MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEKHAWATIRAN EDO


__ADS_3

“Ada kesedihan dan rasa sakit dalam kehidupan setiap orang. Namun pada waktunya nanti akan ada sinar yang melelehkan kesepian di dalam hati, seperti hangatnya sup dan lembutnya tempat tidur.”



Semua orang sudah berkumpul di rumah Kalandra dan Khansa, mereka semua sangat bersemangat karena adanya kabar dari Kenan.



“Ndra, kamu beneran udah dapet kabar dari Kenan?” tanya Ryan yang baru saja datang.



“Khansa ya dapet kabar, makanya duduk dulu biarkan Khansa menceritakan semuanya.” Jelas Kalandra.



Setelah memastikan semua orang sudah berkumpul di rumahnya, Kalandra menyuruh istrinya untuk menceritakan semua kejadiannya dari awal.



“Oke jadi pertama-tama sasa mau minta maaf buat mas Andra.” Ucap Khansa.



Kalandra yang tidak tahu apa-apa itupun menjadi bingung dengan perkataan istrinya.



Akhirnya Khansa menceritakan semuanya secara rinci, mulai dari bagaimana dia mendapatkan nomer telfon Hani, bagaimana akhirnya dia menelfon Hani dan berbicara dengan Kenan.



“Jadi dari awal mas Andra cerita kalo dia mencurigai dua orang itu aku udah ngerasa kalo Hani adalah salah satunya, dan Kenan juga bilang ada seorang laki-laki yang bareng sama Hani tapi dia ga bilang itu siapa. Sepertinya Kenan juga ga kenal sama orang itu. Aku gatau siapa Robert tapi aku yakin kayaknya mereka bekerja sama untuk nyulik Kenan.” jelas Khansa.



Kalandra mengusap wajahnya sambil menghela nafas.



“Sayang, pertama aku sangat berterimakasih karena kamu udah mau jujur sama aku, tapi aku mohon jangan pernah ngelakuin hal kayak gini lagi. Aku ga mau kamu kenapa-kenapa oke?” ucap Andra.



Khansa mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.



“Tapi kalo Robert juga dalang semua ini masa iya Kenan ga kenal dia?” tanya Ryan.



“Kenan sangat mengenal Robert, setiap kerumah papa dulu Kenan paling ga mau deket sama Robert.” Ucap Kalandra.



“Emang Robert siapa sih mas?” Tanya Khansa yang masih tidak mengetahui siapa itu Robert.



“Kakak tiriku. Dia di asuh oleh orang tuaku sejak kecil.”



“Berarti Kenan pasti akan langsung mengenal Robert mas, kecuali jika Robert bersembunyi dibalik seseorang.”



“Atau dia menyamar sebagai orang lain.” Lanjut Rose.



Semua orang yang ada disana melihat ke arah Rose secara bersamaan seperti meminta penjelasan dari perkataannya.

__ADS_1



“M,,maksudnya bisa jadi lelaki itu menyamar menjadi orang lain saat bertemu Kenan, apalagi tempatnya adalah gudang yang gelap dan dalam keadaan seperti itu anak kecil tidak akan melihat penculiknya secara teliti karena terlalu takut.” Rose menjelaskan maksud dari perkataannya.



“Pertama kita harus cari semua gudang didekat sekolah yang letaknya jauh dari jalan karena aku tidak mendengar suara kendaraan saat menelfonnya. Dan Kenan bilang dia juga ga denger ada suara air atau lainnya.” Ucap Khansa.



Mereka semua dengan segera bangun dan melakukan pencarian termasuk Kalandra.



“Tunggu!..” ucap Khansa yang membuat semua orang berhenti melakukan aktifitasnya dan menoleh ke arah Khansa.



“Tolong bawa anakku kembali dengan selamat dan tolong kalian selalu berhati-hati, aku gamau ada korban lain saat melakukan penyelamatan anakku.” Ucap Khansa dengan tulus.



Semua orang yang ada disana tersenyum mendengar ucapan tulus dari Khansa.



“Kak, aku boleh peluk kakak?” tanya Rose.



“Tentu Rose dengan senang hati.” Ucap Khansa sambil merentangkan kedua tangannya.



Rose dengan segera memeluk Khansa dengan erat dan mengelus punggung Khansa.




“Kak, aku sangat senang dan sangat beruntung karena dipertemukan dengan seseorang sebaik dan setulus kakak. Jika ada sesuatu yang terjadi kepadaku, jangan menyalahkan diri kakak karena apa yang aku lakukan itu adalah keinginanku.” Ucap Rose yang membuat semua orang yang ada disana terkejut termasuk Ryan.



Ryan yang mendengar ucapan Rose hanya tersenyum tidak menyangka jika gadis yang menurutnya kekanakan itu bisa berbicara setulus itu.



Khansa melepas pelukan Rose dan menggelengkan kepala.



“Engga Rose, aku ga akan biarin adikku kenapa-kenapa. Ada banyak orang yang akan menjagamu.” Ucap Khansa.



