MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (PREPARE)


__ADS_3

Tuhan mengirim seseorang dalam hidupmu tuk sebuah alasan, baik tuk belajar darinya atau tuk menjalani hidup ini bersamanya.



“Sayang, apa perlu kamu bawa barang sebanyak ini?” tanya mami Khansa yang melihat Key sedang mengemasi banyak barang untuk di bawa ke Jepang besok.



“Iya dong mi, semuanya Key butuhin buat ke Jepang.”



“Ya tapi siapa yang mau bawain barang-barang kamu nanti?” tanya mami Khansa.



“Kan ada om beruang, terus ada om Jonathan juga asistennya om beruang.” Jawab Key santai.



“Tunggu tadi kamu bilang om beruang? Kamu ngatain pacar kamu sendiri beruang?” tanya mami Khansa.



“Iya, kan nama dia kayak kartun beruang kutub itu mi bernard bears jadi aku mutusin buat manggil dia beruang deh itung-itung panggilan sayang kan mi.. lagian mami kok baru sadar sekarang sih Key panggil om beruang, kemaren kemana aja??” tanya Key.



“Mami mana sadar orang kemarin juga kamu jarang banget manggil nak Bernard.”



“Udah ah jangan bahas om beruang lagi, Key manggil mami buat milihin baju yang cocok buat Key pakai di sana.”



“Kamu ga grogi mau ketemu sama mamannya pacar kamu sayang?”



“Kenapa harus grogi? Kan Cuma tinggal ketemu aja terus kenalan deh, gampang kan mi?”



“Yaampun sayang,, ya engga dong. Dulu aja mami waktu mau ketemu sama nenek Alisha groginya setngah mati, mami takut salah ngomong, mami takut kalau keluarga papi ga suka sama mami.” Jelas mami Khansa.



“Ya itu kan masalah nanti mi, kalau emang keluarganya om beruang ga suka sama Key ya udah mau di gimanain lagi? Memang apa yang harus Key lakukan agar keluarga mereka menyukai Key?” tanya Key dengan polosnya.



Mami Khansa hanya tersenyum mendengar pertanyaan polos dari anak perempuannya itu, mami Khansa menyuruh Key untuk duduk di tempat tidurnya dan mami Khansa duduk di sebelahnya.



“Sayang, kita memang harus memberikan kesan yang baik di hadapan keluarga pasangan kita tapi bukan berarti kita mengubah jati diri kita yang sebenarnya. Mami yakin kalau mereka akan menyukaimu sayang. Tapi seandainya mereka tidak menerima kamu dan tidak menyukaimu, mami harap kamu jangan bersedih oke? Kamu harus berusaha membuat mereka menyukaimu dengan caramu sendiri!” jelas mami Khansa.



“Hm, siap mami Key akan membuat keluarga om beruang jatuh cinta sama Key.” Ucap Key sambil tersenyum ke arah maminya.

__ADS_1



“*Maaf mi, maaf karena Key sudah membohongi mami. Kalau mami dan papi tau hubungan Key dan om beruang hanya pura-pura pasti kalian kecewa banget sama Key*.” Batin Key sambil memikirkan kesalahan yang sudah dia perbuat.



“Sudahlah kamu istirahat aja ya, jangan berkemas terus bisa-bisa mata kamu hitam besok karena kurang istirahat.” Ucap mami Khansa.



“Hm mami, sebentar lagi Key bakalan tidur kok. Mami tidur duluan gih pasti papi nyariin mami deh, papi kan kayak anak bayi ga bisa jauh dari mami hihihi..” ejek Key.



“Kamu ini! awas kalau sampai nanti kamu tidak bisa jauh sama nak Bernard.” Ucap mami Khansa sambil menatap sinis ke arah anak perempuannya lalu meninggalkan kamar Key.



“Yaampun Key,,kamu udah tau kalau ini salah, tapi kenapa masih di terima aja sih tawarannya om beruang!!” gumam Key yang kembali memikirkan masalah ini.



Drrtt,, drrtt,,



Key melihat hpnya yang berbunyi dan dia segera mengangkat setelah melihat ternyata Bernard yang menelfonnya.



“Halo?” ucap Key.




“Dih kepedean banget sih om beruang! Key itu nyiapin baju buat liburan sama Lana bukan sama om beruang. Lagian ngapain om beruang nelfon Key? Pasti kangen ya sama Key??” ucap Key membalas godaan dari Bernard.



“Engga tuh! Aku cuma mau mastiin kalau kamu bawa smua keperluan kamu untuk di Jepang karena aku tidak mau di repotin sama kamu nanti di sana!” ketus Bernard.



