
"Aku langsungan saja ya, jaga kandunganmu baik-baik bumil, aku pergi dulu, setelah ini pasti Ceasy menyusul ke resto, aku tidak ingin mengecewakannya, bye!" Kabir langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, agar segera sampai ke restoranya.
Kebetulan sekali Siska tepat waktu, ia bertemu Tae di depan pintu apartemen Kabir. Dengan alasan hal penting, Tae iya-iya saja dengan apa yang Siska katakan. Dibukalah oleh Ceasy, Ceasy terkejut melihat Tae datang bersama Siska saat itu.
"Kamu? Kamu ngapain kesini?" Tanya Ceasy.
"Aku? Ada hal yang ingin aku smpaikan keadamu nona manis," kata Siska mencolek dagu Ceasy.
"Masuk! Tae kamu juga masuk!" Ceasy mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
"Kata Kak Kabir, emm kamu sedang sakit Ceas? Kamu sakit apa sih, bukannya semalam kamu baik-baik saja? Aku khawatir tau?" Tanya Tae memeluk Ceasy.
"Aku sakit?" Ceasy mengingat hal semalam yang ia lakukan dengan Kabir.
Belum juga Ceasy menjawab pertanyaan Tae, Siska sudah menyela saja, ia menunjukkan foto yang ia ambil di depan rumah sakit saat itu. Nampak dari samping memang Kabir seperti hendak memeluk Boona, padahal waktu itu, Kabir sedang ingin menangkap serangga yang terbang di samping wajah Boona.
"Suamimu! Lihat kelakuannya diluar rumah, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan dan memperlihatkan ini semua Ceasy, tapi aku kasihan padamju, sejak awal kau ke luar negri, Kabir menjadi dekat dengan gadis ini. Hmmm mereka serasi ya kalau di fikir-fikir, sama-sama dewasa." Kompor sudah Siska nyalakan dengan sangat apik.
"Tidakkah kau memiliki hati atau perasaan sedikit? Dimana hati nuranimu ha! Dia sedang sakit, kau malah memanasinya dengan foto yang tidak jelas seperti ini. Mau ajak ribut ha?" Kesal Tae menggunakan bahasa Korea.
__ADS_1
"Setidaknya aku memberikan kenyataan dan membuat Ceasy sadar dengan sifat suaminya diluar sana. Hmm gadis ini sangat cantik, dia lebih cocok dengan Kabir, cocok sekali dari pada dengan Ceasy. Upsy maafkan aku yang terlalu jujur ini, permisi!" kata Siska beranjak pergi.
"Tunggu! Apa akuĀ oleh meminta foto itu? Aku butuh penjelasan dari mereka berdua," kata Ceasy.
"Ceas? Kamu percaya dengan mulut berbisa dia?" Tanya Tae.
Ceasy punya cara lain untuk meminta penjelasan itu kepada Kabir, ia bisa memanfaatkan hal itu agar Kabir mau lebih memanjakan dirinya dari sebelumnya. Dengan gaya sok benar, Siska mengirimkan foto itu kepada Ceasy, batinnya sangta bahagia rencananya berjalan dengan sangat mulus.
Setelah Siska pergi, sesuai dengan keinginan Kabir, tae mengantar Ceasy menyusul ke resto. Saat jalan kaki dan memasuki kereka juga Ceasy nampak diam saja. Diamnya Ceasy bukan seperti yang Tae fikirkan, di fikirannya Tae, Ceasy sangat marah dan cemburu buta termakan oleh hasutan janda sebelah itu.
__ADS_1
Berbeda dengan apa yang Ceasy fikirkan, didalam hati dan fikirannya, ia sedang merencanakan rencana menjebak Kabir agar lebih perhatian kepadanya dengan pura-pura cemburu. Jika di fikir cemburu, Ceasy sangta cemburu, tetapi, kisah persahabatan anatara Suaminya dan Boona sudah ia ketahui sejak lama, bahkan Boona juga sudah menikah dan sedang mengandung. Tidak mungkin mereka akan menghianati cinta pasangan mereka masing-masing.