
Cinta menjadikan kita sempurna. Namun cinta tidak butuh seseorang yg sempurna. Kesempurnaan bisa di dapati ketika bisa saling menyeimbangi.
Kenan yang baru tiba di lobby perusahaan langsung melihat adik perempuannya sedang di pegangdan di seret oleh satpam.
“Lepaskan dia!!!” teriak Kenan hinggamembuat semua karyawan terkjut dan melihat ke arah atasannya itu.
Satpam yang mendengar teriakan seseorang segera melihat ke asal suara dan segera melepaskan pegangannya dari tangan Key setelah mengetahui siapa yang berteriak.
“T,,tuan Kenan..” ucap satpam tersebut.
“Bisa-bisanya kalian menarik pacarku seperti kambing! Dia ini adalah putri di rumahnya, bagaimana bisa kalian menarik-narik pacarku seperti itu!” ujar Kenan dengan nada yang tinggi.
Key yang mendengar abangnya memamerkannya sebagai pacar itu hanya bisa melongo dan menggelengkan kepalanya.
“*Aduh ternyata abangku bodoh sekali! aku kan sudah bilang jika aku mengenalkan diri sebagai adik sepupunya*.” Batin Key.
Kenan melepaskan pegangan satpam itu dari lengan adiknya lalu menarik Key dan merangkulnya, Key juga hanya diam saja melihat tingkah abangnya yang menurutnya sangat bodoh itu.
“Bang, adik sepupu..” bisik Key.
“Biarlah, terlanjur!” balas Kenan.
Tidak jauh dari sana, Belinda mendengar secara langsung jika Kenan mengenalkan seseorang sebagai pacarnya.
Belinda tidak bisa melihat wanita itu dengan jelas karena terhalang oleh karyawan yang lain, namun setelah berusaha sekuat tenaga untuk maju ke depan Belinda langsung terkejut karena melihat Kenan yang sedang merangkul Key yang baru saja dia kenal di depan perusahaan.
“*Pacar? Bukankah tadi Key bilang akan memberi kejutan untuk abangnya? Tapi tidak mungkin juga Kenan berpacaran dengan wanita yang masih kecil. Aku harus mencari tau kebenaran tentang hubungan mereka*.” batin Belinda.
Sedangkan di sisi lain Diana yang menyusul Kenan dari belakang terkejut dan kesal mendengar pengakuan Kenan jika wanita di sebelahnya adalah pacarnya.
“*Katanya adik, tapi kenapa dia bilang jika gadis ingusan itu adalah pacarnya*!” batin Diana dengan tangan yang di silangkan di dadanya.
Setelah selesai mengkonfirmasi kepada semua karyawan akhirnya Kenan membawa Key ke ruangannya, Diana yang melihat jika Kenan akan kembali ke ruangannya akhirnya Diana segera naik lift menuju ruangan Kenan dan menunggunya di sana.
“Bang, abang Kenan ini kenapa lola sekali sih! Tadi kan di telfon Key sudah bilang kalau Key adik sepupu abang, lalu kenapa abang malah bilang Key pacar abang?!” tanya Key dengan bibir yang di majukan.
__ADS_1
“Lola itu apa?” tanya Kenan.
“Loading lama!” ketus Key.
Kenan menarik bibir Key yang sedang manyun itu hingga membuat Key meringis kesakitan.
“Abang!!!!” teriak Key.
“Kamu ini! tadi itu kan mendadak, jadi abang asal bilang aja kalau kamu pacar abang! Seharusnya abang yang marah sama kamu, kenapa jam segini kamu sudah pulang? Apa kamu bolos kuliah!?” selidik Kenan.
Key lupa jika dirinya di usir dari kelas dan memutuskan untuk pergi ke perusahaan abangnya, Key langsung mengubah mimik wajahnya dan tersenyum manis kepada abangnya.
“Duh abangku yang paling ganteng… harusnya abang senang dong kalau adikmu yang cantik ini mengunjungimu..” ucap Key dengan nada lebaynya.
Kenan yang melihat adiknya mulai merayunya itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Hingga pintu lift terbuka dan mereka berdua keluar dari lift lalu masuk ke dalam ruangan Kenan.
Di dalam ruangan, Diana sudah menunggu kedatangan mereka dengan wajah ketusnya hingga membuat Key terkejut melihatnya.
“Ah iya kenalkan dia..” perkataan Kenan terputus karena Diana tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.
“Kamu bilang kamu ingin menjemput adikmu di bawah, tapi kenapa kamu mengenalkannya kepada karyawanmu sebagai pacarmu!? Jadi sebenarnya dia itu siapamu!” bentak Diana.
“Duh nenek lampir! Kamu ini sebenarnya pacar abangku atau satpam abangku!? Cerewet sekali, apa tidak bisa kamu megecilkan suaramu?” ketus Key.
