
Siska kembali menggandeng tangan Kabir, itu membuat Boona dan Kabir sendiri kesal. Boona menarik tangan Siska dan mendorongnya.
"Yaaa! Neo michesseo?!" teriak Siska.
"Mianhae, tapi aku sengaja hahahha" tawa Boona.
"Kau bisa bahasa Indonesia? Ha! Kabir, Ceasy baru keluar negri kemarin, dan sekarang kau sudah menggaet wanita lain? Aku nggak nyangka kalau kamu seperti ini," Siska menarik tangan Kabir.
"Lepaskan! bagaimana sikapku, apa hakmu menghakimiku, menjaulah dariku Siska!" tegas Kabir.
"Tapi aku sangat mencintaimu Kabir, sejak SMA dulu, aku sangat, sangat, sangat mencintaimu Kabir!" kata Siska.
"Aku hanya mencintai Ceasy, menjauhlah dariku! Jika kau tidak bisa menjauh dariku, aku bisa memaksamu untuk pulang ke asalmu Siska! Boona, ayo kita pergi!" dengan sedikit tertatih, Kabir mengajak Boona untuk pergi dari Siska.
"Aku akan buat kamu bertekuk lutut padaku Kabir, aku tidak akan menyerah begitu saja, Boona? Wanita itu bernama Boona, aku akan membuat dia menyesal karena sudah mendorongku," kata Siska dalam hati.
__ADS_1
Kabir mengajak Boona mampir ke apartemen nya, karena Boona sangat rindu dengan kekonyolan Jamil. Ketika tinggal beberapa hari di rumah Kabir, Jamilah yang selalu membuat Boona tertawa.
Tidak terasa sudah hampir minggu kedua, Ceasy pulang tepat di malam tanggal lahirnya. Begitu pun dengan Syakir dan Balqis, mereka juga sudah pulang ke Jogja. Menunggu Ceasy pulang, Kabir meminta bantuan Jamil, Yoona, Boona dan suaminya untuk memberi kejutan untuk kembalinya dan ulang tahun Ceasy.
Prediksi Boona, Ceasy akan tiba hampir tengah malam nanti. Kabor sangat antusias, sampai ditertawakan oleh sahabat-sahabatnya.
"Lhek wong tuek jatuh cintrong yo ngono, puber kedua," goda Jamil.
Plokkkk...
"Asyem, bantal tengik ngene? Kamu lempar ke aku Bir, nih!" serangan balik dari Kabir.
Karena Kabir menghindar, bantal itu mengenai wajah Yoona. Seketika membuat Yoona langsung kesal, karena ia baru saja ber make up.
"Jamilong, wah! Awas kamu ya!" teriak Yoona.
__ADS_1
"Sory, sory aku ndak sengaja. Yakin dah ah,"
Jamil dan Yoona malah saling adu jotos dan adu tangan. Sedangkan Kabir, Boona da suaminya menyiapkan hiasan romantis saat nanti Kabir menyambut Ceasy pulang. Di Singapura, Ceasy selalu saja di jahili oleh Kris, Kris ini sangatlah jail, apa lagi terhadap Ceasy.
"Ceas, nanti kalau kau sudah bertemu dengan suamimu. Kau peluk dia, seperti ini, lalu cium seperti ini. Katakan bahawa kau sangat merindukannya, dan menunjukkan hasil usahamu itu,...emmmmm," goda Kris sambil mempratikkanya.
Plakkkk.
Won menepuk pipi Kris menggunakan selembar kertas yang digulungnya. Selama dua minggu di Singapura, Won belum bisa melupakan masa lalunya itu. Saat asyik bersenda gurau, muncullah Arnold di samping Tae.
"Aku boleh ikut kalian? Penerbangan kita sama," kata Arnold.
"Kau lagi? Tak lelah kau mengganggu Ceasy, dia sudah bersuami, sadarlah boy!" Kris hendak mengusir Arnold jauh-jauh, tetapi Ceasy mencegahnya.
"Biarkanlah Seniorku yang tampan, sekarang lebih baik dengarkan saja musik kesukaanmu itu. Jangan mengganggunya lagi, Ok?" Ceasy memberikan ipod kepada Kris.
__ADS_1
Walaupun Ceasy sudah memaafkanya, bukan berarti Ceasy sudah menerima keberadaan Arnold di sisinya. Bahkan kini Ceasy masih menjaga jarak dengan Arnold.