MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PIDATO DADAKAN


__ADS_3

Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali


Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi


Sampai aku terbangun kembali dan menyadari


Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri.



Hari ini adalah hari pertama Khansa masuk ke dalam perusahaan suaminya sebagai CEO di perusahaan itu.



“*Perasaan ini berbeda dengan perasaanku saat masuk ke perusahaan ini untuk pertama kalinya*.” Batin Khansa sambil berjalan memasuki perusahaan.



Hari itu Khansa terlihat seperti wanita yang sangat berwibawa karena gaya elegannya. Semua karyawan di sana membungkuk dan menyapa Khansa dengan sangat sopan.



Anita mengantar Khansa ke dalam ruangan Kalandra, semua orang yang ada di perusahaan sudah tau jika Anita adalah sepupu Kalandra dan memiliki saham terbesar ke tiga di perusahaan setelah papa Arnold dan Kalandra.



“Duduklah disini, kursi ini adalah milikmu saat ini sa.” Ucap Anita yang mempersilahkan Khansa untuk duduk di kursi Kalandra.



“Kak, tapi aku benar-benar tidak pantas untuk menduduki kursi ini.” ucap Khansa.



“Sa, apa kamu mau tau sesuatu yang akan membuatmu terkejut dan marah?” tanya Anita.



“Ha? maksudnya kak?” Khansa menjadi semakin penasaran dengan ucapan Anita.


Anita mendekati telinga Khansa dan berbisik.



“Kamu harus tau jika Robert tidak dinyatakan bersalah, semua kesalahannya dijatuhkan kepada Hani. Hani hanya digunakan untuk menjadi kambing hitamnya, dia bebas sekarang sa.


Kamu tau jika Kalandra bahkan tidak mengingat kejadian itu sama sekali, itulah kenapa kamu harus duduk di kursi ini dan mencari bukti untuk menjebloskannya ke dalam penjara.” Bisik Anita yang membuat kedua mata Khansa melebar karena terkejut.



“Hati-hati mata kamu copot tuh.” Canda Anita sambil tersenyum.



“Bagaimana bisa dia tidak bersalah sedangkan otak dari penculikan itu adalah dia!” Khansa merasa sangat kesal mengetahui jika Robert dinyatakan tidak bersalah.



“Bagaimana dengan papa dan mama?” lanjutnya.

__ADS_1



“Itulah kesalahan mereka, dari awal mereka sudah terlalu mempercayai Robert dan tidak pernah melarang Robert melakukan sesuatu, sekarang Robert terlalu berkuasa di dalam dunia gelap, dia memiliki banyak koneksi yang bisa membantunya menghilangkan semua bukti, sedangkan keluarga Kalandra tidak pernah sama sekali menyentuh dunia gelap jadi mereka tidak bisa mempercayai seseorang dari dunia gelap.” Jelas Anita.



“Lalu? Bagaimana aku bisa mengalahkannya jika papa yang berkuasa atasnya saja tidak bisa mengalahkannya.”



“Robert memang berkuasa di dunia gelap, tapi dalam dunia bisnis dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kalandra. Dari dulu Kalandra bisa saja membuat perusahaan yang dipegang Robert bangkrut, tetapi dia tidak melakukannya karena terlalu takut jika orang tuanya akan sedih.



Sekarang ada kamu yang akan menemukan kebenarannya, kamu bisa menjatuhkannya Khansa. Coba bayangkan jika perusahaan yang dia pegang bangkrut, dia akan diturunkan dari jabatannya setelah itu dia tidak akan mendapatkan uang dan tidak bisa membayar orang-orang suruhannya, saat itulah kamu harus menyerangnya secara langsung.”



Khansa yang mendengar ucapan Anita sangat mengerti dengan maksud perkataannya, dan dia sudah bertekad untuk menemukan kebusukan Robert dan membalas kejahatannya karena telah membuat anaknya mengalami trauma.



“Sudahlah, kamu harus bersiap untuk memberikan pidato kepada karyawanmu.” Ujar Anita yang membuat Khansa terkejut.



“A,,apa kak!? Kakak kenapa ga bilang kalo aku harus memberikan pidato? Aku bahkan tidak mempersiapkan apapun.” Ucap Khansa yang mulai merasa panik.



“Kamu hanya harus mengucapkan apa yang ada di dalam hatimu sa, aku yakin kamu mampu.”




“Yaampun bagaimana ini? apa yang harus aku bicarakan nanti? Karyawan di perusahaan ini sangat banyak.” Gumam Khansa.



Khansa memiliki waktu 30 menit sebelum dia melakukan pidato kepada seluruh karyawan, Khansa memanfaatkan waktunya untuk memikirkan kata-kata yang akan dia bicarakan di depan semua orang.



