
Orang-orang menyebut kamu egois hanya ketika mereka tidak bisa memanipulasi kamu untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
“Elsa? Apa kamu mendengarkan papamu berbicara?” tanya mama Rose hingga membuyarkan lamunan Elsa.
“Eh, iya ma, kenapa tadi?” tanya Elsa yang tidak mendengarkan.
“Kamu kok ngelamun Elsa? Lagi mikirin apa sih?” tanya mama Rose.
“Ga mikir apa-apa kok ma, emang mama tadi ngomong apa?” tanya Elsa.
“Kamu denger apa yang papa bilang?”
“Denger kok ma, Elsa pasti bakalan dapet pasangan yang sangat menyayangi Elsa dan juga bisa melindungi Elsa.” Ucap Elsa.
“Baguslah kalau begitu! Papa mau ke kamar dulu ya istirahat.” Ucap papa Ryan.
Papa Ryan pergi ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan mama Rose dan Elsa masih duduk di kursi ruang tamu.
“Kamu ada masalah ya Elsa?” tanya mama Rose.
“Engga ada kok ma..” jawab Elsa yang berbohong.
“Elsa, kamu tau kan seorang ibu itu tau kalau anaknya sedang berbohong.” Ucap mama Rose.
“Mama ga suka kalau mama tau tentang anak mama dari orang lain, mama bisa kok jadi sahabat kamu yang selalu kamu ceritain segalanya.” Lanjut mama Rose.
Elsa diam mendengar ucapan mamanya, menurutnya mungkin lebih baik mamanya tau tentang perasaannya kepada Rey.
“Ma, Elsa mau cerita tapi mama janji jangan bilang papa ya, soalnya ini masalah laki-laki.” Ucap Elsa.
“Mama tidak akan cerita pada siapapun sayang..” ucap mama Rose sambil tersenyum kepada anak semata wayangnya itu.
“Menurut mama, abang Kenan, kak Ken dan kak Rey lak-laki yang bagaimana?” tanya Elsa.
__ADS_1
“Kenapa kamu tanya mereka Elsa? Apa ada hubungannya dengan ini?” tanya mama Rose.
“Anggap saja Elsa menilai laki-laki yang ada di sekitar Elsa dulu.” Ucap Elsa.
“Abangmu orang yang sangat bertanggung jawab dan berwibawa, dia sangat tegas dengan adik-adiknya dan sangat menjaga mereka dengan baik jadi sudah bisa di pastikan kalau dia akan menjaga wanitanya dengan sangat baik.” Jelas mama Rose.
“Kalau Ken, dia adalah anak yang sangat cuek tapi diam-diam dia perduli dengan orang-orang yang dia sayang, dia juga sangat bertanggung jawab terhadap masa depannya, buktinya dia bisa membangun perusahaannya sendiri bukan?” lanjutnya.
“Lalu kalau Rey, mama jarang sekali berbicara dengan Rey tapi menurut penilaian mama dia adalah orang yang dingin, cuek, tapi sebenarnya dia sangat perhatian, ya hampir mirip dengan Ken tapi mungkin sedikit lebih extreme di banding Ken.” ucap mama Rose.
Mendengar ucapan mamanya membuat Elsa semakin bingung, dia takut untuk mengatakan kalau dia sebenarnya menyukai Rey.
“Kenapa kamu diam Elsa? Apa kamu menyukai seseorang?” selidik mama Rose.
“Sebenarnya Elsa menyukai seseorang ma..”
“Siapa Elsa?”
“Apa!? Rey? Kenapa kamu bisa menyukainya?” tanya mama Rose.
“Entahlah ma, Elsa juga ga tau kenapa Elsa bisa menyukai kak Rey, Elsa juga ga tau sejak kapan Elsa menyukai kak Rey.” Ucap Elsa.
“Mama tidak pernah melarangmu menyukai siapapun, mama juga tidak masalah kalau kamu menyukai Rey mama juga akan selalu mendukungmu kalau memang itu yang terbaik untukmu.” Ucap mama Rose.
“Tapi ma, sepertinya kak Rey tidak menyukai Elsa.” Ucap Elsa sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar ucapan anaknya, mama Rose langsung memegang dagu Elsa dan tersenyum lembut ke arahnya.
“Sayang,,, semua tidak ada yang instan dong, tidak ada sesuatu yang tidak perlu di perjuangkan tapi bukan berarti kamu harus mengejar-ngejarnya, kamu harus bermain cantik, kamu harus menjadi wanita yang diinginkan olehnya.” Jelas mama Rose.
“Wanita yang diinginkan?” tanya Elsa yang tidak paham dengan ucapan mamanya.
