
"Ada apa ini kok berisik banget?" Tanya Kenan yang baru saja menuruni tangga bersama dengan Belinda.
"Abang, bilang sama mami kalau kami tidak ingin menikah bersamaan!" Rengek Key.
"Bernard sudah melamarmu Key?" Tanya Belinda.
"Iya kak, tadi dia langsung menemuiku dan melamarku." ucap Key sambil memamerkan cincin yang ada di jari manisnya.
"Wah, ternyata dia ngebet banget ya! Selamat ya Key, aku harap kamu selalu bahagia bersama saudara kembarku." Ucap Belinda dengan tulus.
"Terimakasih kak, kakak juga harus ngebet ngasih aku dan Ken keponakan ya.."
"Gimana mau ngasih kalian keponakan kalau ada yang mengganggu bulan madu romantis kami." ketus Kenan sambil menatap tajam ke arah Ken.
Ken yang merasakan tatapan tajam dari abangnya itu hanya bisa menundukkan kepalanya.
Memang seharusnya Kenan dan Belinda menikmati bulan madu selama sebulan, namun karena kabar Ken dan juga dokumen penting yang harus di tanda tangani mereka berdua hanya berbulan madu selama kurang lebih 2 minggu.
"Kenan sudahlah, lagipula walaupun bukan karena Ken kamu memang harus pulang karena pekerjaan." ucap Belinda mencoba untuk membela Ken.
"Kamu ini jangan membelanya sayang, nanti dia jadi besar kepala!"
"Lagian kamu kenapa masih aja marah, padahal kan dia sudah mau bertanggung jawab." ucap Belinda.
"Tau sih bang, jangan galak-galak lah nanti cepet tua loh! Kalau abang sudah tua nanti aku akan mencarikan pria tampan untuk menikahi kak Belinda." ucap Key.
"Akan aku gantung pria itu kalau sampai berani mau mendapatkan istriku!" geram Kenan.
"Uh serem banget sih bang, lagian aku bercanda kali bang jangan di ambil hati! Oh iya Key mau istirahat dulu ya bye.." ucap Key yang berlalu melewati semua orang sambil melambaikan tangannya.
"Ken juga pamit ke perusahaan dulu ya pi, mi, abang kak Belinda, kalian bisa buatkan aku dan Key keponakan di sini." ucap Ken yang membuat Kenan kesal.
"Anak nakal! Sini kamu, abang akan menggantungmu!" teriak Kenan yang di tahan oleh Belinda.
Sedangkan Ken segera berlari ke luar rumah dan melajukan mobilnya menuju perusahaan.
"Sudahlah Kenan jangan seperti anak kecil, ayo duduk dan ceritakan bagaimana Alya?" Tanya papi Kalandra.
Kenan dan Belinda segera duduk di hadapan papi Kalandra untuk menceritakan kabar tentang anak angkat mereka.
"Alya sangat senang di Paris bersama aunty Anita pi, dia bilang dia masih ingin berada di sana, kami juga sudah mendaftarkan home schooling untuknya karena dia sudah sangat terlambat masuk ke sekolah dan juga kami khawatir kalau dia akan bertemu dengan teman-teman lamanya." jelas Kenan.
"Bagaimana dengan identitasnya? Dan keluarganya?"
"Kami sudah mengubah identitas Alya pi, kami menggunakan nama Adibrata untuk anak-anak kami kelak." ucap Kenan.
"Tentu saja! Nama Kalandra untuk anak-anak papi dan nama Adibrata untuk cucu-cucu papi!" ucap papi Kalandra.
"Dan juga keluarga Alya sudah di beritahu oleh pihak yang bertanggung jawab atas Alya, mereka bilang kalau Alya sudah tidak ada urusannya lagi dengan mereka." lanjut Kenan.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu, sekarang kalian sudah menjadi orang tua walaupun bukan darah daging kalian sendiri, kalian harus menyayangi dia seperti menyayangi anak kalian sendiri." ucap papi Kalandra.
"Papi tenang aja, Kenan dan Belinda akan menjadi orang tua yang baik buat Alya dan anak-anak Kenan yang lain." tegas Kenan.
"Mami mau masak dulu ya, Belinda mau ikut mami masak?" Tanya mami Khansa.
"Mau mi, Belinda sekalian belajar masak sama mami." Ucap Belinda dengan semangat.
