MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (INGIN MENYINGKIRKAN)


__ADS_3

Setiap orang yg kamu temui dalam hidup ini memiliki arti. Mereka mengujimu, mengajarimu, dan buatmu menyadari kemampuan yg ada dalam dirimu.



Key baru saja masuk ke dalam kelasnya, disana sudah ada dosen mata kuliahnya yang terkenal killer sedang menatap keterlambatan Key. Key hanya menundukkan kepalanya meminta maaf kepada dosennya lalu berjalan menuju tempat duduknya.



“Hei kamu! Siapa yang nyuruh kamu duduk!?” tanya dosen tersebut.



Key berhenti dan menoleh ke arah dosennya itu, dia tau jika dosen mata kuliah ini memang tidak suka dengan orang yang terlambat walaupun hanya semenit saja. Key tau bahwa dirinya akan disuruh keluar dari kelas.



“Siapa juga yang mau duduk pak, saya mau ambil tas saya dan keluar dari kelas ini. Percuma juga kan saya di sini kalau tidak mengerti materi dari awal? Mending saya bertanya kepada teman saya nanti.” Ucap Key dengan santai dan senyum di wajahnya.



Semua mahasiswa yang ada di dalam kelas menahan tawa mereka karena hari itu adalah pertama kalinya ada yang berani melawan dosen killer itu.



Sedangkan dosen tersebut hanya menahan amarah dan rasa malunya karena sudah di perlakukan seperti itu oleh mahasiswanya.



Key mengambil tasnya dan berjalan kembali ke arah dosennya untuk berpamitan lalu pergi meninggalkan ruang kelasnya itu.



Lana yang melihat temannya sudah keluar dari kelas itu langsung mengambil hpnya dan mengirip pesan untuk Key.



“Kamu mau kemana?” isi pesan Lana.



Namun pesannya tidak di balas oleh Key, Lana khawatir akan keadaan Key karena dia tau jika sahabatnya itu tidak mungkin terlambat masuk kelas, pasti ada sesuatu yang terjadi kepadanya.



“*Apa aku telfon abang Kenan aja? Ah tapi nanti Key di marahin dan aku kena marah Key lagi.. duhh lagian ini bocah kemana sih kok ga liat hpnya*.” Batin Lana yang tetap melihat ke hpnya.



Di sisi lain, Key berjalan keluar dari kampusnya dengan perasaan yang kesal karena dirinya melewatkan waktu belajarnya.



“Ini semua gara-gara aku ngeladenin gadis-gadis manja itu! Seharusnya aku langsung pergi saja dari sana, pasti ga akan terlambat masuk kelas.” Gumam Key sambil menundukkan wajahnya.



“Ah, apa aku ke kampus Ken aja ya.. eh engga deh nanti para penggemar Ken histeris melihatku dan Ken bersama. Hmm,, kemana aku harus pergi..” Key berfikir kemana dia harus pergi, karena dia sudah mulai bosan sendirian di kampus.



Setelah lama berfikir, akhirnya Key berniat untuk mendatangi abangnya di perusahaan untuk memberinya kejutan.



“Pasti abang kaget liat aku ada di sana.. siapa tau kan aku bisa melihat pacar abang sebelum Ken mengetahuinya.” Gumam Key sambil tersenyum penuh arti.



Setelah memutuskan tujuan yang akan di datangi oleh Key, dia menghentikan taxi untuk menuju ke perusahaan abangnya.



Setelah sekitar 15 menit, Key sampai di perusahaan abangnya dan turun dari taxi yang di naikinya. Key berjalan perlahan untuk memasuki perusahaan abangnya itu namun tiba-tiba…


__ADS_1


![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608723731945.jpg)



“Aww..” teriak Key, karena di tabrak oleh orang yang tidak di kenal, bahkan minuman yang di pegang oleh orang itu tumpah dan mengotori bajunya.



“Ah maaf,, aku tidak sengaja.. apa kamu tidak apa-apa? Aku akan membawamu ke mall untuk membelikan baju baru untukmu.” Ucap wanita itu.



Sebenarnya Key kesal karena sekarang dia jadi beratakan, namun karena wanita yang menabraknya itu sudah meminta maaf dengan tulus akhirnya Key menghargai permintaan maaf orang itu.



“Tidak apa-apa kak, aku baik-baik sa….” ucap Key dengan tersenyum ke arah wanita yang ada di hadapannya tanpa berkata sepatah katapun.



“*Yaampun,, dia cantik sekali.. kenapa jantungku berdegup kencang saat melihat kakak cantik ini?? jangan-jangan aku sudah tidak normal lagi*!?” batin Key yang masih tetap melongo melihat wajah wanita yang ada di hadapannya.



“Duduklah dulu, aku akan mengelap bajumu yang basah.” Ucap wanita itu membuyarkan lamunan Key.



Akhirnya Key hanya menuruti perintah wanita itu dan duduk di tempat yang di tunjuk oleh wanita itu, Key bagaikan terhipnotis oleh kecantikan wanita itu.



“Aku Belinda..” ucap wanita itu sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608723731934.jpg)




“Nama yang cantik!” ucap Belinda dengan senyum di wajahnya.



