MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (INDONESIA)


__ADS_3

Jika seseorang menjauh darimu, menghindar darimu, percayalah kalau Allah akan mendatangkan orang-orang yang lebih baik dan ikhlas bersamamu.




Semua keluarga dan kerabat papi Kalandra sudah berada di bandara dan bersiap untuk menaiki 2 privat jet milik papi Kalandra yang sudah di sediakan untuk mereka semua.



Semua orang sangat senang karena mereka akan segera pulang ke Indonesia dan kembali ke aktifitas mereka masing-masing, namun berbeda dengan Key yang sedang menatap papinya yang sedang berbicara dengan Robert dan Ryan dari kejauhan.



Bernard menoleh ke arah Key dan melihat kalau kekasihnya itu sedang menatap papinya dengan penuh kesedihan.



“Kalau kamu mau berbicara dengannya bicaralah jangan hanya di lihat begitu saja.” ucap Bernard kepada Key.



“Aku takut, aku takut kalau papi akan menolakku dan akan menatapku dengan tajam,.” Ucap Key.



“Ya itu adalah resiko kamu, bukankah kamu harus menerima kosekuensi dari apa yang sudah kamu lakukan?” tanya Bernard.



“Iyasih, nanti aja deh saat sudah tiba di rumah aku akan berusaha untuk mengajak papi berbicara, sepertinya papi masih butuh waktu untuk berbicara denganku.” Ucap Key.



Bernard yang mendengar ucapan Key langsung merangkulnya dengan erat dengan maksud untuk memberinya kekuatan dan keberanian untuk menghadapi masalah yang sedang di alaminya dengan papinya.



Mereka naik ke privat jet yang sudah di sediakan, para orang tua dan anak-anak mereka naik ke privat jet yang berbeda. Di dalam privat jet, Kenan dan Belinda duduk bersama, Key dengan Bernard, Elsa dengan Rey dan Lana dengan Jonathan.



Kenan dan Belinda duduk sambil memperhatikan Key dan Bernard yang duduk di depan mereka.



“Apa yang akan kamu lakukan Kenan?” tanya Belinda secara tiba-tiba.



“Maksud kamu apa Belinda? Akan melakukan apa?” tanya Kenan yang tidak tau apa-apa.



“Apa yang akan kamu lakukan untuk membuat Key dan papi kamu kembali seperti semula? Lihatlah, apa kamu tidak merasa kasihan meihat Key yang murung dari tadi?” tanya Belinda sambil menatap ke arah tempat duduk Key.



“Aku juga bingung karena papi tidak pernah semarah itu dengan Key.” Ucap Kenan sambil melihat ke arah adik perempuannya itu.



“Setidaknya aku merasa sedikit lebih tenang karena ada Bernard di sisinya, Bernard selalu mencoba untuk menghibur Key dan aku benar-benar berterimakasih akan hal itu.” Lanjut Kenan.



“Aku juga baru tau kalau laki-laki itu bisa seperhatian itu dengan kekasihnya.” Ucap Belinda.

__ADS_1



“Bukankah dulu Bernard memiliki kekasih? Apa dulu dia tidak seperti itu?” tanya Kenan.



“Mungkin dia seperti itu juga, hanya saja dia tidak menunjukkannya saat bersama orang lain, sedangkan saat bersama Key, aku merasa kalau kembaranku itu sudah menjadi bucin akut.” Ucap Belinda dengan tawa yang keluar dari mulutnya.



“Untung saja aku tidak sepertinya.” Ucap Kenan.



“Hahaha, apa aku tidak salah dengar? Kamu bilang kalau kamu tidak sepertinya tapi kamu selalu saja menelfonku per setiap detik!” Ucap Belinda.



“Kapan aku melakukan hal seperti itu!?” tanya Kenan yang mencoba untuk mengelak.



“Ga usah sok-sokan kaget gitu deh, apa perlu aku liatin history telfon kamu di hpku?” tanya Belinda dengan senyum liciknya.



“Huahh,, aku ngantuk sekali, nanti bangunkan aku ya saat sudah sampai dan aku juga akan mengajakmu untuk ikut denganku bermain futsal.” Ucap Kenan yang mencoba mengalihkan pembicaraannya.



Belinda yang tau betul kalau calon suaminya itu sedang mengalihkan pembicaraannya hanya bisa tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.



“Baiklah, tidurlah sana, nanti aku akan membangunkanmu saat kita sudah sampai di Indonesia.” Ucap Belinda sambil mengelus pipi Kenan dengan lembut.




Setelah sekitar 2 jam melakukan perjalanan udara, mereka semua sudah sampai di Indonesia, Belinda segera membangunkan Kenan setibanya di Indonesia.



