
Dengan kecanggungan, Yoona memberi salam kepada Keny dan Clara, sekian lama tidak bertemu, membuat jantung Yoona kembali berdebar. Sakit, sedih, kesal bercampur jadi satu, seketika mengingat kisah lalu, percintaan singkat yang pernah terjadi saat lalu.
"Hai Yoona, apa kabar?" sapa Keny canggung.
"Halo Ken, Clara, apa kabar kalian? Aku dengar kalian juga memiliki seorang putri, dimana dia?" tanya Yoona.
"Namanya Naura, dia dirumah Ami nya, maksutku Aisyah, karena sekolah jadi tidak ikut." jawab Clara.
"Assallamu'alaikum Kak, kebetulan kami sudah tutup, gimana kalau kalian berdua ke rumahku saja, belum pesan hotel kan?" tanya Kabir.
"Belum lah, kita kan mau menghemat liburan, jadi mau nginap juga yang geratis, ya nggak Pa?" seperti biasa Clara sering melawak.
Tanpa menunggu Keny dan Clara pulang bersama Kabir, Yoona pamit terlebih dahulu, rasa itu masih ada sampai sekarang. Jamil pun mengikuti Yoona, hingga berjalan menyusuri jalanan, menuju kekosan miliknya. Jamil terus saja memanggil, tetapi Yoona tidak juga berhenti mendengarkan Jamil.
__ADS_1
"Yoona!" Jamil menarik tangan Yoona.
"Kamu menangis? Ada apa Yoon?" tanya Jamil.
Tiba-tiba Yoona memeluk Jamil, menangis di pelukannya, menumpahkan segala emosinya. Benar sudah beberapa tahun lalu kejadiannya, tetapi Yoona tipe wanita yang susah move on, untuk kedua kalinya sakit karena cinta. Dulu sebelum dengan Keny, lama baru bisa jatuh cinta lagi dengan Keny, malah cintanya begitu singkat, karena Keny lebih memilih Clara.
Jamil membawa Yoona ke kost annya, dahulu menempati rumah yang Rifky belikan, tetapi rumah itu malah di sewakan, dan Yoona memilih tinggal di kost an, karena hidup senidiran. Jamil memberinya minum, dan mencoba menghibur Ceasy.
"Ada apa sih Yoon, gek iki aku ngerti koe nangis, nggak lucu lah Yoon!" kata Jamil.
"Yo ndak tau lah aku, kan aku belum pernah punya pacar, mana mungkin cinta masa lalu akan datang," jawab Jamil.
"Nyleneh wae Mil, aku serius!" kesal Yoona.
__ADS_1
"Jadi mantanmu yang keluarga peantren itu, si Keny yo?" tanya Jamil.
Yoona mengangguk, ia pun mulai menceritakan awal bertemu dengan Keny, mulai jatuh cintanya, dan harus mengalah demi kebahagiaan Keny dan Clara. Bahkan Clara juga tidak menyangka jika Keny adalah adik kandung Rifky sahabatnya itu.
"Aku mundur saat itu, saat mengetahui hubungan Keny dan Clara bagaimana, jujur aku sangat mencintai Keny saat itu, tapi....ah sudahlah, semua juga sudah berlalu, mereka juga sudah memiliki kebahagiaan kehadiran seorang putri juga." kata Yoona.
"Nikah sama aku aja yuk! Kan kita sama-sama jomblo," ajak Jamil.
Yoona menatap Jamil, dan ia pun tertawa terpingkal-pingkal, Jamil sudah sangat serius, tetapi Yoona menganggapnya hayalah guraun saja.
"Ngimpi, dah ah sana pulang, udah malam juga." Kata Yoona.
"Aku di usir iki? Boleh dong menginap? Aku ndak berani pulang sendirian Yoon, boleh yaa?" tanya Jamil memohon.
__ADS_1
Apa boleh buat, Yoona juga masih butuh teman untuk mengobrol. Akhirya Yoona mengizinkan Jamil menginap, dengan alasan Jamil harus tidur di sofa kecil kost an Yoona. Malam itu, mereka lalui dengan sangat asik, dari nge game berdua, nonton beberapa film atau drama berbeda genre, masak dan makan bersama, bahkan bercanda ria berdua.