
Bermimpilah tentang sesuatu dan jadikan mimpi tersebut menjadi kenyataan, karena dunia ini tidak akan ada jika tidak ada yang bermimpi.
Pagi itu Khansa terbangun pukul 1.20 pagi karena mendengar suara tangisan kedua anaknya. Khansa melihat kesebelahnya hanya ada Kenan yang terlelap di sebelahnya, Khansa bingung ke mana suaminya itu pergi.
Khansa turun dari kasurnya dan ingin melihat keadaan bayi kembarnya yang masih menangis itu, Khansa masuk ke kamar anak-anaknya lewat pintu tengah yang ada di kamarnya.
Khansa terkejut melihat suaminya yang sedang tertidur di sofa sebelah tempat tidur anaknya.

“*Apa mereka menangis semalam sampai mas Andra tertidur di sini*?” batin Khansa.
Khansa melangkahkan kakinya ke arah suaminya berniat untuk membangunkannya dan pindah ke kamar.
“Mas,, mas Andra..” ucap Khansa dengan lembut sambil menggoyakan tubuh suaminya.
Kalandra membuka matanya secara perlahan dan menatap istrinya.
“Ayo bangun mas, pindah tidur di kamar gih aku yang akan menjaga Ken dan Key.” Ucap Khansa.
“Kamu kebangun sayang? loh Key menangis? Sebentar aku..” Kalandra ingin beranjak dari sofa dan menghampiri Key namun di tahan oleh Khansa.
“Mas, tidurlah di kamar bersama Kenan aku yang akan menidurkan Key kembali.” Ucap Khansa.
“Apa kamu tidak kelelahan sayang?” tanya Kalandra.
Khansa tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil mendorong tubuh Kalandra untuk pergi ke kamarnya.
Akhirnya Kalandra kembali ke kamar untuk tidur, dia naik ke atas tempat tidurnya dan tertidur sambil memeluk Kenan dengan erat.
Di kamar si kembar, Khansa menggendong anak perempuannya dan menyusuinya.

“Adek haus ya sayang? iya nak, haus nak” Khansa berbicara dengan anaknya menggunakan nada yang seperti anak kecil.
“Adek harus menjadi kebahagiaan untuk keluarga ini ya sayang, mami mau adek akan selalu membuat keluarga ini bahagia.” Lanjut Khansa sambil menciumi wajah putrinya dengan gemas.
Tidak lama kemudian Ken pun ikut menangis dengan kencang dan membuat Khansa dan juga Key tersentak kaget.
“Duh anak mami kaget ya denger suara kakak? Adek bobok dulu ya, mami mau ngasih mimik kakak dulu..” ucap Khansa sambil menaruh kembali Key di dalam tempat tidurnya.
Khansa beranjak ke tempat tidur Ken dan tersenyum melihat Ken yang menangis namun masih mengantuk.
__ADS_1
“Kakak sebenarnya haus apa masih mau tidur sih sayang?” ucap Khansa sambil menahan tawanya lalu mengangkat tubuh putranya itu.
Setelah memberikan ASI kepada putranya, Khansa mendengar suara adzan di hpnya. Semenjak tinggal di rumah Kalandra, Khansa jarang sekali mendengar suara adzan karena lokasi masjid dan rumah Kalandra lumayan jauh, lagipula rumah Andra terlalu besar sampai tidak terdengar suara adzan.
Khansa menaruh Ken kembali ke tempat tidurnya dan pergi ke kamar untuk membangunkan suami dan anaknya untuk menjalankan sholat subuh.
“Mas, Kenan, ayo bangun udah subuh ini ayo sholat berjamaah.” Ucap Khansa dengan lembut.
Kalandra dan Kenan hanya menggeliat tanpa membuka matanya.
“Mas, ayo bangun ah sholat dulu setelah itu di lanjut lagi tidurnya.” Ucap Khansa sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
Kalandra membuka matanya secara perlahan dan duduk di atas tempat tidur sambil mengucek matanya yang masih belum bisa terbuka sepenuhnya itu.
Khansa hanya menggelengkan kepalanya dan bergantian untuk membangunkan anak pertamanya itu.
“Kenan sayang, ayo bangun sholat subuh yuk.”
Akhirnya Kenan bangun dan duduk di sebelah papinya.

