
Udara saat itu memang sedang dingin, Kabir memeluk Ceasy sangat erat. Seakan-akan, Kabir tidak ingin melepaskan Ceasy lagi, ia mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada Caasy, jika ia benar-benar mencintai Casey sejak lama.
"Casey, perlu kamu tahu, aku sudah mulai mengingat semuanya, apalagi mengingat tentang isi hatiku kepadamu. I love you, Saranghae, akun tresno karo koe," ucap Kabir di telinga Ceasy.
Tidak terasa, air mata Ceasy mengalir. Iya baru benar-benar bisa merasakan apa itu cinta dari Kabir kali ini. Kabir mengungkapkan perasaannya dengan jujur, bahkan Ceasy juga baru tahu, bahwa Kabir ternyata juga sudah mencintainya sejak lama.
" Sejak kapan mencintai aku Mas? Dulu kau sering mengabaikan aku, bahkan kau sengaja membawa pulang Kak Bonna untuk memanas-manasiku kan? Kenapa Mas? Kenapa kamu lakukan itu? " tanya Ceasy.
"Yo aku isinlah, mosok aku nyenengi adine dewek, gengsi ngono loh! (ya aku malu lah, masak aku menyukai adik sendiri, gengsi gitu loh)" ucap Kabir.
" Tapi kan sekarang udah ndak malu lagi, aku sudah dari lama suka sama kamu itu loh. Ya pokoknya saat kamu mulai SMP itu, pindah ke SMP dari MTS. Nah dari situ aku sudah menyukaimu, tapi aku masih ini loh, isin!" seru Kabir.
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanannya, bahkan, Kabir semakin romantis saja, dia bahkan menggandeng tangan Ceasy selama mereka berjalan kaki. Mereka makan bersama, foto-foto bersama, bahkan lupa jika mereka sudah memiliki 3 anak di rumah.
Di Jepang, Akbar dan Fatim sedang duduk berdua di ruang tengah. Mereka berdua sedang menikmati masa cuti Akbar dengan berduaan di rumah. Sedangkan Falih, ia sedang menemani Mawar bermain di kamarnya.
"Bang, Allah itu maha pemurah ya? " tanya Fatim.
"Lah emang sudah sifat Allah kan? Kamu mah! " seru Akbar, ia sedang merebahkan kepalanya di pangkuan Fatim.
"Semua tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendakinya Mama Falih, tapi sekarang Gu makin cakep aja yaa, kek aku hahaha, hafalannya juga top markotop loh, pinter dia, hebat Kabir dan Ceasy mendidiknya. " kata Akbar.
"Oh iya, kenapa sih dikeluarga Abang, enteng banget ngadopsi atau merawat anak orang lain? Maksutnya, lihat Abang sendiri, Abang kan anaknya Papa Sandy, kenapa juga dulu Papa Sandy tidak menikah, dan malah meminta Mama dan Abi merawat Abang? " tanya Fatim.
__ADS_1
"Pertanyaannya bikin otak meradang ini, emmm mancing-mancing Mama Falih dan Mawar ini ya, " kata Akbar menggelitiki perut Fatim.
Keromantisan mereka masih saja terukir indah di dalam rumah tangga mereka, Akbar memeluk Fatim dengan erat, bahkan memeluknya penuh dengan cinta. Sedang asik-asiknya bermesraan, Falih dan Mawar menyusup di tengahnya.
" Dorrr ,kalian mah gitu, pelukan nggak ajak-ajak, kita kan juga mau dipeluk Papa sama Mama. Main peluk-pelukan hanya berduaan, kita ditirikan! iyakan Mawar? "sahut Falih.
" Iya, Papa sama Mama menyebalkan, ayo Bang, kita pergi saja, bahkan saat perut kita keroncongan saja, orangtua kita malah asyik berpelukan, huftt aku merasa sedih. " sambung Mawar berakting.
"Alah-alah, anak Mama sama Papa ini rupanya pintar berakting ya, sini kita peluk, setelah itu memasak bersama, bagaimana? " tutur Fatim dengan lembut.
"Hore main peluk-peluk, seperti teletubies, berpelukan! " sorak Mawar.
__ADS_1
Pelukan hangat keluarga memang menenangkan di jiwa. Bukan hanya keluarga Akbar dan Kabir saja yang sedang berpelukan hangat, Syakir dan Balqis juga sedang berpelukan hangat, mereka sedang bangga dengan apa yang dicapai oleh Aminah, Aminah sudah berhasil menghafal sampai juz dua di pesantren.