
Perkenalan dengan semua rekan di kantor membuat Ceasy gugup, karena semua orang memperhatikannya dari atas hingga kebawah. Tetapi mereka tetap menyukai cara berpakaian Ceasy, bahkan menyambutnya dengan ramah.
"Perkenalkan, nama saya Ceasy Lee, asal saya dari Busan, tapi saya besar di Indonesia selama 11 tahun, saya dari jurusan Seni di Korea University, tapi juga pernah ikut program pertukaran mahasiswa di Hanyang University dan mengikuti ujian masuk karena saya dari Indonesia, mohon bimbingannya," kata Ceasy membungkukkan badannya.
Semua tertegun juga mengetahui nilai dari Ceasy, bahkan Ceasy juga tidak mengikuti kelas bahasa juga, tetapi cara bicara nya masih lancar jaya. Itu karena sewaktu di Jogja, Leah tetap tidak memutuskan ingatan dari mana ia berasal. Bahkan sering juga Ceasy ikut menjadi guru les bahasa Korea untuk beberapa kantor TKI resmi di sana.
Antara Ceasy, Tae dan Zoe berada di ruangan lain, walaupun mereka di lantai yang sama. Ceasy mulai menikmatinya sebagai wanita karir. bahkan ia juga di senangi karyawan lain juga disana. Makan siang, Ceasy membawa bekal sendiri, karena dikawasan dimana ia bekerja masih sulit menemukan makana halal. Bukan karena hanya ada makanan B2 saja, banyak juga makanan cepat saji seperti ayam dan sayur juga.
__ADS_1
Tetapi yang dimaksud dengan halal adalah, cara penyembelihannya juga harus sesuai dengan syariat islam sesuai dengan keyakinnya yang ia genggam sekarang. Kedua sahabat Ceasy juga sudah memaklumi itu, tetapi masih ada beberapa karyawan lain yang belum terbiasa dengan kebiasaan ceasy membawa bekal, jarang berkumpul dan menunaikan sholat di samping meja kerjanya.
"Ceasy, itukah kamu?" tanya seorang wanita cantik bertubuh mungil seperti Ceasy juga.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ceasy dengan lembut.
"Kamu tidak ingat denganku? Aku Ae RI Ceasy, kakak kandungmu, apa kau lupa denganku?" Tutur wanita yang mengaku sebagai kakaknya itu.
__ADS_1
"Kak Ae-Ri? Kamu bekerja disini juga?" Zoe dan Tae masuk diruangan Ceasy.
"Saya istri dari direktur disini, dan saya mau mengantarkan makan siang untuk suami saya." Jawab Ae Ri.
"Ohh, istri yang keberapa anda? Dimana laki-laki yang membawa anda kabur waktu itu? Dan asal anda tau ya, anda adalah wanita kedua yang mengaku sebagai istri Direktur, ayo Tae, Zoe, kita cari tempat untuk mengobrol." Kata Ceasy, ia masihkecewa dengan masa lalunya bersama Kakak kandungnya itu.
Luka yang Ae Ri ukir dihati Ceasy membuatnya cidro yang mendalam. Sebenarnya Ae Ri juga meinggalkan Ceasy dengan keterpaksaan, keadaan yang tidak bisa Ceasy hadapi bersama dengan dirinya kala itu. Ia menuliskan sebuah catatan untuk Ceasy yang ia selipkan dibawah foto Ceasy bersama dengan Kabir di meja kerjanya.
__ADS_1
"Siapa lelaki lelaki ini? Apakah dia kekasihnya? Kenapa begitu dekat? Atau dia adalah suaminya, tetapi umurnya masih 20tahun, dan dia juga mengenakan hijab, aku harus tau tentang Ceasy, siapa tau aku bisa menemukan cara untuk meminta maaf dengannya." Gumam Ae Ri.
Entah bahagia atau sedih yang akan Ceasy ungkapkan, ia bahagia sudah bertemu dengan Kakak kandungnya, tetapi ia juga benci dengannya, karena teringat masa lalu itu. Ingatan kata-kata Kabir tiba-tiba terngiang di kepala Ceasy. Ceasy tidak boleh membencinya, karena bagaimanapun juga, Ae Ri adalah kakak kandungnya.