
Orang yang paling kesepian adalah yang paling baik hati. Orang yang paling sedih tersenyum paling cerah. Orang yang paling rusak adalah yang paling bijaksana. Semua karena mereka tidak ingin melihat orang lain menderita seperti yang mereka alami.
Hari demi hari telah berlalu, besok adalah hari di mana Kenan dan Belinda akan mengikrarkan janji suci sehidup semati. Kenan dan Belinda sangat gugup menuju hari esok, begitu juga dengan keluarga mereka.
Seluruh keluarga mereka sudah datang untuk menghadiri acara pernikahan Kenan dan Belinda keesokan harinya.
Aunty Anita, uncle Edo dan anak mereka Erina juga sudah datang dan tinggal di kediaman papi Kalandra. Hari itu adalah pertama kalinya semua orang berkumpul bersama di rumah papi Kalandra hingga membuat ramai seisi rumah.
“Wah ini sangat menyenangkan! Ini adalah hal yang langka dalam sejarah keluarga untuk berkumpul semua seperti ini!” ucap Elsa dengan semangat.
“Kamu benar sekali Elsa! Aku tidak menyangka kalau ternyata keluarga kalian banyak sekali!” sambung Lana.
“Kalian berdua tidak bisa diam apa?! Lebih baik kalian berdua ajak Erina berkumpul bersama kita karena dia jarang sekali bertemu dengan kita jadi pasti dia canggung untuk mengajak kita bicara duluan.” Ucap Key yang sudah pusing dengan keributan Elsa dan juga Lana.
Karena menurut Elsa dan Lana ucapan Key itu benar, jadi mereka bertiga memutuskan untuk menghampiri Erina yang sedang duduk di sebelah mommynya.
“Hai Erina, sudah lama sekali kita tidak bertemu, kamu pasti sudah mengenal mereka bukan? Ini Elsa dan ini adalah Lana.” Ucap Key menyapa Erina dengan ramah.
“Hai kak Key, aku sangat senang bertemu dengan kakak lagi dan juga Elsa dan kak Lana.” Balas Erina.
“Kita pergi jalan-jalan yuk, kamu sudah lama tidak ke Indonesia dan aku rasa kita bisa jalan-jalan bersama seperti seorang teman.” Ajak Key.
Dengan ragu Erina menoleh ke arah mommynya dan ingin meminta ijin kepada mommynya terlebih dahulu.
“Mom, apakah aku oleh jalan-jalan bersama kak Key, Elsa dan kak Lana?” tanya Erina.
“Tentu saja sayang! mommy sangat senang kalau kamu dan saudaramu akrab.” Ucap aunty Anita.
Dengan perasaan yang senang, Erina setuju untuk ikut dengan Key, Elsa, dan Lana. Key mencari pak Joko untuk memintanya mengantar mereka berempat.
“Kamu ini nyari siapa sih Key?” tanya Lana.
“Aku mencari pak Joko untuk mengantar kita, nah itu dia.” Ucap Key yang melihat pak Joko sedang mengobrol dengan pelayan di dapur.
“Pak Joko, Key minta tolong buat anter kita ya, pake mobil keluarga aja soalnya Key mau bawa beberapa gaun untuk kak Belinda.” Ucap Key.
“Siap nona Key, pak Joko siapin dulu mobilnya ya.” ucap pak Joko.
“Terimakasih ya pak.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh pak Joko.
Elsa menghampiri Key yang baru saja berbicara dengan pak Joko dan bertanya kemana tujuan mereka sebenarnya.
__ADS_1
“Kak, sebenarnya kita mau jalan-jalan kemana sih? Kok sama pak Joko?” tanya Elsa.
“Kita ke rumah kak Belinda untuk membawa gaun ke rumah om beruang yang baru, soalnya kak Belinda tidak mungkin ke sini karena sedang di pingit.” Ucap Key.
“Ah benar juga ya, kak Belinda dana bang kan tidak boleh bertemu satu sama lain ya.” ucap Elsa.
“Sudahlah ayo kita ke depan, aku yakin kalau pak Joko sudah menyiapkan mobil.” Ajak Key.
Akhirnya Key, Elsa, Lana dan Erina pergi untuk mengambil gaun yang akan di pakai oleh Belinda ke rumahnya.
“Kalian tunggu sini ya, biar aku dan karyawanku saja yang mengambil gaunnya.” Ucap Key saat tiba di depan butiknya.
Key turun dan masuk ke dalam butiknya untuk mengambil gaun yang akan di pakai oleh Belinda di bantu oleh karyawannya.
