MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HADIAH DARI MAMA


__ADS_3

Cinta itu seperti bunga mawar. indah dan harum. tapi berhati-hati lah, karena ada duri yang siap melukaimu.



Papa Arnold dan papa Alisha masih berada di mall berbelanja untuk menantu dan cucu-cucunya.



Mama Alisha sedang memilih beberapa perhiasan sebagai hadiah untuk menantunya yang sebentar lagi akan segera melahirkan.



“Mama udah milih ber jam-jam loh tapi semua ga ada yang cocok.” Keluh papa Arnold.



“Sabar pa, mama itu hanya memilih yang terbaik dari yang terbaik.” Ucap mama Alisha.



“Terus habis ini kita mau kemana lagi ma? Mama sudah berbelanja banyak barang.”



“Itu baru baju untuk Khansa, Kenan dan si kembar, sekarang aku ingin membeli perhiasan untuk Khansa, mainan untuk Kenan dan juga si kembar.”



“Ma, si kembar belum lahir dan walaupun sudah lahir, mainan yang kamu beli sekarang pasti akan terpakai bertahun-tahun kemudian.” Ucap papa Arnold.



“Biarkan saja pa, mama sangat ingin membelikan mereka mainan juga.” Ketus mama Alisha.



Akhirnya papa Arnold mengalah dan menuruti keinginan istrinya.



Setelah berjam-jam berkeliling membeli berbagai macam barang, papa Arnold dan mama Alisha memutuskan untuk pulang ke rumah Kalandra karena mereka juga sudah mulai lelah.



Di rumah, Khansa membuat berbagai macam masakan untuk papa dan mama mertuanya itu. Khansa sangat antusian menyambut kedatangan mertuanya.


“Sayang, kenapa kamu ga istirahat aja sih?” tanya Kalandra yang melihat istrinya sibuk menyiapkan makanan untuk orang tuanya.



“Diamlah sayang, mama dan papa akan lapar saat pulang nanti jadi aku ingin memasak untuk mereka.” Ucap Khansa.


“Baiklah terserah padamu saja, tapi jika kamu merasa lelah segera beristirahatlah. Aku tidak ingin kamu kelelahan.” Kalandra mengingatkan istrinya agar tidak sampai kelelahan.


Kenan menghampiri papi dan maminya di dapur dan ingin membantu maminya memasak.


“Mami, Kenan juga mau bantuin mami masak.” Ucap Kenan menawarkan diri untuk membantu maminya.


“Benarkah sayang? tapi mami tidak ingin kamu kena minyak, bagaimana jika kamu duduk dan menemani mengobrol disini? karena papimu sangat bawel, mami pusing diceramahin terus sama papi.” Ucap Khansa yang membuat Kenan tertawa.


Kalandra hanya melirik ke arah istri dan anaknya secara bergantian.


“Oh jadi kalian berdua kompak buat ngeledek papi ya, liat aja pembalasan papi.”


Kalandra menghampiri Kenan dan menggelitiki perut anaknya hingga membuatnya tertawa karena geli.


“Hahahaha sudah papi sudah, Kenan geli nanti Kenan ngompol loh pi..” ucap Kenan.


Khansa pun ikut tertawa melihat interaksi antara suami dan anaknya yang tertawa hingga terbahak-bahak.


__ADS_1


“Aku sangat senang jika melihat kedua laki-laki istimewaku tertawa seperti ini.” batin Khansa sambil melihat Kalandra dan Kenan yang masih tertawa.


“Assalamualaikum..” ucap seseorang dari luar rumah yang membuat Kalandra dan Kenan menghentikan tawanya.


“Waalaikumsalam..” ucap Khansa, Kalandra dan juga Kenan sambil menuju ke pintu depan.


“Kakek, nenek!” teriak Kenan yang langsung berlari memeluk kakek dan neneknya.


“Yaampun cucu kakek dan nenek sudah besar sekali.” ucap papa Arnlod yang menggendong tubuh Kenan.


“Kakek masih kuat gendong Kenan?” tanya Kenan.


“Hm, masih dong sayang.”


“Sayang, nenek punya hadiah buat kamu.” Ucap mama Alisha.


Kenan turun dari gendongan kakeknya dan menghampiri neneknya untuk melihat barang-barang yang sudah di beli oleh neneknya.


“Mama sama papa ga mau makan dulu?” tanya Khansa.


