
Langit cerah Korea di musim gugur itu sangatlah indah, 2 minggu lagi dirinya akan genap berusia 20 tahun, tak ada lagi harapan yang tinggi saat ini, hanya ingin Kabir selaalu mencintainya dan terus mencintainnya.
"Cie yang sedang bahagia, ada apa sih Ceas?" Tanya Tae.
"Kak Kabir nyatain cinta," Bisik Ceasy.
"Wahh, selamat, akhirnya 10 hari dirumah terus suamimu sadar juga akan cintanya, aku sangat bahagia Ceasy, aku bahagia untukmu!" Seru Tae memeluk Ceasy.
Mereka berdua sudah memasuki gerbang kampus, dan dari belakang ada yang memanggil nama mereka. Dia adalah Yeong, gadis yang mencintai Arnold dan yang sudah membuat Ceasy celaka saat di hutan.
"Ada suara tapi tidak ada orangnya. Aku rasa universitas kita ini berhantu Ceasy, sebaiknya kita cepat lulus dari sini, semoga saja pertemuan kita dengan desainer terkenal itu berjaln dengan mudah ya. Yuk masuk, nggak usah dengerin hal lainnya," Tae sudah terlanjur kecewa dengan Yeong. Apalagi, dia juga sudah bekerja sama dengan Arnold untuk mencelakai Ceasy untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Aku faham jika kalian marah denganku, maafkan aku. Aku mencintai Kak Arnold, maka dari itu aku mengikuti permainannya, aku hanya ingin memperjuangkan cintaku. Aku salah padamu Ceasy, apa kau mau memafkanku?" kali ini Yeong benar-benar menyesal, karena keterlibatannya dengan kejahatan Arnold, dirinya jadi diusir oleh keluarganya.
Bukan sifat Ceasy mengabaikan orang lain, saat ia hendak berbalik badan, Tae menghalanginya. Ia meminta Ceasy untuk tetap melanjutkan masuk ke kampus dan mengabaikan Yeong.
"Jangan seperti ini Tae, dia sudah mengakui kesalahannya, setidaknya beri di kesempatan, kau juga dulu begitu kan?" Ceasy hanya ingin berteman, ia tidak ingin memiliki musuh. Setidaknya itu yang pernah ia pelajari di keluarga Kabir.
Melihat Yeong masih berdiri di belakangnya, Ceasy mengampiri dan memeluknya. Ceasy sudah memaafkan apa yang sudah Yeong lakukan kepadanya. Ia juga meminta maaf, jika tanpa sengaja, ia merebut perhatian Arnold darinya.
"Aku sangat berterima kasih akan itu, kau benar-benar gadis baik Ceasy, terima kasih. Karena setelah ini, mungkin kita tidak akan bertemu lagi," Yeong kembali memeluk Ceasy dengan erat.
Ceasy melihat ada sesuatu yang Yeong sembunyikan darinya, mungkin ingin ia ungkapkan kepada Ceasy, tetapi tidak bisa. Karena sudah hampir telat, Tae mengajak Ceasy segera masuk ke kelasnya.
__ADS_1
Pertemuan dengan desainer ternama itu sudah selesai, Ceasy dan Tae mendapat nilai sempurna, dan akan di beri bimbingan ke Singapura selama 2 minggu di sana. Bukannya senang, tetapi Ceasy malah sedih akan itu, 2 minggu adalah hari dimana ia akan menghabiskan waktu berdu dengan Kabir dirumah.
"Hey, kau kenapa? Kita akan ke Singapura, tetapi kau......" Tae heran melihat Ceasy yang murung itu.
"2 minggu dan berangkat lusa, lalu bagaimana dengan Kak Kabir, dia sendirian, san cintaku yang baru merekah, ohh Tuhan," Kegelisahan Ceasy tengah melanda.
Ujian kisah cinta Ceasy memang sangatlh berat, baru saja ingin bahagia dengan cintanya, kini ia harus pergi Singapura dalam waktu 2 minggu. Mungkin, Kabir mengizinkannya, tetapi hati Ceasy masih berat untuk hidup jauh dari Kabir.
"Sudahlah Ceasy, kita jelaskan saja dengan suamimu, jika suamimu mengizinkan ya kita pergi, jika tidak..... kau siap-siap mengulang tahun depan." Tungkas Tae memberi semangat kepada Ceasy.
Di perjalanan pulang, Ceasy terus menguatkan hatinya, agar bisa menejar mimpinya itu, lalu memiliki anak yang ia inginkan dari Kabir.
__ADS_1
Assallamu'alaikum kakak kakak,
Maaf dikit ya....