
Bahagia itu bukan karena punya segalanya tapi karena bisa Mencintai apa adanya.
Key baru saja sampai di rumahnya, dia segera masuk ke dalam kamar setelah memberi salam kepada kedua orang tuanya.
Key segera merebahkan dirinya di atas kasur dan mengingat kembali kejadian saat wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Bernard dan membuatnya menjadi malu memikirkannya.
“Bodoh sekali kamu Key! Bagaimana bisa niat mengerjai malah di kerjai balik!” gumam Key sambil mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur.
“Oh iya, abang! Aku harus memberi tau abang jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.” Ucap Key yang baru saja mengingatnya.
Key segera mengambil hpnya yang masih berada di dalam tasnya dan mencoba untuk menghubungi abangnya, namun tidak di angkat dan membuat Key merasa aneh. Key melihat jam yang ada di hpnya dan melihat masih jam istirahat jadi pasti abangnya masih memegang hpnya.
Akhirnya Key memutuskan untuk menelfon Belinda untuk menanyai tentang keberadaan abangnya itu kepada Belinda.
“Halo kak.” Ucap Key.
“Halo Key ada apa?” tanya Belinda.
“Apa kakak melihat abang?”
“Tuan Kenan tadi sedang makan di luar bersama nona Diana Key. Apa ada yang ingin di sampaikan?” tanya Belinda.
“Hm,, tidak kak. Terimakasih ya informasinya jika abang datang tolong beri tau untuk menelfonku kembali.” Ucap Key.
“Baiklah pasti akan aku sampaikan Key.” Ucap Belinda.
“Terimakasih calon kakak iparku yang cantik!” ucap Key lalu segera mematikan telfonnya.
Setelah menelfon Belinda Key kembali merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk tertidur karena dia merasa sangat lelah.
__ADS_1
***Perusahaan Kenan***
Belinda yang baru saja selesai berbicara dengan Key di telfon itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“*Calon kakak ipar bagaimana jika Kenan sudah memiliki calonnya sendiri*.” Batin Belinda.
“Tapi kemana Kenan? biasanya dia tidak pernah selama ini jika makan siang di luar.” Gumam Belinda yang mengingat ucapan Key.
Belinda semakin khawatir dan mencoba untuk menghubungi Kenan, namun tidak di angkat. Belinda semakin bingung, akhirnya Belinda masuk ke dalam ruangan Kena untuk mencari info nomor telfon Diana.
Setelah menemukan nomer Diana, akhirnya Belinda memberanikan diri untuk menelfonnya walaupun nantinya dia akan kena semprot oleh Diana, namun setidaknya dia ingin memastikan keberadaan Kenan.
Di dalam apartmentnya, Diana sudah melemparkan semua barang-barang yang ada di ruangannya ke segala arah. Diana frustasi dengan perkataan yang di dengarnya dari mulut Kenan.
“Aaaarrgghh!!! Sial! Bagaimana jika Kenan benar-benar memutuskanku dan tidak akan kembali kepadaku lagi! Bagaimana ini? dari mana lagi aku bisa mendapatkan uang untuk kebutuhanku jika bukan dari Kenan! bodoh!!” teriak Diana di dalam apartmentnya.
Selama ini Diana sudah di butakan oleh harta dan tahta, dia sudah tidak mementingkan perasaan Kenan terhadapnya lagi, sebenarnya Diana memiliki banyak sugar daddy di belakang Kenan namun Kenan lah yang paling kaya di bandingkan dengan yang lainnya.
Diana hanya ingin mendapatkan kepuasan sex di atas kasur dari para sugar daddynya itu, karena selama ini Kenan tidak pernah mau jika di ajak oleh Diana, Kenan selalu bilang kalau dia akan menjaga Diana sampai dia menjadi istri Kenan dan membuat Diana muak dengan perkataan Kenan.
Drrtt,, drrtt,,
Diana menoleh ke arah hpnya yang berdering, di lihatnya nomer yang tidak di kenal menelfonnya. Akhirnya Diana mengangkat telfon itu.
“Halo.” Ucap Diana.
“Halo nona Diana? Apa tuan Kenan masih bersamamu?” tanya Belinda.
“Apa? Kenan belum kembali ke perusahaan?” gumam Diana yang masih bisa di dengar oleh Belinda.
Belinda yang mendengar ucapan Diana sudah mengerti jika sebenarnya Kenan sudah tidak berada di dekat Diana.
“Ah, tentu saja Kenan sedang bersamaku! Kami sedang di hotel saat ini jadi kamu jangan menggangguku!” tegas Diana yang langsung mematikan telfonnya.
“Bersamamu di hotel? Hah! Kamu saja sepertinya terkejut mendengar kalau Kenan tidak kembali ke kantor!” gumam Belinda sambil menaruh hpnya kembali di meja kerjanya.
