
"Ceasy? Kok diam saja sih dari tadi? Tolong jangan buat masalah, aku yakin suamimu bukan orang yang seperti itu Ceasy. Dia suami dan lelaki yang baik, aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan dengan janda itu," kata Tae.
Melihat ekspresi Tae membuat Ceasy ingin tertawa, tetapi dia tidak ingin Tae mengetahui rencananya tersebut. Ceasy msih pura-pura diam saja, dan memasang wajah bingung. Kereta berhenti di tempat yang mereka tuju, berjalan sedikit lagi mereka akan sampai di resto milik Kabir.
Kebetulan sekali disana ada Yoona dan Jamil, itu sangat menguntungkan Ceasy mencari pembelaan dua sahabat suaminya itu. Dengan wajah sangat sedih, Ceasy menemui Kabir, mulut Ceasy nampak dilipat menggunakan giginya kedalam.
"Assallamu'alaikum." Salam Ceasy.
"Wa'alaikum sallam"
Ceasy memberikan ponsel Kabir yang sengaja ia hidupkan ketika berada di fotonya dengan Boona, seketika Kabir tertegun, ia menatap Ceasy dengan wajah penyesalan. Yoona dan Jamil malah memanas-manasi mereka berdua, yang membuat Kabir bingung untuk menjelaskannya.
"Hayo lo, hayoo lo, kita mana tau ya Yoon hahaha," goda Jamil.
"Iya lah, baru saja ketemu, udah bikin ulah saja kamu Bir, Bir," sambung Yoona.
__ADS_1
"Bisa diam nggak sih? Lanjut kerja sana, bawa Tae bersama kalian, Ceasy ikut aku!" Kata Kabir menarik tangan Ceasy kedalam ruang istirahat pribadi milik Kabir.
"Kak Kabir, foto itu dari janda sebelah." Bisik Tae.
"Uwuu janda......" goda Yoona dan Jamil.
Kabir membawa Ceasy masuk dan menjelaskan semuanya. Sejak awal bertemu Boona pagi hari tadi, Ceasy memang sudah mengetahui semuannya, dan tidak mungkin Kabir memiliki hubungan spesial dengan Boona, Ceasy hanya ingin menggoda Kabir saja.
"Percayalah padaku Ceasy, kamu tau hubunganku dengan Boona bukan? Siska juga ngapain sih foto-foto segala!" kata Kabir menggenggam kedua tangan Ceasy.
"Aku itu hanya cinta sama kamu Ceasy, kamu juga istriku, ngapain aku membina hubungan gelap dengan wanita lain? Dan Boona itu kan sahabat Kak Ais juga, bisa di damprat aku nanti jika macam-macam. Kau kan adik dan dan anak kesayangan Mama dan Kakak Singa diruma," Kabir berusaha meyakinkan Ceasy.
"Oh, jika Kak Boona bukan sahabat Kak Ais, Kak Kabir pun mau dengan kak Boona?" tanya Ceasy.
"Terserah kamu mau bilang apa, mikir aku apa. Tapi yang pasti, aku ingin kamu menjadi cinta pertama dan terakhirku itu saja. Istirahatlah disini, aku akan kembali lagi membawakan makanan untukmu." kata Kabir hendak keluar.
__ADS_1
Tangan Ceasy menahan tangan Kabir, melihat ekspresi Ceasy yang memelas, Kabir pun memeluk, lalu mecium kening Ceasy. Tiba-tiba Ceasy mencium bibir kabir dengan cepat, Kabir tersenyum, dan membalasan ciuman itu.
"Kak Kabir marah padaku?" tanya Ceasy manja.
"Cukup percaya denganku, jangan dengarkan orang lain yang ngin menunjukan keburukanku padamu. Kau sudah mengetahui semua tentangku bukan? Cukup pecaya saja dengan cintaku, kamu duduk disini, aku ambilkan makanan dulu, Assallamu'alaikum zawjati aljamila," kabir mencium pipi Ceasy.
"Nem Zawji." ucap Ceasy.
Kabir keluar dari ruan istirahatnya, lalu meminta Yoona membuatkan makanan untuk Ceasy. Ia ingin bertanya tentang foto itu dengan Tae, yang sedang bercanda ria dengan Jamil di meja depan. Kabir juga ingin tau, ada hubungan apa Siska dengan foto itu dan apa tujuannya.
"Tae, kamu bilang foto itu dari Janda? Maksut kamu Siska, penghuni unit sebelah itu kan?" Tanya Kabir.
"Iya kak, tadi dia datang dan mengatakan ini itu tentangmu. Seketika membuat Ceasy menjadi diam." jawab Tae.
Kabir yakin jika Siska berusaha menghancurkan hubungannya dengan Ceasy, sama seperti dengan apa yang ia lakukan dulu dengan hubungannya bersama Nisa waktu SMA.
__ADS_1