“Apa kita sudah sampai?” tanya Kenan yang baru saja membuka kedua matanya.



“Iya kita sudah sampai Kenan, ayo bangunlah dan minumlah air putih lebih dulu.” ucap Belinda sambil memberikan segelas air putih kepadanya.



“Terimakasih sayang.” ucap Kenan dengan senyum manisnya sedangkan Belinda hanya tersenyum mendengar ucapan dari Kenan.



Setelah jet pribadi mereka mendarat dengan sempurna di bandara, semua keluarga dan kerabat papi Kalandra segera menuruni jet pribadi tersebut dengan wajah yang berseri-seri.



“Ah akhirnya aku kembali ke Indonesia, menyenangkan sekali.” ucap Lana dengan nada sedikit berteriak.



“Apa kamu sesenang itu kembali ke Indonesia?” tanya Jonathan yang berada di sebelah Lana.


__ADS_1


“Tentu saja! aku bisa kembali berkuliah, aku bisa berbelanja bersama Key, aku bisa melakukan hal apapun yang aku suka sendirian tanpa menunggu seseorang mengajakku berjalan-jalan!” ketus Lana sambil melirik ke arah Jonathan lalu berjalan menjauhi Jonathan.



“Yeay! Akhirnya aku sudah kembali ke Indonesia, aku harus menghubungi teman-temanku untuk bertemu sesegera mungkin.” Ucap Elsa yang sedang mengambil hpnya di dalam tasnya untuk menghubungi teman-temannya namun di halangi oleh Rey.



“Ih kenapa kak Rey megang tangan Elsa?” tanya Elsa.



“Kamu itu sampai di Indonesia harusnya istirahat karena besok akan langsung kuliah!” ketus Rey.



“Ih aku kan juga mau jalan-jalan sama teman-temanku kak Rey!” protes Elsa.



“Bukankah kamu sudah berjanji kalau kamu akan serius belajar dan menjadi wanita yang sukses?” ucap Rey mencoba untuk mengingatkan ucapan Elsa saat di Jepang.



“Justru karena itu aku ingin menikmati kesenanganku seharian untuk bermain dengan teman-temanku, setelah itu aku akan fokus utuk belajar.” Ucap Elsa.



“Memangnya apa yang akan kamu lakukan dengan teman-temanmu?” tanya Rey.



“Ya entahlah, berbelanja, menonton bioskop, berbelanja, karaoke dan masih banyak lagi hal yang akan kami lakukan bersama.” jelas Elsa.



“Apa kamu yakin kalau hal itu bisa di lakukan hanya dengan satu hari?” tanya Rey.



“Mungkin saja, pasti bisa tergantung bagaimana cara kita memanfaatkan waktu.” Jawab Elsa.



“Kamu salah! Justru karena kamu membiasakan diri kamu untuk bermain lebih dulu itu yang akan membuatmu jadi malas untuk belajar, seharusnya kamu ini belajar lebih dulu lalu setelah kamu mulai bosan dan lelah baru kamu melakukan hal yang membuatmu bersemangat kembali.” Jelas Rey.



“Tauah, ka Rey tuh selalu menganggap semua orang sama dengan kakak! Kakak dengan mudahnya berbicara seperti itu karena itulah hal yang biasa kakak lakukan, sedangkan aku tidak pernah melakukan hal itu, tentu saja itu akan menjadi sesuatu yang sangat berat untukku!” tegas Elsa lalu berjalan meninggalkan Rey dengan cepat sampai dirinya melewati Lana yang sedang berjalan di depannya.



“*Huh, memang sulit sekali berbicara dengan anak itu*!” gumam Rey di dalam hatinya sambil melihat ke arah Elsa yang sudah berjalan menjauhinya.



“Elsa!? Kamu mau kemana?” panggil Lana yang melihat Elsa berjalan dengan cepat.



Melihat Elsa yang tidak menggubris ucapannya itu Lana hanya bisa mengerutkan keningnya dan menatap punggung Elsa dengan tatapan yang aneh.



“*Ih anak itu kenapa main lewat aja sih? Perasaan tadi dia seneng banget deh bisa pulang ke Indonesia*.” Gumam Lana di dalam hatinya karena sapaannya tidak di hiraukan oleh Elsa.


__ADS_1


Semua orang sudah menunggu mobil jemputan mereka masing-masing untuk pulang ke rumah mereka, semua orang sangat senang karena sudah kebali ke negara mereka dan mereka juga akan kembali melakukan aktifitas yang biasa mereka lakukan di Indonesia.


__ADS_2