“Oh itu tenang aja om, besok om beruang dan om Jonathan juga kebagian buat bawain barang Key kok sangking banyaknya keperluan Key yang Key bawa.” Ucap Key.



“Serius!? aku ga mau, pokoknya aku ga mau bawa barang-barang kamu titik.” Ucap Bernard yang langsung mmatikan telfonnya tanpa mendengar jawaban Key.



“Rasain tuh, emang enak di kerjain. Lagian kan aku cuma bawa dua koper aja kok ga banyak kan?” gumam Key sambil melihat ke arah barang-barangnya yang masih berhamburan ke mana-mana.



“*Kayaknya harus di sleksi ulang lagi deh barang bawaanku, kalo nanti om beruang beneran ga mau bantu aku bawain gimana? Aku dong yang susah sendiri! Hahh*…” batin Key yang akhirnya mengeluarkan sebagian barang yang menurutnya tidak penting dan hanya membawa satu koper saja.



Hari ini adalah hari keberangkatan Key dan Bernard ke Jepang, di rumahnya Key sudah sibuk membawa koper di depan rumah sambil mnunggu kedatangan Bernard dan Lana.

__ADS_1


“Kamu jadinya bawa 1 koper aja sayang?” tanya mami Khansa.


“Hm mi, kasihan kan nanti om beruang kalo bawain barang Key.” Ucap Key berbohong.


“Ciye yang perhatian takut pacarnya kecapekan ya bawa barang-barangnya.” Ucap Kenan yang baru saja keluar dari rumah.


“Ih abang tuh suka datang tiba-tiba kayak jalangkung aja!” ketus Key.


“Ih, awas loh kamu nanti yang di datengin..” balas Kenan.


“Abangg!!” rengek Key.


“Kenan! sudahlah jangan goda adik kamu terus ah kalian ini sudah besar.” Ucap mami Khansa.


“Oh iya mi, papi kemana kok belum turun?” tanya Kenan yang tidak melihat papinya di sana.


“Papi masih di atas mungkin sebentar lagi dia turun.” Jawab mami Khansa.


Tin,,tin,,


Mereka bertiga di kejutkan oleh klakson mobil yang baru saja berhenti di depan rumahnya. Bernard keluar dari mobil itu, sedangkan Key menoleh ke belakang Bernard mencari seseorang.



“Om beruang, dimana Lana?” tanya Key.


“Aku udah suruh Jonathan jemput dia biar kita bisa sampai bandara tepat waktu, katanya kamu bawa banyak barang, jadi aku sengaja bawa mobil sendiri biar kamu bisa masukin koper-koper kamu.” Ucap Bernard.



“Huh, aku ga jadi bawa koper banyak kan om beruang ga mau bantuin aku bawain.” Gumam Key sambil memanyunkan bibirnya.


“Dia ga mau nyusahin kamu kasihan katanya takut kamu kecapekan kalo bawain barang-barang dia.” Sambung Kenan yang di balas tatapan tajam oleh Key.


“Mi coba mulutnya abang di kunci terus kuncinya di buang ke sungai biar dia ga bisa ngeledekin orang terus.” Ucap Key mengadu kepada maminya.


“Udah ah kalian ini ga malu apa di liatin sama nak Bernard? Awas kalo nanti kalian saling kangen ya gara-gara jauh-jauhan.” Ucap mami Khansa.


“Key seneng malah kalo ga ketemu abang soalnya ga ada yang bawel lagi!” ucap Key.


“Sama abang juga pusing dengerin cerewetnya kamu kalo lagi ngadu sama abang” balas Kenan.


“Sudahlah nak Bernard cepetan bawa Key masuk mobil deh tante pusing dengerin mereka berdebat terus.” Ucap mami Khansa.


Bernard hanya tersenyum menanggapi ucapan mami Khansa dan segera membawa koper Key ke dalam mobilnya.


“Key, ayo berangkat.” Ajak Bernard.


Akhirnya Key mengikuti ucapan Bernard dan naik ke dalam mobilnya.


“Kenan kamu ga mau ikut? Belinda bilang dia mau nyusul ke bandara.” Ucap Bernard kepada Kenan.


“Benarkah? baiklah aku akan menyusul naik mobil sendiri, mungkin papi dan mami mau ikut ke bandara.” Ucap Kenan.


“Papi mana sih mi,, Key kan gabisa kalau ga pamitan sama papi.” Ucap Key dari jendela mobil.


“Sebentar ya mami panggil dulu papi ke atas.” Ucap mami Khansa yang berjalan menuju kamarnya.


“Papi ga akan nangis karena Key mau pergi jauh kan bang?” tanya Key kepada Kenan.


“Mungkin saja! papi kan ga pernah jauh dari Key selama ini.” batin Kenan.

__ADS_1


__ADS_2