
Setelah pemeriksaan Khansa kemarin, Kalandra selalu menemani Khansa untuk melakukan pemeriksaan dan bahkan ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan untuk melihat kedua anak mereka.
“Aku seneng banget ternyata kita akan mempunyai 2 anak sekaligus. Pasti mama seneng banget deh kalo tau dia akan memiliki 2 cucu sekaligus.” Ucap Kalandra antusias.
“Mama sudah tau mas”
“Ha? kok bisa? Kapan?”
“Kan pas itu aku periksa sama mama mas, ya dia tau Cuma aku bilang ke mama jangan bilang kamu dulu aku mau kasih kejutan buat kamu”
“Kamu jahat, masa papinya sendiri ga di kasih tau kalo anaknya ada 2?”
“Iya maaf mas.”
Ring,,,ring,,
“Halo..” ucap Khansa yang baru saja mengangkat telfonnya yang berdering.
“Halo kak, kak sasa dimana?”
“Ada apa Leo?”
“Suruh Kenan tidur dirumah dong kak, Leo sendirian dirumah nih” ucap Leo kepada kakaknya
“Engga! Bahaya kalo kamu sendiri yang ngerawat Kenan, yang ada sama kamu diajak main game sampe malem. Emang ibu sama ayah kemana?”
“Ibu sama ayah lagi jenguk sepupunya di jogja, mungkin 5 hari disana. Masa kakak tega ngebiarin aku sendirian disini"
“Ntar kakak telfon lagi”
Khansa langsung mematikan telfon dari adiknya itu.
“Leo sayang?”
“Iya mas, dia mau ngajak Kenan tidur dirumahnya soalnya ayah sama ibu lagi ke jogja jenguk kerabatnya yang sedang sakit sekitar 5 hari.”
“Aku tau kamu gaakan ngebolehin Leo menjaga Kenan dirumah sendiri, gimana kalo kita suruh Leo yang menginap dirumah kita? Toh Leo masih belum pengumuman penerimaan di kampus kan? Aku akan mengajaknya ke perusahaan untuk mempelajari beberapa masalah perkantoran” ucap Kalandra
“Oh iya benar, aku akan menyuruhnya menginap disini. Tapi untuk apa dia ke perusahaan mas?”
“Aku ingin mengajarkannya bisnis sayang, siapa tau sebelum dia selesai kuliah dia bisa menguasai masalah perusahaan jadi aku bisa mempekerjakan dia di perusahaan cabangku, dia bisa kuliah sambil bekerja.”
“Apa tidak terlalu dini untuk memutuskan hal itu mas?”
“Tidak sayang, mas percaya Leo mampu menjalankan perusahaan mas kedepannya."
“Baiklah mas, aku akan menyuruh Leo menginap disini. Dan untuk pekerjaan, kamu yang harus bicara langsung dengannya.”
“Siap sayangku.”
Khansa kembali menelfon Leo untuk menyuruhnya menyiapkan perlengkapannya untuk menginap dirumahnya dan akan dijemput dengan pak Asep.
Leo sangat antusias jika disuruh menginap dirumah kakak iparnya itu karena disana dia bisa melakukan apapun yang ia suka, dirumah Andra ada sebuah ruangan khusus yang berisi game-game terbaik dan tercanggih karena sebenarnya Kalandra pun sangat menyukai game namun Khansa selalu membatasi waktu bermain suami dan anaknya itu.
“Assalamualaikum..”
“Waalaikumsamam..” jawab Khansa dan Kenan.
Leo sudah berada di rumah kakak iparnya, Kenan yang melihat kedatangan Leo langsung menghampirinya dan memeluk Leo.
__ADS_1
“Om Leo, Kenan kangen banget sama om Leo..” ucap Kenan antusias.
“Om Leo juga kangen banget sama Kenan.”
“Kamu sudah datang Leo? Udah makan belum?” tanya Khansa
“Udah kok kak tadi, ibu nyiapin nugget di kulkas jadi Leo tinggal goreng aja.”
“Kak Andra mana kak?” tanya Leo yang tidak melihat keberadaan kakak iparnya.
“Ya kerja lah, masa mau dirumah terus sih.”
Kenan langsung menggandeng tangan Leo dan menariknya untuk mengikutinya ke kamar.
“Jangan main game terus ya kalian, awas aja kalo ketauan..” teriak Khansa mengingatkan anak dan adiknya.
Khansa tersenyum melihat Kenan yang sangat dekat dengan adiknya itu.