Belinda dan mami Khansa pergi menuju dapur karena ingin memasak makanan untuk makan malam, sedangkan papi Kalandra dan Kenan duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang.
***
Di sisi lain Lana sudah membawa Jonathan masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Loh nak Jonathan bukannya sedang di luar negeri?" Tanya mama Lila.
"Baru saja pulang tante langsung ke sini, ini oleh-oleh buat om dan tante maaf cuma beli sedikit soalnya ga sempet kemana-mana." ucap Jonathan.
"Duh kok jadi ngerepotin sih nak Jo.." Ucap mama Lila sambil mengambil paper bag dari tangan Jonathan.
"Kalian berpacaran ya?!" Tanya papa Riko tiba-tiba.
"Ha? Apaan sih pa engga kok kita ga pacaran." ucap Lana.
"Otw om, doain aja biar anaknya mau sama saya." Ucap Jonathan.
"Langsung menikah saja, pacaran setelah menikah lebih baik, jangan seperti mama dan papa yang pacaran lama giliran menikah kayaknya biasa aja ga ada manis-manisnya!" ketus mama Lila.
Lana yang mendengar kata menikah langsung teringat dengan sahabatnya.
"Stop! Mama, apakah tante Sasa bilang kalau Ken mau menikah?" Tanya Lana.
"Apa? Ken menikah? dengan Audrey?"
"Bukan ma! Key juga tidak memberitahu Lana makanya Lana kesal dan ingin segera menghampiri Key untuk bertanya tentang kebenarannya."
"Loh emangnya kamu tau dari mana kabar itu?"
"Dari om Jojon, dia bilang kalau Key sudah di lamar oleh kak Bernard tapi Ken yang akan menikah duluan." jelas Lana.
"Benarkah itu nak Jo?"
"Iya tante, saya juga denger dari Bernard." ucap Jonathan.
"Lana mau ke rumah Key dulu ya ma, pa, om Jojon anter aku ke sana ya." ucap Lana yang di balas anggukan oleh Jonathan.
Jonathan segera berpamitan kepada kedua orang tua Lana dan menyusul Lana yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Kamu ga mau makan siang dulu? Menyelidiki orang juga butuh tenaga loh." ucap Jonathan yang sebenarnya sudah lapar.
__ADS_1
"Benar juga! Ayo kita makan siang dulu om Jojon, aku juga sudah lapar dari tadi."
Akhirnya Lana dan Jonathan memutuskan untuk berhenti di salah satu restaurant yang letaknya tidak jauh dari rumah keluarga papi Kalandra.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Jonathan.
"Apa aja aku masuk kok om, tenang aja."
Akhirnya Jonathan memesankan makanan untuk mereka berdua.
"Sebenarnya Ken menikah dengan siapa sih om Jojon?" Tanya Lana yang masih penasaran.
"Entahlah aku juga ga tau siapa, pokoknya ceritanya bener-bener bikin naik darah kata Bernard."
"Ha? Naik darah? bahaya dong!"
"Begitulah.."
"Aku penasaran bagaimana reaksi Audrey saat mengetahui Ken akan menikah dengan wanita lain ya." Ucap Lana.
"Mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun bukan?"
"Sejak awal mereka memang tidak memiliki hubungan apapun, Audrey yang membuat Ken menunggunya" jelas Lana.
"Bagaimana jadinya jika Ken mengundang Audrey?"
"Harus di undang, kalo aku jadi Ken aku pasti mengundangnya dan menunjukkan padanya kalau dia sudah bahagia bersama wanita yang lebih mau di berikan kepastian." Ucap Lana dengan raut wajah yang serius.
Jonathan hanya diam memperhatikan Lana berbicara, menurut Jonathan Lana sangatlah lucu jika sedang kesal.
"Kalau kamu? Apa kamu akan memberikan kepastian jika aku mengungkapkan perasaanku sekarang?" Tanya Jonathan yang membuat Lana terkejut.
"A-apa? Ih gausah bercanda deh om Jojon, ga lucu!" ketus Lana.
"Aku tidak bercanda Lana, maukah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Jonathan.
"Ih apaan sih ga romantis deh! Kapan-kapan aja nembak lagi, yang lebih romantis ya lain kali." Ucap Lana.
"Ha? Ih dasar cewe ga bisa emang kalo ga nge gantung!" Ucap Jonathan kesal.
Lana hanya terkekeh melihat ekspresi kesal Jonathan.
BONUS FOTO LANA NIH..
__ADS_1
