MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEJUJURAN


__ADS_3

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.



Setelah bertemu dengan Hani, Kalandra memang sempat merasa bimbang dengan perasaannya sendiri.



“*apakah aku masih mencintainya atau hanya perasaan kasihan padanya saja? Lagian bodoh banget kamu ndra pake nawarin tinggal bareng aja*.” batin Kalandra mengingat tentang pertemuannya dengan Hani sambil berbaring di tempat tidurnya.



“mas, kamu ngapain sih bengong aja?” tanya Khansa yang sedang merapihkan baju ke dalam lemari.



“sayang, duduk disini deh aku mau ngomong sesuatu..”



“penting ga? Kalo ga penting nanti aja ngomongnya aku masih sibuk.”



“penting banget sayang URGENT!” ucap Kalandra melebihkan nada bicaranya.



“ada apa sih mas?” Khansa akhirnya duduk di pinggir tempat tidur di sebelah suaminya menghadap ke arah Kalandra yang masih terbaring.



“kamu jangan marah ya?” ucap Kalandra sambil bangun dari tidurnya.



“marah kenapa sih mas? Kamu tuh ya bikin orang penasaran aja.”



Kalandra memegang tangan Khansa dan menggenggamnya dengan erat dan membuat Khansa merasa bingung dengan tingkah suaminya.



“ada apa sih mas?” tanya Khansa yang semakin penasaran.



“sebenarnya saat mas bilang ada di café sama Ryan dan Edo, disana mas ketemu sama sahabat mas namanya Hani, lebih tepatnya cinta pertama mas dulu sewaktu SMA.” Kalandra dengan ragu memberitahu istrinya tentang pertemuannya dengan Hani.



“*apa maksudnya kamu akan kembali padanya mas*?” batin Khansa yang sebenarnya hatinya sangat sakit saat suaminya berbicara seperti itu.



“lalu?” ucap Khansa yang menguatkan hatinya.


__ADS_1


“lalu ntah karena kasihan mendengar ceritanya, mas menawarkan untuk tinggal dirumah dan menemanimu, kebetulan dia juga sedang mengandung juga.”



Kalandra menceritakan semua yang ia dengar dari Hani kepada Khansa.



“apa mas masih mencintainya?”



“mas mencintai kamu sa, di hati mas Cuma ada kamu. Mungkin saat pertama bertemu dia mas merasa bimbang, tapi mas sudah yakin jika perasaan mas padanya hanya perasaan kasihan saja. aku tetap mencintaimu Khansa Olivia.” Kalandra menciumi punggung tangan istrinya berulang kali.



“mas, aku sangat sangat berterima kasih karena kamu sudah jujur padaku. Tapi jika kamu mau menyuruhnya tinggal dirumah ini sepertinya aku tidak setuju maaf ya mas.” Ucap Khansa



“mas paham, mas juga ga jadi nyuruh dia untuk tinggal dirumah kok, bisa-bisa mama jewer kuping mas hehe.” Canda Kalandra



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1603082025408.jpg)



“tapi jika memang mas merasa kasihan melihatnya, mas bisa membantunya untuk mencarikan tempat tinggal yang layak, karena anaknya nanti sangat membutuhkan tempat yang layak untuk tumbuh.”



“kamu memang berhati malaikat sayang.” Ucap Kalandra dan mencium kening Khansa.




“wah bahaya kalo di sunat lagi nanti gabisa buatin adek buat Kenan lagi dong.” Ucap Kalandra cekikikan, sedangkan Khansa hanya menggelengkan kepalanya.



“eh ngomong-ngomong soal Kenan, gimana hari pertamanya sekolah sayang?” lanjut Kalandra



“lancar banget mas, mama emang hebat nyari sekolah yang tepat untuk Kenan. ibu-ibunya juga ga kayak sekolah TK Kenan yang mikirin shopping mulu.” Ucap Khansa



“oh iya, kayaknya anak kita juga bakalan terkenal banget sayang. Dia dideketin cewe-cewe dikelasnya loh.” Lanjut Khansa.



“iyadong, siapa dulu papinya..” Kalandra membanggakan dirinya sendiri.



Setelah berbincang, mereka bersiap untuk tidur karena hari sudah semakin larut.

__ADS_1



“*mungkin karena ini perasaanku tidak enak dari kemarin. Semoga saja kamu tidak tergoda oleh wanita lain mas*.” Ucap Khansa sambil menatap lekat wajah suaminya itu.



