
"Apa!? Kamu gila Audrey!" bentak sahabat Audrey bernama Lily.
"Iya, aku sudah gila karena Ken Lily!"
"Itu berbahaya Audrey! Apa yang akan kamu lakukan jika kita berhasil menculiknya?!" Tanya Lily.
"Aku tidak akan melakukan apapun kepadanya, aku hanya ingin menakutinya dan berbicara kepadanya, aku janji!" ucap Audrey.
Lily terlihat sedang berfikir keras tentang permintaan Audrey, Audrey memintanya untuk menculik Andini dan ingin menakutinya tapi itu adalah hal yang berbahaya.
"Oke, aku akan membantumu! Tapi aku hanya akan membantumu untuk menyuruh temanku menculiknya saja, setelah itu aku tidak akan melakukan apapun lagi." ucap Lily yang di balas anggukan oleh Audrey.
"Terimakasih Lily! Kamu memang sahabat terbaikku.." ucap Audrey sambil memeluk tubuh Lily dengan erat.
"Sudahlah! Aku akan menghubungi temanku untuk mencari tahu keberadaan wanita itu." ucap Lily sambil mengambil hp yang ada di meja riasnya.
"Namanya Andini, aku juga memiliki fotonya karena tadi aku memotretnya diam-diam." ucap Audrey sambil mengirimkan foto Andini yang tidak sengaja dia potret.
"Yaampun Audrey! Apa kamu yakin kalau dia adalah pelakor? Wajahnya terlalu polos untuk seorang pelakor!" Ucap Lily.
"Jangan percaya orang dari luarnya saja! Sudah cepat lakukan." ucap Audrey.
Setelah mendapatkan nama dan foto dari Audrey, Lily segera menghubungi teman laki-lakinya dan memerintahkan mereka semua untuk menculik Andini saat mereka sudah menemukannya.
Audrey dan Lily sedang menunggu kabar dari teman-teman Lily sambil menikmati mie instant yang tidak pernah di makan oleh Audrey.
"Biasa aja kali makannya Audrey!" ucap Lily.
"Aku ga pernah boleh makan mie instant di rumahku, dan ternyata ini enak banget!" ucap Audrey.
"Iya, mumpung kamu di sini puasin aja makan mie instantnya!" ucap Lily sambil menggelengkan kepalanya.
Drrtt,, drrtt..
Lily yang mendapatkan pesan dari temannya langsung melihat isi pesan tersebut.
"Mereka sudah menemukannya, wanita itu sedang berada di butik Keyla." ucap Lily.
"Apa? Aish, pasti akan sulit menculiknya jika dia berada dekat dengan Key, semua anak om Kalandra sangan hebat dalam beladiri." ucap Audrey.
"Tenanglah, mereka akan menculik Andini saat Key sedang lengah." ucap Lily.
Audrey hanya diam menatap kosong ke depan, sedangkan Lily melihat Audrey yang sudah benar-benar kacau.
"Apa kamu benar-benar menyukai laki-laki itu?" Tanya Lily tiba-tiba.
"Aku tidak tahu, rasanya saat dulu dia menyukaiku dan memintaku jadi pacarnya aku merasa kalau dia tidak akan pernah meninggalkanku, tapi sekarang aku kesal saat dia sudah tidak menyukaiku dan menyukai wanita lain." ucap Audrey.
__ADS_1
"Penyesalan memang datang terlambat Audrey, harusnya kamu belajar dari hal itu bukannya malah menculik wanita itu." ucap Lily.
Audrey tidak mengucapkan sepatah katapun, dia hanya terdiam dan tenggelam dalam fikirannya.
***
Di butik milik Key, Andini sedang melihat-lihat bahan yang biasa Key gunakan untuk membuat gaun.
"Aku tidak menyangka kamu memiliki bakat seperti ini Key." ucap Andini.
"Dari dulu aku ingin sekali menjadi model dengan pakaian yang aku buat sendiri, tapi papi tidak mengijinkanku untuk menjadi seorang model, jadi aku hanya akan menjadi seorang designer saja." jelas Key.
"Papi takut kalau tubuh anak perempuan satu-satunya akan di lihat dan di kagumi oleh banyak orang!" ucap Andini.
Key hanya tersenyum mendengar ucapan Andini dan melanjutkan pekerjaannya.
"Apa kain sisa yang ada di lantai ini masih di pakai?" Tanya Andini.
"Ah itu sudah tidak terpakai lagi, kenapa? Kamu mau memakainya?" Tanya Key.
"Tidak, aku mau membuangnya daripada mengganggu pemandanganmu saat sedang bekerja." ucap Andini.
"Tidak usah, besok karyawanku yang akan merapihkannya."