“Ayo kalian berdua ambil wudhu dulu setelah itu kalian sholat bersama yaa, setelah itu kalian bisa tidur lagi. Mami akan menyiapkan sarapan untuk kalian.” Ucap Khansa.
Setelah keduanya keluar dari kamar mandi, mata keduanya terlihat lebih segar karena terkena air wudhu, Khansa segera menyiapkan sajadah untuk suami dan anaknya.
Setelah menyiapkan sajadah untuk kedua laki-lakinya itu, Khansa segera beranjak untuk ke dapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
"Kamu ga sholat sayang?" Tanya Kalandra.
"Engga mas, aku masih belum diperbolehkan untuk sholat. Kamu dan Kenan sholat berdua ya setelah itu tidurlah kembali." ucap Khansa.
Kalandra dan Kenan menjalankan sholat bersama dengan sangat khusuk. Setelah selesai sholat, Kalandra dan Kenan kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidur mereka, sedangkan Khansa yang berada di dapur sedang menyiapkan sarapan untuk kedua laki-laki hebatnya dan mertuanya yang masih ada di rumahnya.
“Loh sa, kamu udah bangun?” tanya mama Alisha yang baru saja masuk ke dapur untuk mengambil segelas air.
“Iya ma, sasa habis bangunin mas Andra sama Kenan untuk sholat subuh terus langsung masak.”
“Emang kamu ga begadang semalem?”
“Engga ma, sasa baru kebangun denger Key nangis jam setengah 3. Ternyata mas Andra yang semaleman jaga anak-anak sampe ketiduran dia ga denger Key nangis.”
“Terus sekarang kemana dia?” tanya mama.
__ADS_1
“Sasa suruh tidur lagi ma bareng Kenan, kasihan begadang dia semaleman.”
“Mama bantuin ya sa.” Mama Alisha menawarkan diri untuk membantu Khansa memasak.
“Tidak usah ma, ada bi Rini kok yang bantuin Khansa. Mama tidur lagi aja nanti kalau sudah selesai Khasa bangunin mama.”
“Mama beruntung sekali punya menantu seperti kamu sayang. Mama ke atas dulu ya..” ucap mama Alisha yang langsung pergi meninggalkan Khansa yang berada di dapur.
Khansa memasak banyak menu makanan untuk keluarganya dibantu oleh bi Rini.
“Bi, setelah ini bibi ke pasar ya bi soalnya bahan makanan sudah habis untuk besok.” Ucap Khansa.
“Iya nyonya, mau beli sayuran apa aja?” tanya bi Rini yang sedang mengiris bawang.
“Nanti deh sasa pikirin dulu, nanti sasa tulis ya bi.” Ucap Khansa yang di jawab anggukan oleh bi Rini.
Khansa meneruskan pekerjaannya, sedangkan bi Rini yang kebetulan melihat jika si kembar menangis lewat layar yang digunakan untuk memantau si kembar.
“Si kembar nangis nyonya.” Ucap bi Rini.
Khansa melihat layar untuk memastikan dan segera menaruh semua peralatan yang dipegangnya, dan membuka apron yang ada di badannya.
“Lanjutin ya bi, sasa mau ke atas dulu.” Ucap Khansa kepada bi Rini yang dijawab anguukan oleh bi Rini.
Khansa segera naik ke atas dan menuju kamar si kembar.
“Loh anak-anak mami kok nangisnya kompak banget sih sayang..” ucap Khansa sambil memeriksa popok anak-anaknya.
“Ealah kalian ini popoknya sudah penuh ya makanya nangis ya.” Khansa melihat ke arah jam dinding yang terpajang di tembok kamar anaknya.
“Udah setengah tujuh, kita berjemur dulu yuk setelah itu kita mani yaa.” Ucap Khansa sambil menggendong anaknya bergantian untuk di gantikan popoknya.
Setelah mengganti popok kedua anaknya, Khansa menghampiri suaminya dan membangunkannya untuk membantunya menjemur si kembar.
“Mas, bantuin aku jemur di kembar yuk.” Ucap Khansa.
Kalandra segera terbangun mendengar sesuatu yang berkaitan dengan anak-anaknya. Kenan juga ikut terbangun mendengar suara maminya.
“Kenan mau ikut mami.” Ucap Kenan.
“Iya sayang, kamu dan papi cuci muka dulu nanti kita menjemur adik-adik bersama ya.” ucap Khansa.
Dengan segera Kalandra dan Kenan beranjak dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Dengan perasaan bahagia mereka berlima turun ke bawah dan menuju halaman belakang untuk menjemur kedua anaknya, sedangkan Kenan bermain dengan kelincinya di sekitar Khansa dan Kalandra.
__ADS_1