“Wah, gaunnya bagus sekali kak!” ucap Erina.
“Kamu baru pertama kali lihat desain kak Key secara langsung ya Er?” tanya Elsa.
“Iya, ini pertama kalinya juga aku melihat gaun seindah itu.” Ucap Erina.
Setelah gaun di masukkan ke dalam mobil, mereka semua segera pergi ke rumah Bernard yang baru mereka tempati kembali karena keluarga mereka datang ke Indonesia.
“Hai Key, kamu kok ga bilang kalau mau datang?” tanya mama Bernard.
“Hai tante, Key sudah bilang ke kak Belinda kok emang kak Belinda ga ngasih tau tante?” tanya Key.
“Mungkin dia lupa karena terlalu grogi, ayo duduklah wah siapa ini sepertinya ini pertama kalinya tante melihatnya.” Ucap mama Bernard saat melihat Erina.
“Dia Erina tante, sepupu Key yang tinggal di Paris, memang saat acara lamaran kak Belinda dia dan orang tuanya tidak bisa datang karena sesuatu jadi tante baru melihatnya sekarang.” Jelas Key.
“Wah, kamu cantik sekali sayang! boleh tuh kapan-kapan tante kenalkan ke Harry.” Ucap mama Bernard.
Key yang mendengarnya hanya tersenyum sambil melihat ke arah Erina, sedangkan Erina hanya menunduk karena tidak mengetahui siapa itu Harry.
“Kita langsung ke atas aja ya, Belinda sedang mengecat kukunya untuk acara besok.” Ucap mama Bernard.
Dengan antusias, keempat gadis tersebut segera menuju kamar Belinda karena ingin melihat persiapan Belinda.
“Hai kak..” sapa Key dan yang lain secara bersamaan.
“Hai kalian, loh siapa ini?” tanya Belinda yang juga belum pernah bertemu dengan Erina.
__ADS_1
“Dia Erina kak sepupu Key yang di Paris.” Ucap Key.
“Wah, jadi dia anaknya aunty Anita yang Kenan ceritakan?” tanya Belinda dan di balas anggukan oleh Key.
“Apa kamu sudah punya pacar?” tanya Belinda dan di balas gelenggan kepala oleh Erina.
“Jangan bilang kak Belinda akan menjohkan Erina dengan kak Harry.” Ucap Key.
“Bagaimana kamu tau!?” tanya Belinda yang terkejut dengan ucapan Key.
“Tante juga bilang begitu tadi, dia mau mengenalkan Erina dengan kak Harry.”
“Ya kamu tau lah, dia sudah tua tapi tidak pernah memiliki hubungan yang serius dengan para wanitanya.” Ucap Belinda.
“Kalau sampai mereka berdua menjadi pasangan, aku yakin banget Harry akan di cap sebagai pedofil.” Celetuk Bernard yang baru saja datang dan mendengar pembicaraan pacar wanita tersebut.
“Kak Bernard!” sapa Elsa dan Lana secara bersamaan.
Bernard hanya tersenyum menanggapi sapaan wanita-wanita tersebut.
“Kalau Harry pedofil lalu kamu apa? Bukannya kamu dan Key juga memiliki usia yang jauh berbeda?” tanya Belinda.
“Tidak ada bedanya kak, dia juga pedofil kok.” Sambung Key sambil melirik tajam ke arah Bernard.
“Kok kamu ga belain aku sih Key?” rengek Bernard.
“Lagian om beruang ngapain di sini sih, ini tuh tempatnya perempuan bukan laki-laki.” Ucap Key.
“Aku ke sini gara-gara ada kamu! Aku tuh kesel banget, Belinda dan Kenan yang mau menikah tapi aku juga ikutan di pingit dan tidak boleh bertemu denganmu.” Protes Bernard.
“Diamlah jangan seperti anak kecil atau aku akan memanggil mama ke sini.” Tegas Belinda.
Akhirnya dengan perasaan tidak suka, Bernard meninggalkan kamar saudaranya karena sudah di usir.
“Dia itu pacarnya kak Key?” tanya Erina kepada Lana dengan nada berbisik.
“Entahlah, kadang jadi pacar kadang juga jadi musuh.” Ucap Lana.
“Ha? kenapa bisa begitu?” tanya Erina heran.
“Mereka itu kadang akur, tapi kadang juga suka kayak kucing dan anjing.” Balas Lana.
Mendengar ucapan Lana, Erina langsung mengangguk mengerti denga apa yang di ucapkan oleh Lana.
__ADS_1