“Kakak juga sangat cantik.. eh, maksudnya nama kakak juga cantik..” ucap Key.



“Terimakasih! Oh iya, kamu mau kemana?” tanya Belinda.



“Aku mau bertemu dengan abangku kak.”



“Oh abangmu bekerja di perusahaan ini?” tanya Belinda yang di balas anggukan oleh Key.



“Kakak, bekerja di sini?” tanya Key.



“Aku baru melamar menjadi sekretaris di perusahaan ini, dan hari ini aku akan melakukan tes wawancara.”



“Pasti kakak akan berhasil!” ucap Key memberikan semangat.



“*Dan aku adalah orang pertama yang akan gembira jika kakak cantik ini bisa menjadi sekretaris abang dan dekat dengan abang hihihi*..” batin Key sambil senyum-senyum sendiri dan membuat Belinda heran.

__ADS_1



“Kamu kenapa tertawa sendiri Key?”



“Ah kak, apakah kakak mempunyai pacar? Aku sangat ingin menjodohkan kakak cantik dengan abangku.” Celetuk Key.



“Aku belum punya pacar, tapi aku sudah memiliki laki-laki yang aku cintai sejak kecil.” Ucap Belinda.



“Benarkah kak? Yahh,, ternyata abangku kalah start..” ucap Key sedih.



“Hei kenapa bersedih? Aku akan menjadi temanmu dan abangmu!” ucap Belinda mencoba untuk menghibur Key.



“Iya kakak benar, aku masuk ke dalam dulu ya kak. Aku ingin memberi kejutan untuk abangku!” ucap Key yang segera beranjak dari tempat tidurnya.



Belinda hanya tersenyum dan mengangguk, ia melihat kepergian Key yang semakin lama semakin menjauhinya.



“Hahh,, apakah aku bisa menjangkaumu yang jauh di sana Kenan?” gumam Belinda sambil melihat ke arah gedung paling atas.



Ruangan Kenan


Di dalam ruangan, Kenan sedang serius dengan laporannya. Sedangkan di sisi lain ada seorang wanita cantik yang sedang memanyunkan bibirnya sambil menatap sinis ke arah Kenan.


“Jangan melihatku seperti itu. Aku tidak bisa fokus karenamu!” ucap Kenan kepada wanita yang sedang duduk di sofa ruangannya.


“Huh, kamu selalu saja seperti ini. sibuk dengan pekerjaanmu! Apa kamu tau aku juga memiliki jadwal yang padat!” ketus wanita itu.


“Aku tau, maka dari itu aku ingin menikahimu secepatnya.” Tegas Kenan.


“Tidak Kenan. Aku masih ingin menikmati kehidupan modelku!”


Wanita itu adalah Diana, model terpopuler di perusahaan Kenan. Sebenarnya, Kenan sudah mengenal Diana sejak pertama kali Diana bergabung di perusahaannya dan saling menyukai satu sama lain, dulu Diana adalah seorang gadis yang lugu, pendiam dan menggemaskan yang membuat hati Kenan luluh terhadap keluguannya.



Hingga semakin lama ke popularitasan Diana semakin naik hingga membuatnya tergoda akan hal itu dan awalnya dia benar-benar tulus menyukai Kenan tiba-tiba berubah menjadikan Kenan sebagai alat untuk membuatnya semakin terkenal. Itulah yang membuatnya selalu menolak jika di ajak menikah oleh Kenan.


Drrtt.,, drrtt..


Kenan melirik ke layar hpnya yang bergetar dan melihat nama adik perempuannya di layar, segera Kenan mengangkat telfon dari adik perempuannya itu.


“Halo my princess..” sapa Kenan dengan semangat yang membuat Diana menatap curiga terhadap kekasihnya itu.


“Abang!! Aku ada di lobby perusahaanmu, tapi receptionist di sini melarangku untuk masuk ke dalam! Aku bilang kalau aku ini adalah adik sepupumu jadi abang tau harus bagaimana!” teriak Key dari sebrang telfon dan langsung mematikan telfonnya.


“Bagaimana mungkin Key ada di perusahaanku? Jangan-jangan dia bolos kuliah lagi..” batin Kenan sambil memukul keningnya lalu segera beranjak dari tempat duduknya untuk menjemput adiknya.


Diana yang melihat Kenan pergi tergesa-gesa setelah mendapatkan telfon yang entah dari siapa itu segera menarik tangannya.


“Kamu mau kemana!? aku masih ada di sini Kenan!"ketus Diana.


"Aku harus menyusul adikku! dia ada di bawah sekarang!" jawab Kenan.


"Apa adik angkatmu itu lebih penting di bandingkan denganku!?" bentak Diana yang membuat Kenan terkejut dengan perkataan kekasihnya itu.


Dengan segera Kenan menepis tangan yang di pegang oleh kekasihnya itu dan menatap tajam ke arahnya.



“Iya! Dia lebih penting darimu!” ketus Kenan lalu meninggalkan Diana di dalam ruangannya sendirian.

__ADS_1


“Sial*n bisa-bisanya dia lebih mementingkan adik angkatnya itu. Tidak bisa! Aku harus segera mengurus gadis manja itu!” batin Diana sambil mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2