"Tidak masalah, aku akan membantu pekerjaan mereka sedikit." ucap Andini yang mulai menyapu bekas potongan kain yang berserakan di lantai hingga bersih, lalu Andini memasukkannya ke dalam kantong plastik besar.
"Aku udah bilang ga usah Andini, biarkan saja di sana."
"Tidak apa-apa Key, aku juga sudah mulai bosan." ucap Andini.
"Baiklah, tempat sampahnya ada di belakang gedung, hati-hati dan langsung kembali ke dalam setelah membuang sampah oke!?" tegas Key.
Mendengar ucapan Key membuat Andini tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Saat Andini sedang berjalan untuk membuang sampah, tiba-tiba saja orang suruhan Audrey yang sudah menunggu dari tadi langsung membekap Andini dengan sapu tangan yang sudah di beri obat dari belakang hingga membuatnya tidak bisa berkutik dan akhirnya pingsan.
Saat Andini sudah tidak sadarkan diri, mereka segera membawanya ke dalam mobil hingga Andini menjatuhkan plastik sampahnya lalu segera pergi dari sana.
Di saat yang bersamaan juga Ken dan Rey baru sampai di butik Key dan segera berlari masuk ke dalam untuk melihat Andini.
"Yaampun kalian berdua ini lagi lomba lari ha?!" ucap Key yang terkejut dengan kehadiran kedua saudaranya itu.
"Dimana Andini?!" Tanya Ken.
"Andini? Dia sedang di belakang buang sampah, padahal aku sudah melarangnya." ucap Key.
Tanpa banyak bertanya Ken segera berlari melihat ke belakang gedung namun nihil! Ken tidak menemukan Andini di sana, dia hanya melihat kantong plastik sampah yang berserakan di bawah.
__ADS_1
"Gimana Ken?" Tanya Rey yang baru saja menyusul Ken.
"Tidak ada! ANDINI!" Teriak Ken.
"Tenang Ken! Kita harus tenang agar bisa menemukan Andini." ucap Rey.
"Cari sekarang! Cari Andini sekarang!!" teriak Ken.
"Oke oke aku akan segera menghubungi orang kita untuk mencarinya, tenanglah." ucap Rey.
Key yang sedang berada di dalam butik menjadi khawatir karena Ken berteriak, dia langsung menghampiri mereka berdua keluar butik.
"Ada apa? Kenapa kamu berteriak Ken!?" Tanya Key.
"Andini menghilang!" ucap Rey.
"Apa!? Menghilang? Kenapa dia bisa menghilang? Sebenarnya ada apa ini, kalian berdua juga terburu-buru datang ke sini." Tanya Key.
"Aku akan menjelaskannya di dalam, bawa Ken ke dalam, aku akan menghubungi orang-orang kami untuk mencari keberadaan Andini." Ucap Rey.
Key yang mengerti langsung membawa Ken masuk ke dalam butik.
"Duduklah di sini, aku akan mengambilkan air untukmu." ucap Key yang langsung mengambilkan segelas air untuk Ken.
"Ini minumlah, jangan khawatir aku yakin Andini adalah orang yang kuat, tidak ada sesuatu yang akan terjadi padanya." ucap Key sambil memberikan segelas air untuknya.
"Aku yakin ini adalah ulah Audrey! Aku harus bertanya tentang keberadaan Audrey kepada kedua orang tuanya." ucap Ken.
"Jangan! Jangan sekarang karena kita belum yakin kalau Audrey yang sudah menculik Andini Ken, jangan libatkan orang tua kita untuk saat ini karena semuanya akan semakin besar." ucap Key.
"Tapi aku sangat mengkhawatirkan keadaan Andini Key."
"Tenanglah, aku sudah menelfon orang-orang terbaik untuk mencari keberadaan Andini secepatnya." ucap Rey yang baru saja masuk ke dalam butik.
"CCTV! Di belakang gudangku ada CCTV, bagaimana kita melihatnya bersama!" ucap Key.
"Kenapa kamu baru ngomong? Ayo cepat kita lihat CCTVnya." ucap Rey.
"Mana bisa aku mikirin CCTV di saat kalian berdua panik seperti itu!"
"Lagian kenapa karyawanmu tidak ada?" Tanya Rey.
"Sekarang hari minggu, semua orang libur, aku ke butik karena ingin menyelesaikan gaun untuk Ken dan Andini." jelas Key.
Mereka bertiga langsung melihat CCTV yang ada di belakang gedung butik Key dengan seksama, namun sayangnya wajah mereka semua di tutupi dan juga plat mobil mereka palsu.
Ken semakin frustasi dengan hal itu, dia hanya duduk sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
__ADS_1
"Aku mohon Andini, bertahanlah, tunggu aku! Aku akan segera menjemputmu secepatnya." batin Ken.