MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (PENGAKUAN)


__ADS_3

Kadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi.




Hari ini adalah hari lamaran Belinda, seluruh pelayan dan anggota keluarga di rumah Belinda sibuk untuk menyiapkan semuanya.



Key juga sudah menggunakan pakaian yang membuatnya semakin cantik untuk menghadiri acara lamaran abangnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610946189048.jpg)



“Key, apa orang tuamu akan menyukai makanan yang kita sajikan?” tanya mama Bernard.



“Tante tenang saja, keluarga Key tidak pernah memilih-milih makanan kok, jadi mereka pasti suka dengan makanan yang sudah tante sajikan.” Ucap Key mencoba untuk menenangkan mama Bernard.



“Baguslah kalau begitu,, lalu Lana dan Jonathan apakah mereka sudah membeli bunga yang tante suruh?” tanya mama Bernard.



“Mereka sudah berangkat tapi masih belum pulang mungkin sebentar lagi tante.” Ucap Key.



“Ma, sudahlah jangan terlalu berlebihan karena ini baru lamaran, setelah ini baru kita harus menyiapkan sesuatu yang megah saat pertunangan mereka.” Ucap Bernard.



“Iya tante, sekarang yang datang hanya keluarga besar Key kok bukan rekan bisnis dan lainnya jadi tante istirahat dulu saja ya.” Sambung Key sambil menuntun mama Bernard duduk di sofa.



Mama Bernard menuruti perintah Key dan Bernard untuk duduk dan beristirahat.



“Tante tidak ingin mengecewakan keluarga kamu Key..” ucap mama Bernard.



“Tante,, tante tidak usah khawatir mengenai hal itu, keluarga Key itu tidak pernah melihat sambutan yang megah, atau makanan yang mewah, mereka datang ke sini dengan niat yang tulus untuk menjadikan kak Belinda menantu di rumah kami, jadi cukup menyambut mereka dengan tangan terbuka dan itu sudah lebih dari cukup untuk keluarga Key.” Jelas Key dengan lembut.



“Tante beruntung karena anak-anak tante mendapatkan pasangan dari keluarga yang saling menghargai satu sama lain. Ada banyak keluarga kaya yang hubungannya tidak akur karena saling memperebutkan harta warisan orang tuanya, namun keluarga kalian berbeda dan itulah yang membuat keluarga kamu di hormati.” Ucap mama Bernard.



“Tante terlalu memuji keluarga Key loh.” canda Key yang di akhiri dengan tawa mereka berdua.



“Tante itu bicara fakta Key,,”



“Iyadeh iya tante,, pokoknya tante istrahat aja ya biar Key yang memantau persiapannya. Oh iya om kemana tante? Kok Key ga lihat?” tanya Key yang menanyakan keberadaan papa Bernard.



“Entahlah, mungki masih berada di kamar atau di ruang kerjanya Key.” Ucap mama Bernard.



Key hanya menjawab ucapan mama Bernard dengan anggukan kepala dan pergi meninggalkannya untuk mencari keberadaan papa Bernard.



“Key..” panggil Bernard.



“Eh om beruang, ada apa om?” tanya Key.



“Kamu mau ke mana Key?” tanya Bernard.



“Mau liat papanya om beruang, kenapa?”



“Ikut aku yuk, ada yang mau aku omongin.”



“Nanti ya om, Key mau lihat papa om beruang dulu.”



“Biarkan saja, paling papa lagi meratapi nasib karena sebentar lagi anak perempuannya di lamar orang.”


__ADS_1


“Justru karena itu aku mau menghiburnya, nanti aja kita ngomongnya oke? Bye..” Ucap Key yang langsung meninggalkan Bernard.



“Key..” panggil Bernard namun tetap tidak di gubris oleh Key.



Key yang sudah berada di depan ruang kerja papa Bernard berusaha mengetuk pintu dengan perasaan sedikit ragu.



“Om..” panggil Key dengan perlahan.



“Masuklah Key.” Ucap papa Bernard.



Key yang mendengar suara papa Bernard membuka pintu dengan perlahan.



“Ada apa Key?” tanya papa Bernard.



“Key mau menemani om, Key tau pasti om sedang bersedih karena kak Belinda akan di lamar. Key berjanji akan selalu menjaga kak Belinda dan Key juga janji tidak akan membiarkan abang menyakiti kak Belinda.” Tegas Key.



“Kamu ini lucu sekali Key, om yakin kok kalau keluarga kalian akan menjaga Belinda dengan sangat baik. Tapi om hanya merasa waktu berjalan dengan sangat cepat, baru kemarin sepertinya om menggendong tubuh mungil Bernard dan Belinda dan mendengar suara tangis mereka tapi sekarang mereka berdua sudah semakin besar dan akan memiliki keluarga sendiri.” Ucap papa Bernard.



