
Tidak lama kemudian, Key pulang bersama Elsa di sampingnya hingga membuat semua orang melihat ke arahnya.
“Key, Elsa, kenapa kalian bersama?” tanya Rose kepada keduanya.
“Tadi kak Key kerumah ma, terus aku ikut ke sini deh sekalian nanti pulang sama papa dan mama aja ya..” ucap Elsa.
“Huh dasar kamu ini selalu jadi pengganggu papa dan mama lagi berduaan saja!” ucap Ryan.
“Biarkan saja! Elsa tidak ingin sampai lengah dan membiarkan papa dan mama membuatkan Elsa adik!” ketus Elsa yang di balas tawa oleh semuanya.
“Hahaha, sepertinya tidak masalah jika kamu memiliki adik lagi, mami Khansa tidak masalah kalau harus memiliki satu anak lagi.” Sambung mami Khansa.
“Mami… tolong ya jangan membuat papa dan mama semakin bersemangat.” Rengek Elsa.
“Sudahlah Els, terima saja takdirmu jika harus menjadi kakak!” ucap Key.
“Kak Key!!” teriak Elsa.
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah Key dan Elsa, Key ingin berjalan ke dalam kamarnya namun Belinda menghentikannya.
“Key, di kamar..” ucapan Belinda tiba-tiba saja terhenti karena mami Khansa menggenggam tangan menantunya itu.
“Ada apa kak? Kenapa di kamar?” tanya Key.
“Tidak ada apa-apa sayang, maksud Belinda kamu jangan terlalu lama di dalam kamar kasihan Elsa kalau tidak ada yang menemani.” Ucap mami Khansa.
Belinda mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang di maksud oleh mertuanya itu, namun dia hanya bisa mengikuti ucapannya saja.
“Tidak masalah mi, Elsa bisa bermain dengan kak Belinda saja nanti! Oh iya, kemana abang?” tanya Elsa yang tidak melihat keberadaan abangnya.
“Kamu lupa kalau abangmu sudah mulai bekerja di rumah sakit sekarang, dia sedang sibuk sekarang.” Jelas Belinda.
Key yang tidak tertarik dengan obrolan mereka langsung berjalan ke atas menuju kamarnya karena dia merasa sangat lelah dan ingin sekali mandi lalu tidur di tempat tidur kesayangannya.
“Mi, kenapa mami menghentikan Belinda berbicara? Padahal Belinda mau ngasih tau Key kalau di dalam kamarnya ada Bernard.” Ucap Belinda.
__ADS_1
“Biarkan saja, jika tidak seperti itu drama mereka tidak akan selesai.” balas mami Khansa.
Key sudah membuka pintu kamarnya dan di dalam sangat gelap sehingga Key tidak bisa melihat apapun di dalam kamarnya, dia tidak menyalakan lampu terlebih dahulu dan langsung menuju ke dalam kamar mandi untuk merendam tubuhnya di bathup dengan air hangat dan lilin aroma terapi yang akan membuatnya lebih relax.
Setelah hampir satu jam Key memanjakan tubuhnya Key segera keluar dengan handuk yang terlilit di tubuhnya, dia segera masuk ke dalam walk in closet miliknya dan memilih pakaian yang akan dia pakai lalu tiba-tiba saja lampu kamarnya menyala dan membuat Key terkejut.
“Aaa!!!” teriak Key saat melihat Bernard yang sedang terpaku melihat tubuhnya yang hanya terbungkus oleh handuk.
“Kenapa om beruang di sini!?” teriak Key.
“Aih kamu berisik sekali sih! Aku ini dari tadi ada di dalam kamarmu sedang tidur, aku terbangun karena mendengar suaramu membuka pitu lemari dengan kencang.” Ucap Bernard.
“Keluar! Om beruang keluar dari sini! Aku sedang mengganti baju!”teriak Key.
“Kenapa? Sebentar lagi kita akan menjadi suami istri dan aku akan melihat semuanya.” Ucap Bernard mencoba untuk mengejek Key.
“Aku kan sudah bilang kalau kamu akan menikah dengan pekerjaanmu bukan menikah denganku!” ketus Key.
“Jangan begitu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku bisa gila jika kamu meninggalkanku.” Ucap Bernard.
“Kalau begitu kamu tidak perlu ke Jepang!”
“Diamlah! Sekarang kamu keluar dulu, aku lelah harus menutupi tubuhku seperti ini!” ketus Key yang sedang menutup tubuhnya di balik pintu lemari yang terbuka.