*Di kediaman Lila dan Riko*


Lila belum memberitahu tentang kehamilannya pada suaminya karena Riko sangat sibuk dengan pekerjaannya. Seperti hari ini, setelah pulang kerja, Riko langsung tertidur bahkan tanpa membersihkan dirinya dan tanpa membuka sepatu dan bajunya.


“astaga selelah itukan dirimu ko, aku jadi kasihan sama kamu harus kerja banting tulang untukku, apalagi jika anak kita lahir, mungkin kamu akan bekerja lebih giat untuk memenuhi kebutuhan anak ini juga, aku harus irit mulai hari ini.” batin Lila yang melihat Riko sangat kelelahan hingga ia tidak sempat membuka pakaian kerjanya.


Lila membantu Riko membuka sepatu dan pakaiannya, setelah selesai mengganti semua pakaian suaminya, Lila merasa lelah karena badan Riko yang berat menurutnya. Lalu Lila tertidur di sebelah suaminya dengan tangan yang dilingkarkan di perut suaminya itu.


Keesokan harinya, Lila bangun terlebih dahulu dan beranjak dari tempat tidurnya menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Lila memasak makanan yang istimewa untuk suaminya, tidak lupa ia meminum susu hamil yang berbentuk kemasan kotak kecil untuk di minum.


“sayang, kamu udah bangun?” ucap Riko yang baru saja terbangun dan menghampiri Lila yang berada di dapur.


Lila terkejut dan tersedak saat meminum susunya itu.


“uhukk,, uhukk.. astaga kamu ngagetin aku aja sih ko.” Ucap Lila


“sayang? Ini kan susu buat ibu hamil, kamu kok minum ini?” tanya Riko yang sedang membantu Lila memegangi susu yang hampir saja dijatuhkan oleh Lila.


“eh, mm,, iya sebenarnya aku..”


“kamu hamil!?” tanya Riko yang memotong ucapan Lila, Lila hanya mengangguk mengiyakan ucapan Riko.


“yaampun alhamdulillah, kenapa kamu ga ngasih tau aku?” Riko sangat senang dan memeluk Lila dengan erat.


“aku sebenernya udah mau ngasih tau kamu saat pulang dari rumah sakit, tapi kamu sibuk terus aku kan gatega yang mau ngasih tau kamu.”


“maaf sayang, aku emang banyak kerjaan banget, maaf ya aku gaada waktu buat kamu akhir-akhir ini..” Riko merasa menyesal karena perbuatannya.


“udahlah gapapa toh kamu juga sibuk kerja bukan macem-macem diluar sana.” Ucap Lila


“ya gaakan macem-macem sayang, aku Cuma cinta dan sayang sama kamu aja.” Riko menciumi pucuk kepala Lila berkali-kali.


“ih udah nyiumin akunya, kamu mandi sana dari semalem ga mandi jorok.” Ejek Lila


Riko segera beranjak menuju kamar mandi tanpa harus disuruh dua kali oleh istrinya itu, Riko tidak ingin membuat suasana hati istrinya memburuk. Setelah mandi, Riko segera memakai bajunya bersiap untuk ke kantor dan sarapan bersama istrinya.


“sayang, kamu ga mau apa-apa? Anak kita ga perlu apa-apa?” tanya Riko


“aku ga perlu apa-apa kok, kalo aku perlu apa-apa aku akan bilang tenang aja ya suamiku yang bawel...”


“aku seneng banget kita akan memiliki anak, aku akan memberitahu kedua orang tua kita..”


“aku sudah memberitahunya kemarin, kamu doing yang telat menerima kabar ini.” ucap Lila


“apa? Mereka udah tau? Kok ga ngasih tau aku sih?”


“yak arena aku menyuruh mereka untuk tidak memberitahumu karena aku sendiri yang akan memberitahumu, tapi malah gara-gara kejadian konyol ini kamu jadi tau kalo aku hamil.” Lila menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


“tidak apa-apa, aku malah bersyukur karena kejadian konyol tadi.”


“iya iya,, kamu berangkatlah nanti terlambat, suami Khansa ga akan sebaik itu walaupun kamu adalah sahabat istrinya.”

__ADS_1


Riko yang mendengar ucapan Lila langsung berangkat dan berpamitan kepada Lila lalu mencium kening Lila berkali-kali dan mencium perut istrinya yang masih rata.


“ayah akan selalu membahagiakanmu dan ibumu sayang..” batin Riko yang tetap menciumi perut istrinya.


__ADS_2