Rose tersenyum mendengar ucapan Khansa karena Khansa menganggapnya sebagai adiknya. Hubungan Rose dan Khansa sudah semakin dekat walaupun mereka baru mengenal beberapa hari yang lalu.



“Gimana? Udah kekumpul semua informasi tentang gudang itu?” tanya Kalandra.



“Sudah Ndra, gudang terbengkalai di sekitar sekolah Kenan hanya ada sedikit, kita bisa menyelidikinya satu per satu secara diam-diam jadi kita tidak memerlukan bantuan polisi untuk saat ini.” Ucap Ryan.



“Bagus, aku juga tidak ingin meminta bantuan polisi untuk saat ini karena akan semakin rumit urusannya. Dan satu hal lagi, jangan sampai orang tuaku dan orang tua Khansa tau tentang hal ini, jika tidak mereka akan sangat khawatir.” Ucap Kalandra.



Karena kondisi Khansa sedang tidak memungkinkan karena dia sedang hamil jadi Khansa tinggal dirumah bersama dengan Rose dan Lila.

__ADS_1



Edo dan Riko ditugaskan Kalandra untuk memantau perusahaan karena takut Robert akan memanfaatkan situasi ini untuk menyerang perusahaannya.



Kalandra pergi bersama Ryan untuk memantau gudang di sekitar sekolah Kenan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1604419614338.jpg)



Khalandra mengajak Anita bersamanya tapi tetap diam di dalam mobil, tugas Anita adalah agar dia bisa memeriksa jika ada salah satu dari mereka yang terluka.



Kalandra juga membawa bodyguard terbaiknya untuk ikut bersama dengannya, begitu juga Ryan yang membawa bodyguard terbaiknya.



Perusahaan Kalandra


Edo dan Riko sedang memantau pergerakan Robert di ruangan Edo, mereka memantau dengan sangat teliti dan juga khawatir akan keselamatan teman-temannya.


“Apa mereka akan baik-baik saja pak Edo? Apa tidak lebih baik jika polisi ikut turun tangan langsung?” tanya Riko.


“Tidak, jika polisi ikut terlibat semuanya akan berantakan. Karena Robert memiliki kekuasaan pada pihak kepolisian jadi dengan mudah dia bisa menutup kasus ini.”


“Lalu bukankan mereka juga tidak bisa menghukum siapapun jika tidak dibantu oleh kepolisian?”


Edo menoleh ke arah Riko dan tersenyum.


“Kamu belum mengerti bagaimana sifat Kalandra. Hukumnya lebih berbahaya dibandingkan dengan hokum polisi.” Ucap Edo.


Riko yang masih tidak mengerti maksud dari perkataan Edo itu hanya mengangguk tanpa mengerti apapun.


Drrrtt,, drrtt,,


Edo menatap ke arah hp Riko yang berbunyi berada di hadapannya.


“Ko, hp kamu bunyi tuh.” Ucap Edo


“Ah iya ini dari Lila, sebentar ya pak.” Riko ijin untuk mengangkat telfonya di luar ruangan.


Setelah beberapa saat, Riko kembali ke dalam ruangan dan duduk kembali di sebelah Edo.


“Bagaimana keadaan disana?” tanya Edo.


“Karena Khansa dan Lila sedang hamil, mereka menunggu di rumah bersama Rose. Sedangkan pak Andra dan pak Ryan menuju ke lokasi bersama bodyguardnya dan dokter Anita untuk berjaga-jaga takut ada yang terluka.” Ucap Riko.


Edo yang mendengar Anita ikut bersama Andra dan Ryan seketika panik dan segera menelfon Andra.


“Halo Ndra? Anita beneran ikut kalian?” tanya Edo dengan nada meninggi.


“Iya do, aku membutuhkan dia, aku takut jika salah satu dari kami ada yang terluka.”


“Anita itu perempuan Ndra, gimana bisa kamu ngijinin dia ikut melakukan tugas yang berbahaya.”


Seketika Anita mengambil hp Kalandra dan berbicara dengan Edo.


“Halo do, aku tau kamu mengkhawatirkanku tapi tenanglah aku bukan wanita lemah seperti yang kamu bayangkan.”


“Tapi tetap saja kamu seorang wanita dan aku mengkhawatirkan keadaanmu!” tegas Edo.


“Sudahlah, percaya kepadaku aku berjanji tidak akan terluka sedikitpun.” Ucap Anita langsung menutup telfon tanpa mendengarkan jawaban dari Edo.


Edo yang mengetahui jika telfonnya di matikan oleh Anita menjadi kesal dan ingin sekali menyusul mereka tapi dia memiliki tugas yang harus di jalankan.



“Aish dasar wanita keras kepala. Semoga saja kalian semua akan baik-baik saja dan tidak akan ada salah satu dari kalian yang terluka.” Batin Edo yang tetap memikirkan keadaan Anita.

__ADS_1


__ADS_2