__ADS_1
“Kamu harus semangat kuliah dan cepat selesaikan kuliahmu itu, setelah itu kamu harus bekerja dan sukses di bidangmu, dengan begitu dia akan tertarik denganmu.” Ucap mama Rose.
“Benarkah ma? Baiklah kalau begitu, Elsa akan semangat untuk menyelesaikan kuliah Elsa dan menjadi wanita yang sukses.” Tegas Elsa dengan antusias hingga membuat mama Rose tersenyum bangga.
Key, Bernard dan Alya sudah berada di café yang mereka tuju. Sesampainya di café tersebut, Alya sangat senang dan langsung berlari ke taman untuk bermain bersama anak-anak kecil yang ada di sana.
“Baguslah, Alya ternyata sangat menyukai tempat ini.” ucap Key sambil melihat ke luar.
“Kamu duduk di sini ya, aku akan pesankan makanan ringan dan minuman untuk kita.” Ucap Bernard sambil mengelus rambut Key dengan lembut.
Mendengar ucapan Bernard akhirnya Key segera duduk di kursi yang menghadap ke taman untuk tetap memantau Alya yang sedang bermain.
“Jangan di liatin aja, ga akan ilang kok.” Ucap Bernard yang baru saja datang.
“Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari Alya, abang sangat menyayanginya dan aku juga harus menjaganya dengan sebaik mungkin.” Ucap Key.
“Tapi kamu awalnya sedikit menentang bukan?” tanya Bernard.
“Tentu saja! aku hanya takut kalau suatu saat nanti akan ada masalah dengan keluarganya.” Tegas Key.
Key dan Bernard memantau Alya dengan senyuman yang mengembang di wajah mereka karena melihat Alya yang sangat ceria bermain bersama anak-anak yang lain. Alya melihat ke arah Key dan Bernard lalu tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya.
“Lihatlah betapa senangnya dia, tidak seperti saat awal dia datang ke rumah.” Ucap Bernard yang di setujui oleh Key.
Saat sedang asik melihat Alya, tiba-tiba Bernard menggenggam tangan Key dan menatap wajahnya dengan tatapan serius.
“A-ada apa om beruang?” tanya Key.
“Aku ingin bertanya tentang sesuatu kepadamu.” Ucap Bernard.
“Bertanya tentang apa?”
“Aku menemukan ini di mobilmu, kenapa Kenan berpakaian dokter? Bukankah dia kuliah di bagian bisnis?” tanya Bernard.
Mendengar ucapan Bernard membuat Key terkejut dan segera mengambil foto yang ada di tangan Bernard.
“K-kenapa om beruang bisa mendapatkan foto ini!?” tanya Key.
“Aku kan tadi sudah bilang kalau aku menemukannya di mobilmu, apa kamu tidak mendengarnya?” Ucap Bernard.
“I-ini tidak boleh dilihat! Tidak boleh sampai abang Kenan mengetahui hal ini!” tegas Key yang panik hingga membuat Bernard semakin kebingungan.
“Ada apa Key? Kenapa kamu panik? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?” tanya Bernard.
Tiba-tiba saja Key meneteskan air matanya sambil melihat ke arah foto yang di pegangnya, Bernard yang melihat Key menangis segera pindah ke sebelah Key dan merangkulnya dan mencoba untuk menenangkannya.
“Kamu jangan menangis, kalau kamu masih belum siap untuk menceritakannya tidak usah di paksakan, aku bisa menunggu.” Ucap Bernard sambil mengelus pundak Key.
Di saat yang sama, Alya kembali ke dalam café untuk menemui Key dan juga Bernard, namun Alya terkejut melihat tantenya yang sudah menangis itu.
“Ada apa om Bernard? Kenapa tante Key menangis?” tanya Alya dengan polosnya.
Bernard bingung menanggapi pertanyaan Alya, namun Key segera menghapus air matanya dan melepaskan rangkulan tangan Bernard.
“Tante tidak apa-apa sayang, tante hanya kelilipan saja kok, Alya haus ya? ini om Bernard sudah membelikan minuman untuk Alya.” Ucap Key yang terpaksa untuk tetap tersenyum agar tidak membuat Alya khawatir.
“Terimakasih tante, Alya mau main lagi ya dahh..” ucap Alya yang baru saja meminum minumannya.
Setelah melihat kepergian Alya, Key menyuruh Bernard kembali ke tempatnya dan duduk di hadapannya.
__ADS_1
“Aku akan menceritakan semuanya, tapi aku mohon banget sama om beruang jangan sampai kak Belinda mengetahui hal ini dari om beruang, biarkan abang sendiri yang memberitahunya jika dia sudah siap.” Ucap Key yang di balas anggukan kepala oleh Bernard.