“Key yakin pasti kak Belinda dana bang akan sering mengunjungi om dan tante di sini.” Ucap Key.



“Bagaimana kalau kamu menjadi menantu di rumah ini dan menjadi anak perempuan om dan tante? Pasti rumah ini akan ramai.” Ucap papa Bernard tiba-tiba.



“Ha? om Key ini masih kuliah loh, Key bahkan belum pernah berfikir mengenai pernikahan.” Ucap Key dengan senyum getir.



Drrtt,, drrtt..



Hp Key berbunyi di sela-sela pembicaraannya dengan papa Bernard, Key melihat layar hpnya dan terpampang nama abangnya di sana.




Papa Bernard hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu Key.



Di luar, Key segera mengangkat telfon dari abangnya. Key juga ingin menanyakan keberadaan abang dan keluarganya.



“Halo abang.” Ucap Key.



“Halo Key, apa kamu sudah bilang kepada orang tua Belinda kalau kami akan ke sana?” tanya Kenan.



“Sudah bang, di sini kami sedang sibuk menyiapkan semuanya untuk acara lamaran abang dan kak Belinda.” Jelas Key.



“Baguslah, soalnya Belinda bilang kalau dia lupa mengabari orang tuanya.”



“Sudah siap semua kok bang, abang tenang saja.” ucap Key menenangkan abangnya.



“Oh iya, abang sudah sampai di Jepang kan? Jam berapa abang dan yang lain ke sini?” tanya Key.



“Kami sudah siap, hanya saja masih menunggu Ken.”



“Ken juga datang?” tanya Key dengan nada terkejut.



“Iya, kemarin dia sampai di Jepang.”



“Apa nenek Alisha dan nenek Lia datang? lalu Elsa dan Rey?” tanya Key.


__ADS_1


“Tentu saja mereka semua datang.”



“Wah akhirnya kita berkumpul semua ya bang, jarang-jarang loh kumpul kayak gini.”



“Iya kamu benar Key, abang senang sekali keluarga kita bisa kumpul semua.”



“Yasudah bang, matikan dulu ya soalnya Key masih mau membantu untuk menyiapkan makanan.” Ucap Key lalu mematikan telfonnya.



Di bawah, Bernard sudah menunggu Key untuk membicarakan sesuatu kepada Key.



“Key,,” Bernard langsung menghampiri Key yang baru saja menuruni tangga.



“Yaampun om beruang ada apa sih?”



“Aku mau bicara.”



“Nanti aja ya, kita masih sibuk loh.”



“Tidak! Tidak bisa nanti harus sekarang!” tegas Bernard yang langsung menarik tangan Key untuk mengikutinya.



Bernard membawa Key ke taman belakang rumahnya, Key merasa heran dengan sikap Bernard karena sepertinya Bernard memang benar-benar ingin membicarakan hal penting.



Bernard merapihkan dasinya terlebih dahulu sebelum berbicara kepada Key.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610946189044.jpg)



“Ada apa sih om beruang, sepertinya ada hal penting yang mau om beruang bicarakan.” Ucap Key.



“Memang ada! Aku ingin membicarakan hal yang sangat penting!”



“Sebenarnya apa yang mau om beruang bicarakan?”



“Ayo kita batalkan perjanjian kita!” tegas Bernard yang membuat Key terdiam seperti patung.



“A,,apa om? Maksudnya kita sudah tidak perlu terikat perjanjian?” tanya Key.



Sebenarnya, mendengar kata-kata itu dari mulut Bernard membuat hatinya sakit, Key juga tidak mengerti kenapa seperti itu tapi dia merasakan sesak di dadanya.



“Iya Key, aku sudah muak dengan semua perjanjian kita.”



“Baiklah kalau begitu, setelah acara abang dan kak Belinda aku akan ikut orang tuaku pulang ke Indonesia.” Ucap Key dengan senyum getir.



“Kenapa? Kenapa kamu harus pulang ke Indonesia?”



“Lalu? Kemana aku harus pulang saat aku sudah tidak di butuhkan lagi?”



“Aku selalu membutuhkanmu Key!”



“Untuk apa membutuhkanku? Bukankah om beruang sudah memiliki wanita lain makanya om beruang membatalkan perjanjian kita?” tanya Key.



“Tidak! Aku tidak memiliki wanita lain!”



Key hanya melirik tajam ke arah Bernard lalu menggelengkan kepalanya sambil berbalik ingin meninggalkan Bernard.

__ADS_1



“Aku menyukaimu Keyla!” teriak Bernard yang membuat Key menghentikan langkahnya.


__ADS_2