MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
TENTANG ANDINI


__ADS_3

Namaku Andini Rider



aku adalah anak yang berasal dari keluarga yang sederhana, ayahku bekerja sebagai karyawan di perusahaan tuan Kalandra yang sangat terkenal dan hebat itu.


Aku ingat betul bagaimana bahagianya ayahku saat di terima di perusahaan besar itu, ayah juga berjanji untuk rajin bekerja dan mendapatkan pengakuan dari tuan Kalandra.


Ayahku bertahan di perusahaan itu karena dia memang sangat menyukai pekerjaannya, dia bahkan selalu mendapatkan penghargaan karena menjadi karyawan yang rajin dan bekerja dengan sangat baik, hingga suatu hari tiba-tiba saja ayahku di pecat tanpa adanya alasan yang jelas.


Semenjak itu keluargaku hancur, ayah menjadi orang yang mudah sekali emosi, ibuku meninggalkan aku dan ayah untuk selamanya karena penyakit yang tidak bisa di obati karena kurangnya biaya pengobatan, setelah kepergian ibuku, ayahku setiap malam selalu pulang dalam keadaan mabuk dan selalu berjudi sehingga membuat uang loyalty yang di berikan perusahaan habis.


Aku benci dengan perusahaan itu, aku benci dengan tuan Kalandra dan anak-anak nya yang selalu muncul di televisi dengan senyum bahagianya sedangkan mereka sudah membuat keluargaku hancur.


Saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan anak-anak tuan Kalandra di kantin kampus, aku tidak suka dengan tingkah anak perempuan tuan Kalandra yang sombong dan tidak mau menjadi pusat perhatian.


"Dia seharusnya tau kalau dia adalah anak pengusaha terkenal dan masuk televisi, harusnya dia juga tau kalau akan ada banyak orang yang memperhatikannya." batinku saat melihat wajahnya yang terlihat tidak menyukai orang-orang yang memperhatikannya.


Aku bukanlah wanita yang merasa iri dengan kekayaannya, hanya saja setiap aku melihat keluarga tuan Kalandra tersenyum bahagia aku mengingat masa-masa sulit yang harus keluargaku alami karena mereka.


Ingin sekali rasanya aku mencari tau kebenaran di balik pemecatan ayahku dan akhirnya membuat keluargaku hancur.


Setiap hari ayah selalu meminta uang kepadaku yang masih belum bekerja ini, jika aku tidak memberikannya dia akan mengamuk dan memukulku.


"Plak!! Dasar anak tidak tau diuntung! Aku selalu memberimu makan tapi kamu tidak bisa menghasilkan uang! Kerja sana! Kalau perlu kamu jadi wanita panggilan saja agar uang yang kamu hasilkan lebih banyak!" bentak ayahku sambil menampar wajahku.


"Ayah kenapa ayah bicara seperti itu? Dulu ayah selalu menyuruhku untuk menjaga diri dari pria hidung belang tapi kenapa ayah sekarang malah menyuruhku menjual diri? hikss,, hikss.." ucapku.


Plak!!


Yap! semakin aku menangis, ayahku semakin memukulku habis-habisan, aku tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi ayah, tapi aku tidak akan pernah meninggalkannya.


Kenapa aku tidak mau meninggalkannya? Karena ayahlah satu-satunya orang yang selalu berada di sampingku, dulu ayahku tidak seperti ini dan aku yakin kalau ayah berubah karena situasi sulit yang harus di hadapinya, terutama saat ibu meninggalkan kita.


Setelah keterpurukan yang di alami keluargaku aku memutuskan untuk menjari pekerjaan.


Aku sudah berkeliling untuk berusaha mencari pekerjaan, tapi tidak ada yang mau menerima seseorang yang belum lulus kuliah dan tidak memiliki pengalaman sepertiku.


Akhirnya aku terpaksa untuk bekerja di club malam, karena hanya club itu yang mau menerimaku, gajinya pun cukup untuk aku dan ayah selama sebulan.

__ADS_1


Aku sudah merasa nyaman bekerja di sana, aku mengenal teman sesama pelayan wanita di sana dan mereka semua memiliki cerita yang hampir sama denganku.


Namun hari itu, hari di mana kehidupanku hancur karena keturunan tuan Kalandra.


Aku benar-benar membencinya! Dia sudah merenggut sesuatu yang sangat aku jaga sebaik mungkin. Aku membencinya namun aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tau kalau aku tidak memiliki status yang kuat untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah dia lakukan kepadaku.


"Aku hanya akan menambah masalah jika aku berurusan dengan keluarga mereka." batinku.


Aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku di club malam itu, aku sudah tidak mau sampai bertemu dengan laki-laki sepertinya lagi, aku harus mencari pekerjaan baru untuk menghidupi kebutuhanku dan ayahku.


"Aku tidak boleh bertemu dengannya lagi!" gumam ku di dalam hati.


***


Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun pernikahan papi Kalandra dan mami Khansa, Key semangat sekali menyambut kehadiran papi dan maminya di restaurant milik Ken, namun malam itu Ken sama sekali tidak terlihat bersemangat.


"Ken! Kamu ini kenapa sih? Kenapa kamu melamun begini? Bukannya kamu yang kemarin semangat sekali menyambut hari ini?" Tanya Key sambil menyikut lengan saudara kembarnya.


"Aku baik-baik saja Key." ucap Ken.


"Ada yang kamu sembunyikan padaku ya Ken? Perasaanku sudah tidak enak dari tadi." ucap Key.


Tidak lama kemudian, mobil mewah papi Kalandra sudah terparkir di depan pintu masuk restaurant membuat senyum Key mengembang melihatnya.


Ken dan Key menyambut papi dan maminya dengan senang hati, hari itu papi Kalandra dan mami Khansa bagaikan raja dan ratu semalam karena di layani oleh Ken dan Key.


" Mami tidak menyangka kalau kalian berdua akan memiliki ide seperti ini walaupun abang kalian tidak ada di sini." ucap mami Khansa.


"Emangnya mami fikir hanya abang yang bisa melakukan hal seperti ini?" ucap Key sambil mengerutkan keningnya.


"Duduklah pi, mi, hari ini adalah pertama kalinya papi dan mami masuk ke dalam restaurant milik Ken yang baru di berikan papi kepadaku." ucap Ken.


"Papi harap kamu bisa menjadikan restaurant ini lebih sukses dari sebelumnya." ucap papi Kalandra yang di balas anggukan oleh Ken.


Acara makan malam pun di mulai, mereka berempat menikmati satu per satu hidangan yang di sajikan oleh para pelayan.


Tidak lupa Kenan juga menghubungi kedua orang tuanya untuk mengucapkan happy anniversary kepada mereka.


Papi Kalandra dan mami Khansa sangat bahagia karena memiliki ketiga anak yang sangat baik dan menyayangi mereka.

__ADS_1


Di tengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja Ken beranjak dari tempat tidurnya dan berlutut di belakang kursi orang tuanya hingga membuat mereka menoleh ke belakang.


Key bingung dengan apa yang di lakukan saudara kembarnya itu, dia mengira kalau Ken akan memberikan hadiah kepada papi dan maminya namun ternyata bukan itu yang akan di lakukan oleh Ken.


"Ken, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu berlutut seperti itu?" Tanya mami Khansa.


"Papi, mami, Ken mau mengatakan sesuatu yang akan membuat kalian sangat malu dan marah kepadaku." ucap Ken.


"Ken ayolah jangan bercanda deh!" ketus Key.


"Sebenarnya ada apa Ken? kamu sedang mencoba memberi papi dan mami kejutan lagi?" Tanya papi Kalandra.


"Dengarkan Ken baik-baik pi, mi.." ucap Ken dengan serius.


Mendengar ucapan Ken yang benar-benar serius, akhirnya papi Kalandra, mami Khansa dan Key menatapnya dengan serius.


"Kemarin Ken pergi ke club malam bersama Rey, Ken pertama kalinya meminum minuman beralkohol di sana dan mabuk, lalu Ken sudah menodai seorang wanita di sana." ucap Ken dengan suara yang bergetar karena dia sedih sudah mengecewakan keluarganya.


"What! Ken kamu serius?!" Tanya Key.


"Bangun!" Ucap papi Kalandra tapi tidak di gubris oleh Ken.


"Bangun Kenzo!!" teriak papi Kalandra lagi.


Akhirnya Ken bangun, namun saat dia baru saja bangun, mami Khansa beranjak dari kursinya dan.. Plak!!!


Mami Khansa menampar Ken dengan keras sampai tercetak bekas tamparan mami Khansa Di pipi kiri Ken. Key dan papinya terkejut melihat maminya yang menampar Ken dengan sangat keras tidak seperti saat mami Khansa menampar Kenan.


"Mami.." ucap Key.


"Sayang.." ucap Kalandra.




Permisi~~ Author numpang promosi novel baru author yaa judulnya 'Aku Adalah Istri Yang Durhaka'. Terimakasih🥰💙


__ADS_1


![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1618043431830.jpg)


__ADS_2