“Simpan dulu aja bi, nanti di angetin lagi buat makan malam, sayang kalo di buang bi. Satu lagi, bibi kalo kita lagi berdua panggil sasa aja..”
Bi Rini hanya tersenyum mendengar rengekan majikannya itu tanpa menjawab apa-apa. Padahal Khansa sudah sering sekali menyuruh para pembatu dirumah itu memanggilnya dengan namanya, tapi tidak pernah didengarkan.
Kantor Kalandra
Kalandra berada di ruangannya bersama dengan Edo sedang membicarakan sesuatu.
“Gimana? Udah ada informasi lagi tentang mereka?” tanya Kalandra kepada Edo.
“Sudah di pastikan mereka memang pernah memiliki hubungan, tapi tidak pernah ada kabar tentang masalah yang diceritakan Hani kepadamu.”
“Benarkah? Apa dia berbohong untuk mencari simpatiku?”
“Mungkin.. wanita itu sangat licik Ndra, kamu harus berhati-hati. Kita tidak tau apakah diam-diam dia masih berhubungan dengan Robert apa tidak.”
“Aku hanya mengkhawatirkan keluargaku.” Ucap Kalandra sambil menatap lurus kedepan.
“Oh iya do, besok mungkin aku akan membawa Leo ke kantor untuk mempelajari masalah pekerjaan.” Lanjutnya
“Leo adiknya Khansa kan? Bukannya dia baru daftar kuliah?” tanya Edo
“Iya, tapi aku ingin mengajarkannya sebelum dia berkuliah.”
__ADS_1
“Baiklah aku juga akan membantunya belajar.”
Setelah berbicara dengan Edo, Kalandra mengambil hpnya untuk menghubungi Khansa.
“Halo sayang?”
“Halo mas? Ada apa?” ucap Khansa dari sebrang telfon.
“Leo udah dateng?” tanya Kalandra
“Udah kok mas, Kenan langsung narik Leo ke kamarnya.”
“Aku kangen kamu..” rengek Kalandra kepada sang istri.
“Apaan sih mas kok kayak anak kecil gini?”
“Sa? Apapun yang terjadi padaku kedepannya, aku harap kamu tidak akan pernah meninggalkanku dan tetap di sampingku ya.”
“Mas? Kamu ga apa-apa kan? Kamu sakit? Kamu dimana sekarang? Apa perlu aku minta pak Asep jemput kamu?” Khansa melontarkan pertanyaan bertubi-tubi kepada suaminya karena merasa aneh dengan ucapan Kalandra tadi.
“Tidak ada apa-apa sayang, aku baik-baik saja. Aku takut kamu akan meninggalkanku jika terjadi sesuatu denganku.”
“Tidak akan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu mas.”
“Terimakasih sayang, Ryan dan Edo nanti akan kerumah untuk makan malam bersama.”
“Baiklah, aku akan memasak makanan special untuk mereka. Cepatlah pulang mas”
Kalandra memutus panggilan istrinya lalu menyandarkan punggung di sandaran kursi dan memejamkan matanya.
***Kamar Kenan***
“Om, ayo kita main game.” Ajak Kenan kepada Leo yang sedang membongkar tasnya karena ingin mengganti bajunya.
“Kenan minta ijin sama mami dulu ya, om Leo takut nanti mami Kenan marahin om Leo.”
“Gausah minta ijin mami, mami ga akan marah kok om”
“Kata siapa mami ga akan marahin kalian?” tanya Khansa yang baru saja datang ke kamar Kenan.
Kenan terkejut melihat kedatangan maminya dan menutup mulutnya. Khansa mendekati Kenan yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.
“Sayang.. mami ga akan marah kalau kamu ga salah, mami juga ngijinin Kenan dan om Leo main game kok tapi ada waktunya sayang, mami ga mau kalo kamu terlalu sering main game terus mata kamu rusak terus pake kaca mata kuda mau?” tanya Khansa yang di jawab gelengan kepala oleh Kenan.
“Mami marah karena Sayang, mami bawel juga karena ga mau Kenan kenapa-kenapa. Jadi nurut sama mami dan papi ya sayang, mami dan papi tidak akan pernah menjerumuskan anaknya sendiri.” lanjutnya menjelaskan kepada Kenan dengan lembut.
__ADS_1
Leo yang mendengar kakaknya menasehati Kenan hanya tersenyum dengan bangga karena merasa jika kakak yang selama ini selalu berantem dengannya sudah berubah menjadi lebih dewasa dan menjadi ibu yang sesungguhnya.