30 menit berlalu dengan begitu cepat, Anita kembali ke dalam ruangan dan memanggil Khansa untuk menuju ke lobby kantor.



“Duh kak, kakak yakin aku ga akan melakukan kesalahan kan?” tanya Khansa.



“Kalau kamu bahkan tidak yakin akan dirimu sendiri bagaimana aku yakin kepadamu sa?”



“Aku janji aku tidak akan mengecewakanmu kak.” Tegas Khansa.


__ADS_1


Anita yang berjalan di depan Khansa hanya tersenyum dalam diam karena dia berhasil membuat kepercayaan diri Khansa tumbuh secara perlahan.



Didepan semua karyawan, Khansa berdiri di tempat yang sudah di sediakan. Khansa menatap seluruh karyawan yang ada di sana dan menyadari jika perusahaan itu adalah perusahaan yang sangat besar hingga bisa mempekerjakan ratusan bahkan ribuan karyawan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1604936626954.jpg)



“Assalamualaikum dan selamat pagi untuk kalian semua, saya tau jika banyak dari kalian yang sudah mengenal saya tapi saya akan memperkenalkan diri secara resmi sekarang.”



“Saya, Khansa Olivia Kalandra saya adalah istri tuan Kalandra sekaligus CEO sementara di perusahaan ini. pertama-tama sebagai seorang istri, saya ucapkan banyak terimakasih karena sudah berada di sisi suami saya secara tidak langsung, karena kalian lah suami saya bisa berada sampai sesukses ini, sebenarnya kalianlah yang harus dipuji atas kerja kerasnya bukan suami saya, saya harap kalian akan tetap mendukung dan berada di sisi suami saya selamanya.”



“Kedua, saya tau mungkin kalian berfikir sangat tidak adil jika kalian yang sudah bersusah payah mengejar pendidikan tinggi dan hanya untuk bekerja sebagai karyawan biasa sedangkan saya? Saya hanya seorang anak kecil lulusan SMA yang tiba-tiba ditunjuk untuk menjadi seorang CEO perusahaan yang berisi orang-orang hebat seperti kalian.”



“Jujur saya juga terkejut karena ditunjuk untuk menjadi seorang CEO, tapi saya tidak ingin mengecawakan orang-orang yang sudah mempercayai saya, jadi saya sangat berharap kalian bisa menerima saya dan mau mendukung saya seperti kalian mendukung suami saya. Mari kita membangun kerjasama yang baik selama saya menjadi CEO sementara di perusahaan ini. Sekian dari saya, saya ucapkan terimakasih banyak kepada kalian semua yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mendengar ocehan tidak berguna saya ini hehe.”



Semua karyawan memberikan tepuk tangan dan bersorak untuk Khansa, banyak karyawan yang mendukung dan menerima kehadiran Khansa.



Khansa memberikan pidato dengan sangat lancar dan santai dengan selipan candaan yang membuat semua orang tertawa. Anita sedikit terkejut karena Khansa mampu membawakan pidato lebih bagus dari yang dia bayangkan.



“*Andra benar, dia sangat memiliki kemampuan di dunia ini*.” batin Anita sambil tersenyum memandang Khansa yang masih berdiri di tempatnya.



Rumah Sakit


“Bagaimana? Apakah dia sudah melakukan pidatonya?” tanya Kalandra kepada Edo.


Klandra menyuruh Edo untuk berada di sampingnya sedangkan Anita akan berada di samping Khansa selama Khansa menggantikannya menjadi CEO sementara.


“Sudah Ndra, lihatlah ini.” Edo memberikan laptop yang sudah tersambung dengan salah satu kamera yang ada di lobby perusahaannya.


Kalandra tersenyum mendengar semua pidato yang diberikan oleh istrinya itu. Dia sangat tersentuh karena Khansa mengucapkan terimakasih atas diriku dan meminta karyawannya selalu mendukungnya.



“Jadi aku memang benar-benar sangat mengenalnya sehingga penilaianku padanya tidak salah.” Ucap Kalandra sambil tersenyum penuh arti.


“Tentu saja, bukan hanya mengenalnya tapi kamu juga sangat mencintainya Ndra.” Ketus Edo.


Kalandra melirik ke arah Edo dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.


“Terus bimbing dia, aku yakin dia mampu terjun di dunia bisnis nantinya.” Pinta Kalandra.

__ADS_1


Edo hanya mengangguk menyetujui perkataan bos sekaligus sahabatnya itu.


“Apa aku benar-benar mencintainya? Itulah kenapa jantungku berdebar setiap berada di dekatnya, aku sangat kesal jika ada laki-laki lain yang merayunya. Aku jadi semakin ingin mengetahui seberapa besar rasa cintaku kepadanya dulu.” Batin Kalandra yang masih melihat Khansa lewat layar laptopnya.


__ADS_2