“Key, sopanlah kepada yang lebih tua!” tegas Kenan.
“Bang, Key tau jika kita harus sopan dengan yang lebih tua. Tapi bukankah dia harus menghormati yang lebih muda juga jika ingin di hormati? Bukankah papi bilang seperti itu? Lalu apa yang harus aku hormati dari wanita sombong yang ada di hadapanku ini!?”
Kenan tidak menjawab perkataan Key sama sekali karena dia tau jika adiknya itu memang suka ceplas-ceplos jika tidak menyukai seseorang.
“Bang, apa abang benar-benar menyukai wanita ini? bagaimana jadinya jika abang menikah dengan wanita yang berani membentak prianya?” tanya Key.
Diana terkejut mendengar ucapan Key, dia tidak menyangka jika Key berbicara seperti itu kepada Kenan.
__ADS_1
“*Sialan. Bagaimana bisa gadis ingusan ini berbicara seperti itu kepada Kenan. Bagaimana jika Kenan menilaiku jelek*.” batin Diana sambil melirik Kenan untuk melihat ekspresi wajahnya.
Sedangkan Kenan sedang berfikir keras, dia baru menyadari jika selama ini Diana memang sering membentaknya dan selalu ingin di turuti keinginannya.
Jepang
“Apa!? Kamu mau menjadi sekretaris Kenan?” tanya Bernard kepada Belinda lewat telfon.
“Iya, kenapa memangnya jika aku ingin menjadi sekretarisnya?” tanya Belinda.
“Bel, aku menyuruhmu ke Indonesia untuk melihat keadaan perusahaan kita yang ada di sana bukan malah melamar pekerjaan di perusahaan Kenan.”
“Kau saja yang mengurus perusahaan di Indonesia! Aku ingin bekerja di sana titik!”
“Apa kamu masih memiliki perasaan kepadanya?”
“Karena itu aku ingin membuktikan sendiri bagaimana sebenarnya perasaanku kepadanya kak, apakah hanya sekedar kagum atau memang benar-benar mencintainya.” Ucap Belinda.
“Cinta-cinta,, makan tuh cinta! Awasa aja kalau kamu nanti sakit hati!”
“Diamlah! Kamu tau apa tentang cinta! Kamu seharusnya urus saja wanita pilihan mama dan segera menikahlah!” ketus Belinda lalu mematikan telfonnya.
Bernard yang menyadari jika kembarannya itu sudah menutup telfonnya langsung berdecak kesal, selama ini Bernard sudah menyuruh Belinda untuk melupakan Kenan, walaupun Kenan adalah sahabat baik Bernard tapi dirinya juga tidak ingn jika adiknya sakit hati karena sahabatnya sendiri.
“Aku hanya tidak ingin jika kamu sakit hati oleh sahabatku dan membuatku membenci sahabatku sendiri.” Batin Bernard sambil memijat keningnya.
Tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka dan muncul seorang wanita paruh baya di hadapannya.
“Hai sayang!!!” ucapnya.
Bernard melihat ke arah wanita itu dan menghela nafas panjang dan merasa jika kepalanya semakin terasa pusing.
“Hai ma.” Ucapnya dengan senyum yang di paksakan.
“Kamu ini! kenapa tidak pernah menghubungi Tania!?” ucap mama Bernard.
“Tania siapa sih ma??”
“Anak teman mama yang mau mama kenalkan kepadamu!”
“Oh jadi namanya Tania..” ucap Bernard cuek.
“Yaampun! Mama ini sudah mengenalkan kalian seminggu yang lalu, bagaimana kamu melupakan namanya!”
“Sudahlah ma, Bernard pusing masih ada kerjaan jangan ngajak ribut dulu!”
“Nomong-ngomong. Kemana anak cantik mama? Sudah berapa hari mama tidak melihatnya.” tanya mama Bernard.
“Dia di Indonesia!”
“Oh,, di Indonesia toh..” “Tunggu, apa!? Indonesia? Sedang apa dia di sana? Kenapa kamu mengijinkannya!? Apa kamu tidak tau jika berbahaya membiarkan anak perawan sendirian pergi ke luar negeri!”
“Belinda sudah besar ma, biarkan dia menikmatinya sebelum mama jodohkan dengan anak teman mama lainnya!”
“Ish kamu ini! mama ga mau tau, pokoknya kamu harus menyusulnya sekarang juga!” perintah mama Bernard.
“Tapi ma., pekerjaan Bernard masih banyak.”
“Right now Bernard!!” bentak mama Bernard.
Bernard hanya menghela nafas panjang dan mengangguk mengiyakan ucapan mamanya lalu segera menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan penerbangannya ke Indonesia malam ini.
__ADS_1
“Belinda menyusahkan saja!” batin Bernard yang baru saja menaruh hpnya kembali.