“Nanti aja deh sa, kamu emang udah masak?” tanya mama Alisha.


“Udah ma, sasa bikin koloke kesukaan mama terus juga sasa bikin sambel goreng kentang plus ati ayam ma. Tergoda ga tuh?”


“Tergoda, mama makan dulu aja deh. Kenan, nenek mau makan dulu ya sayang kamu buka-buka sendiri dulu aja hadiahnya.” Ucap mama Alisha yang langsung beranjak ke meja makan untuk makan.


“Loh, papa ga ikut mama makan?” tanya Kalandra yang melihat papanya masih duduk di sofa.


“Duh papa nanti aja makannya, serius papa capek banget habis nemenin mama kamu keliling mall Ndra.” Papa Arnold mengeluh karena kelelahan.


“Hahaha, sabar ya pa memang wanita selalu benar.” Ucap Kalandra.


Papa Arnold hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya itu.


kenan yang masih membuka barang yang sudah di beli neneknya itu sangat senang melihat berbagai macam permainan, namun Kenan merasa aneh ketika ia melihat mainan sebuah mainan robot yang berjalan menggunakan tali.


“Kakek, ini mainan siapa? Kenan kan udah ga mainan kayak gini lagi.” Kenan bertanya kepada kakenya.


“Oh itu mainan buat adik kamu Kenan.”


“Ha? adik kan belum lahir, lagi pula kalau adik lahir dia tidak akan bisa bermain ini.” ucap Kenan.


“Entahlah, kakek juga udah ngomong gitu sama nenekmu tapi tetep aja dia tetep maksa beli mainan buat adik-adikmu.”


“Mama boros banget deh pa, mainan punya Kenan saat masih kecil saja masih banyak yang bagus, untuk apa mainan baru?” tanya Kalandra.


“Entahlah Ndra, papa juga gapaham sama kemauan mamamu.”




Di dapur Khansa sedang menemani mama Alisha yang sedang menyantap makanan yang di buat olehnya.



“Oh iya sa, kamu masak emang siapa yang belanja ke pasar? Emang Andra mau nganter kamu ke pasar?” tanya mama Alisha.



“Bi Rini yang belanja ke pasar ma.” Ucap Khansa.



Mama Alisha terkejut hingga tersedak dengan makanan yang ada di dalam mulutnya, Khansa segera mengambil air putih untuk mama mertuanya itu.



“Ma, mama kenapa?” tanya Khansa.


__ADS_1


“Kamu tadi bilang siapa sa? Bi Rini?”



“Iya ma, bi Rini, kenapa?”



“Bi Rini kembali bekerja di rumah ini?”



“Iya ma..”



“Lalu kemana dia sekarang? Kenapa mama tidak melihatnya?”



“Dia sedang membeli bahan makanan yang sudah habis di dapur ma.”



“Andra gimana? Apa dia memperbolehkan bi Rini kembali bekerja di sini?”



“Awalnya mas Andra ga mau ma, tapi tiba-tiba aja mas Andra malah ngejadiin kembalinya bi Rini sebagai hadiah Khansa.” Jelas Khansa.



Mama Alisha hanya diam menenangkan keterkejutan dirinya dan langsung meninggalkan Khansa yang berada di dapur.



“*Lah mama mau kemana*?” batin Khansa yang melihat mama mertuanya pergi meninggalkannya sendirian.



Tidak lama kemudian, mama Alisha kembali ke dapur dengan membawa kotak besar di tangannya.



“Ma, itu apaan?” tanya Khansa.



“Selamat ulang tahun anak mama sayang.” ucap mama Alisha sambil membuka kotak yang di pegangnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1605969829237.jpg)



Khansa terkejut melihat satu set perhiasan di hadapannya.



“Ma, ini buat sasa?” tanya Khansa meyakinkan.



“Hm, ini hadian ulang tahun untukmu dari mama. Mama muter-muter loh nyarinya soalnya mama mau memberikan perhiasan sesuai dengan selera kamu.” Jelas mama Alisha.



“Ma, apapun yang mama beli untuk sasa itu pasti akan sangat berarti dan sasa akan selalu memakainya.” Ucap Khansa.


__ADS_1


“Terimakasih mama, sasa senang sekali karena Allah telah memberikan mama mertua sebaik mama.” Khansa memeluk mama mertuanya dengan penuh kasih sayang sambil meneteskan air mata bahagianya.


__ADS_2