“Baiklah aku akan keluar, tapi dalam 15 menit aku akan kembali masuk dan kita harus berbicara.” Ucap Bernard yang langsung keluar dari kamar Key.
Setelah melihat Bernard keluar dari kamarnya, Key menghela nafas panjang untuk meredakan kegugupannya, dia benar-benar malu menerima kenyataan kalau Bernard dari tadi berada di dalam kamarnya dan bahkan melihatnya.
“Kenapa dia harus berada di dalam kamarku! Pasti mami, kak Belinda tadi mau memberitahuku tapi mami menghalanginya, ini semua pasti rencana mami!” gumam Key sambil memakai baju tidurnya dengan menahan rasa kesalnya.
Seperti yang di katakan Bernard, 15 menit kemudian dia masuk kembali ke dalam kamar Key dan melihat Key sudah memakai baju tidurnya dan duduk di sofa kamarnya. Key memberinya tatapan yang sangat tajam sehingga mampu membuat Bernard menelan salvilanya.
“Sayang, apa kamu akan terus marah seperti ini?” tanya Bernard dengan nada manjanya.
“Tidak usah bertingkah lucu karena aku tidak akan tertarik dengan kelucuanmu yang garing itu!” ketus Key.
__ADS_1
“Aku tidak bertingkah lucu, emang kamu kira aku ini badut apa?”
Key hanya memutar matanya dengan malas mendengar Bernard yang ingin membujuknya.
“Ayolah Key, aku bekerja untuk mencari uang agar kehidupan kita kedepannya nyaman.” Ucap Bernard.
“Jika kamu mengatakan kepada klientmu kalau kamu akan menikah, dia pasti akan mengerti!"
“Masalahnya dia bukan orang yang seperti itu, dia adalah orang yang tidak kenal ampun dan juga dia tidak akan menerima alasan apapun.” Ucap Bernard.
“Aku juga sudah berkali-kali menyuruh Jonathan membujuknya agar pertemuan itu bisa di wakilkan tapi tetap saja dia tidak mau.” Lanjutnya, namun Key tetap tidak menjawab ucapan Bernard.
Lalu tiba-tiba Bernard tersenyum karena sebuah ide bagus muncul di otak Bernard dan kali ini Bernard yakin kalau Key tidak akan menolaknya.
“Aku janji aku akan memberikanmu kartu timezone di setiap mall yang ada di Jepang dan aku akan mengisi saldonya dengan banyak, setelah kita menikah lagi kita akan berbulan madu di sana dan kamu bisa menikmati semua permainan yang ada di sana.” Ucap Bernard.
“Benarkah!?” tanya Key dengan antusias dan di balas anggukan oleh Bernard.
Mendengar kata timezone membuat Ke membulatkan kedua matanya dengan sempurna, dia sangat antusias dengan tawaran yang di berikan oleh Bernard.
“Ehem! Aku tidak mau, kamu bisa saja berbohong hanya karena aku tidak mau menikah denganmu!” ucap Key mencoba untuk tidak termakan bujuk rayu Bernard.
“Aku tidak akan berbohong, aku akan memoto semua kartu yang aku dapatkan setibanya aku di sana.” Ucap Bernard.
Key menoleh ke arah Bernard dan menyelidiki apakan Bernard sedang berbohong atau tidak.
“Bagaimana ini? Aku tidak ingin mengiyakan secepat ini, tapi kartu timezone itu sangat menggiurkan dan aku tidak bisa menolaknya!” batin Key.
“Papi sudah melarangku untuk membeli kartu itu karena dia bilang aku sudah tidak pantas bermain mainan seperti itu, dia bahkan akan memblokir kartuku dan akan menghentikan butikku jika aku membeli hal semacam itu lagi,, bagaimana ini?” lanjutnya.
“Bagaimana?” tanya Bernard kembali.
“Aku tidak akan memberikan tawaran ini untuk yang kedua kalinya lohh..” lanjutnya.
“Tapi papi sudah tidak mengijinkanku bermain seperti itu lagi!”
__ADS_1
“Kalau kita sudah menikah, kamu adalah tanggung jawabku dan aku akan mengijinkanmu untuk bermain asal kamu bisa membagi waktu untuk bermain dan mengurus keluargamu.” Ucap Bernard kembali.
Mendengar hal itu membuat Key tersenyum bahagia dan menganggukan kepalanya dengan semangat membuat Bernard ikut tersenyum melihat tingkah lucu calon istrinya itu.