bahkan kepada wanitapun ia bisa tega.


__ADS_2