
Tidak terasa waktu terus berjalan, hari demi hari kehidupan Ceasy dan Kabir dihiasi dengan penuh kebahagiaan. Apalagi, sudah ditambah keceriaan yang Gu, Hamdan dan juga Yumna kecil selipkan. Tetapi yang lebih menyedihkan lagi, hari ini Gu harus pindah ke asrama, bagaimana Ceasy dan Kabir tidak sedih, selama Hamdan menghilang, Gu lah yang menghiasai setiap hari-hari Ceasy dan Kabir. Ia juga yang mengisi kerapuhan dan kesedihan saat kehilangan Hamdan dulu.
" Hyung, kita baru bersama sebentar, bahkan belum genap 1 tahun, kau sudah harus pindah ke asrama? Aku, aku masih membutuhkanmu untuk membimbingku Hyung! " ucapan Hamdan dengan suara bergetar.
" Hamdan, aku memang harus pergi, aku harus menjadi orang pintar, orang hebat, agar aku sukses seperti almarhum Appaku dulu. Aku harus bisa menjadi sukses agar aku bisa mengangkat derajat orang tuaku yang sekarang, bisa membahagiakanmu, dan membahagiakan Yumna, karena kalian adalah adik-adikku, yang suatu saat adalah tanggungan ku! " ucap Gu.
__ADS_1
" JagaAyah dan Ibu baik-baik ya, jaga juga adik perempuan kita dengan baik, lindungi dia, jangan ada seorang pun yang menyentuhnya, bahkan menyakitinya. Aku akan kembali setelah 4 tahun lagi. Kau jangan lupa sering-sering mengunjungiku kesana, setiap liburan musim panas, aku akan pulang untuk menemani mu bermain, janji! " Sambung Gu menepuk bahu Hamdan.
Gu dan Hamdan saling berpelukan mungkin mereka bukanlah kakak dan adik kandung. Tetapi mereka memiliki ikatan batin, karena memang hati mereka seperti hati yang dimiliki Ceasy dan Aisyah. Ceasy dan Aisyah juga seperti itu, walaupun mereka bukanlah kakak dan adik kandung, tapi mereka berdua sangat dekat hatinya, batin nya juga saling terikat.
Melihat kedua anaknya saling berpelukan, Ceasy dan Kabir juga memeluk mereka dari belakang. Kabir juga menceritakan sedikit tentang kisahnya waktu lalu, waktu Ia harus rela berpisah dengan saudara-saudaranya dan orang tuanya, karena harus berangkat untuk masuk ke pelatihan.
__ADS_1
"Hey Nak, Hyung mu hanya pergi untuk belajar, bukan akan perang, jadi lepaskan tangannya ah! Jadi laki itu harus kuat dong," ucap Kabir.
"Iya Yah, Hamdan pasti akan menepati janji yang sudah kami buat, Hyung, jagalah dirimu baik-baik disana. Sering mengirim ku surat juga ya," kata Hamdan tersenyum.
Pagi itu Kabir mengantar Gu ke asrama, Ceasy dan Hamdan sengaja tidak ikut karena mereka tidak ingin bersedih-sedih ria disana. Kabir memberi semangat kepada Gu, Gu sendiri juga berjanji akan belajar lebih giat lagi di sekolah itu, dan lulus dengan nilai yang sempurna.
__ADS_1
Sementara itu Ceasy bersiap-siap untuk mengantar Hamdan ke sekolah, dan ia juga akan bersiap-siap untuk kembali bekerja lagi. Sedangkan Yumna, sudah ada pengasuh yang akan mengasuhnya ketika Kabir dan Ceasy sibuk bekerja. Mereka sudah menyewa jasa pengasuh, karena Kabir tidak ingin menghalangi karir Ceasy. Walaupun, dalam hatinya, Kabir ingin Ceasy selalu dirumah dan mengawasi anak-anaknya saja.
Setelah mengantar Gu ke asrama, Kabir langsung menuju restorannya. Beberapa hari lalu, ia sudah mulai menjalani aktivitasnya yang sedikit terlupakan. Ternyata, Yoona dan Jamil sudah sampai di sana, Kabir tidak tahu jika Yoona dan Jamil sudah kembali dari Indonesia.