Di sisi lain Belinda semakin panik karena mengetahui jika Kenan juga sedang tidak bersama Diana.
“Aku harus mencarinya, tapi di mana ya.. apa aku harus menghubungi Key? Tidak, aku tidak bisa memberitahunya dulu sebelum menemukan keberadaan Kenan."
Belinda mencoba untuk menelfon Kenan kembali untuk kesekian kalinya dan berharap jika Kenan akan mengangkatnya.
__ADS_1
Benar saja! Kenan mengangkat telfon dari Belinda dan membuat Belinda menjadi lega mengetahuinya.
“Halo Kenan!?” ucap Belinda namun Belinda hanya bisa mendengar suara berisik dari sebrang telfonnya.
“Halo? Kenan kamu dimana!?” ucap Belinda kembali.
“Halo gadis pembuat masalah?” ucap wanita dari sebrang telfon.
“Ha? siapa gadis pembuat masalah? Kamu siapa? Dimana pemilik hp ini?!” tanya Belinda yang mulai panik.
“Namamu di hp ini adalah gadis pembuat masalah! Jadi kamu yang membuat laki-laki tampan ini galau dan minum sampai mabuk?”
“Apa? Kenan mabuk?! Dimana dia sekarang?”
“Di bar X, cepatlah sebelum ada wanita gatal yang membawanya ke kasur hahaha.” Ucap wanita itu lalu mematikan telfonnya secara sepihak.
Belinda merasa khawatir mendengar ucapan wanita itu, dengan segera Belinda mengambil tasnya dan keluar perusahaan untuk memberhentikan taxi, karena Belinda tau jika Kenan pasti membutuhkan supir untuk membawanya, itu sebabnya Belinda tidak membawa mobilnya.
Setelah sampai di depan bar X Belinda ragu untuk masuk ke dalam karena itu adalah pertama kalinya dia masuk ke dalam tempat yang di penuhi dengan barang haram itu.
“YaAllah, semoga aku tidak bertemu dengan laki-laki hidung belang di sini..” gumam Belinda.
Belinda menutup tubuhnya dengan jaket yang dia bawa dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam untuk membawa Kenan keluar dari sana.
Belinda mencari keberadaan Kenan ke sana kemari, tidak jarang ada laki-laki yang ingin menggodanya namun dia tidak memperdulikannya hingga pandangannya jatuh ke arah Kenan yang sedang duduk di kursi dan di kelilingi wanita sexy.
“Ehem, maaf nona-nona tapi kalian tidak sopan jika mendekati pria yang sudah beristri!” tegas Belinda dengan wajah dinginnya dan tangan yang di silangkan di dadanya, yang membuat wanita-wanita itu kesal dan pergi meninggalkan Kenan.
“Maaf Kenan, marah sama aku nanti aja ya yang penting sekarang kita bisa keluar dari tempat ini.” batin Belinda lalu mencoba untuk menuntun Kenan.
Kenan yang setengah sadar melihat samar-samar ke arah Belinda.
“Gadis pembawa masalah? Kamu sedang apa di tempat ini?” ucap Kenan dengan nada yang tidak jelas.
“Kurang asem banget kamu ngatain aku pembuat masalah!” ketus Belinda.
“Kan dari dulu kamu memang selalu menggangguku dan membuat masalah.” Kenan kembali meracau dan membuat Belinda semakin kesal.
“Jika bukan karena kamu mabuk, aku akan membuangmu ke sungai sekarang juga!” batin Belinda sambil menatap tajam ke arah Kenan.
Dengan susah payah akhirnya Belinda berhasil keluar dari bar itu, dan kali ini Belinda berusaha untuk mencari keberadaan mobil Kenan.
Belinda merogoh kantong celana Kenan untuk mencari kunci di dalam celananya, namun tiba-tiba Kenan kembali meracau tidak jelas.
“Kamu! Kamu mau macem-macem sama aku ya main raba-raba aja!” ketus Kenan sambil memegangi sesuatu yang ada di dekat celananya.
Belinda tidak percaya dengan ucapan Kenan yang menganggap dirinya akan meraba Kenan.
“Dasar mesum!” ucap Belinda sambil menjitak kepala Kenan.
Setelah berhasil mendapatkan kunci mobilnya, Belinda segera menekan tombol remote mobil untuk mengetahui keberadaan mobil Kenan.
“Hah, akhirnya..” ucap Belinda yang sudah menemukan mobil Kenan dan memasukkan Kenan ke dalam mobilnya.
__ADS_1
“Sebenarnya yang membuat masalah ini kamu!” ketus Belinda sambil menatap Kenan yang sekarang sedang duduk di sebelahnya.