
Singapura,
Sesuai keinginan Ceasy yang ingin diantar Kabir ke Bandara, tengan sangat senang hati Kabir mengantar Ceasy dan Tae, tentunnya bersama dengan Syakir dan Balqis, karena Kabir belum bisa menyetir sendiri Tidak di mobil, tidak di Bandara, tangan Ceasy terus saja menempel pada lengan Kabir.
“Sudahlah, tolong jaga perasaanku, aku ini masih jomblo wah,” Kesal Tae yang sejak tadi hanya memperhatikan keromantisan antara si kembar dan
pasangannya masing-masing.
“Besok kami akan carikan lelaki sesuai seleramu Tae,list saja kriteriamu, nanti akan aku carikan. OK? Sekarang berkumpulah dengan yang lain, kami permisi dulu.” Kata Syakir meneduhkan hati Tae yang sejak tadi memang menjadi obat nyamuk diantara mereka.
Disisi lain, Ceasy seperti enggan untuk berpisah dengan Kabir, ia terus memeluk lengan Kabir dengan erat. Melihat kemanjaan Ceasy, teman sekelompoknya itu menghampiri dan menyapanya.
“Siang, perkenalkan namaku Won, ini rekanku Kris, aku harap bermesaraannya sudah selesai, karena kami harus segera berangkat,” Kata Won dengan tatapan dingin.
“Kak Won, sopanlah sedikit, dia suamiku,” bentak Ceasy.
__ADS_1
“Em, maaf. Ceasy, kamu harus segera berangkat.bMaaf Won? Aku titip istriku,” Kabir berusaha untuk bersalaman dengan Won.
“Jangan bebani aku, menjaga yang bukan milikku itu sangatlah berat, tapi aku akan menjaganya karena kami satu kelompok, ayo dua crewet, kita sudat telat,”
“Sorry sobat, anggap saja rekanku itu gila hahaha, bye semuannya” kata Kris menepuk-nepuk bahu Kabir.
Tatapan Ceasy tidak henti-hentinya memandang Kabir, dua minggu bukan waktu yang sebentar untuk Ceasy berpisah dengan Kabir, tetapi harus ia lakukan demi bisa mengejar cita-cita dan segera lulus. Lalu, bisa merancang masa depan bersama dengan Kabir.
Pesawat Ceasy sudah berangkat, bersamaan dengan itu, Jamil dan Yoona kembali dari Jogja, Balqis berkenalan dengan Yoona, Balqis mengira jika Yoona gadis Korea tulen, mendengar Yoona fasih berbahasa jawa, malah tertawa.
Paakkkkk….
Dua tamparan mulus dari Kabir dan Syakir untuk Jamil yang ingin memeluk mereka. Lalu, menarik Jamil dan segera pulang kerumah Kabir.
“Hallo,” sapa Balqis kepada Yoona.
__ADS_1
“Hai, kenalkan, namaku Yoona, silahkan kamu masuk dulu, aku akan duduk disampingmu saja dari pada di belakang dengan Jamilong,” tutur Yoona.
“Kamu bisa bahasa Indonesia?” Tanya Balqis.
“Aku dari Jawa Timur, aku sahabat Rifky. Ya bisalah bahasa Indonesia,” jawab Yoona.
Singkat waktu, semua mahasiswa yang melakukan perjalanan ke Singapura telah sampai di sana, Ceasy langsung merebahkan di kamar hotel bersama dengan Tae. Walaupun ia pernah ke Singapura, tetapi ini kali pertama ia pergi tanpa keluarga Kabir. Ia merasakan sudah mulai kesepian, lalu mengambil ponselnya dan memandangi foto Kabir.
“Belum juga genap sehari, dasar!” Kata Tae.
“Jomblo mana paham!” Ceasy terus saja memandangi foto Kabir.
Tok…tok…
Suara pintu di ketuk, Tae segera membuka pintu, Kris telah datang dan memberi tahu kepada mereka berdua jika ketua meminta mereka berkumpul dikamar hotelnya. Dengan badan yang berat, Ceasy dan Tae segera pergi ke kamar hotel.
__ADS_1
Melihat semua sudah berkumpul, ketua mengumumkan rancangan kegiatan mereka semua. Per anggota harus kompak dan tidak ada yang boleh kleuar dari kelompok, terkecuali ada hal yang mendadak. Dari luar kamar hotel ketua, nampak Arnold yang mengintip Ceasy disana. Arnold sengaja mengikuti Ceasy dan Tae, agar bisa dekat dengan Ceasy, karena sampai sekarang, Arnold masih mencintai Ceasy. Tanpa sepengetahuan dari Tae tentunya.