
Kadang kamu memilih tuk terlihat bahagia, karena tak ingin menjelaskan mengapa kamu bersedih pada mereka yang bahkan tak berusaha tuk mengerti.
Setelah makan malam romantis, Kalandra dan Khansa pulang ke rumah dengan perasaan yang bahagia. Sesampainya dirumah mama masih berada di ruang keluarga sedang menonton TV.
“Loh kalian kok sudah pulang, sekarang masih jam 10 loh..” ucap mama Alisha yang melihat kedatangan Kalandra dan Khansa.
“Maunya mama kita pulang pagi gitu?” tanya Kalandra
“Ya namanya kencan tuh nginep di hotel dong sekali-kali”
“Andra maunya gitu, tapi Khansa gamau ma, dia bingung sama Kenan mulu ma kan Andra cemburu jadinya.” Ucap Kalandra sambil melirik kearah Khansa
“Apaan sih mas, udah gede juga masih cemburu sama anaknya aja.” Ucap Khansa sambil memukul lengan suaminya itu.
“Yaudah sana kalian istirahat, kasihan Khansa sedang hamil nanti kelelahan.” Ucap mama Alisha
“Loh mama ga istirahat? Besok pagi kan mama udah berangkat.” Ucap Khansa
“Justru karena mama mau perjalanan jauh besok jadi mama gabisa tidur, mama pasti akan rindu rumah ini, mama juga rindu Kenan.” mama Alisha mulai berkaca-kaca.
Mama Alisha adalah ibu dan nenek yang sangat tangguh bagi Kenan dan Kalandra, mama Alisha yang mengasuh Kenan sejak ia dilahirkan itulah mengapa mama Alisha sangat sedih karena akan berjauhan dengan cucu kesayangannya.
“Ma, mama harus beristirahat agar tidak kelelahan. Jika kami memiliki waktu, kami akan mengunjungi mama kesana.” Khansa menenangkan mama mertuanya itu agar tidak bersedih lagi.
“Sa, terimakasih karena kamu hadir dikehidupan anak mama. Mama sangat bersyukur karena kamu bisa mencintai Andra dan Kenan dengan tulus, kamu mengajarkan mereka tentang agama. Kamu adalah wanita yang sangat baik. Mama menyayangimu seperti anak mama sendiri. Mama titip Andra dan Kenan ya sayang, mama juga titip cucu mama yang masih berada di perutmu ini, mama akan kemari saat kamu akan melahirkan nanti sayang.” Ucap mama sambil mengelus perut Khansa.
__ADS_1
“Iya ma, Khansa janji akan menjaga anak dan cucu-cucu mama. Ayo sekarang Sasa antar ke kamar ya ma, mama harus stirahat.” Ucap Khansa sambil menggandeng tangan mama mertuanya dan diikuti oleh Kalandra dari belakang.
Setelah mengantar mama Alisha sampai ke depan pintu kamarnya, Khansa menuju ke kamar Kenan terlebih dahulu.
“Mas, aku ke kamar Kenan dulu ya, kamu ke kamar duluan aja nanti aku nyusul” ucap Khansa
Kalandra hanya mengiyakan dan menuju ke kamarnya sendirian, sedangkan Khansa menuju kamar anak kesayangannya.
Khansa memasuki kamarnya dan mencium kening anak kesayangannya itu lalu pergi meninggakannya.
“Kamu belum tidur mas?” ucap Khansa sambil membuka pintu kamarnya
“Aku nunggu kamu sayang, ayo kita tidur.” Ucap Kalandra
Khansa menuju ke ruang ganti untuk memakai pakaian tidurnya dan berjalan ke arah suaminya yang sudah menunggunya di tempat tidur.
Khansa terbangun untuk menjalankan ibadah sholat subuh, ia membangunkan suaminya dan membangunkan anaknya yang masih terlelap, mereka menjalankan sholat subuh berjamaah, namun tidak seperti biasanya Kenan yang biasanya kembali tertidur setelah sholat subuh, kali ini dia tidak tidur lagi melainkan pergi ke kamar kakek dan neneknya, Kenan menangis karena akan ditinggal oleh kakek dan neneknya itu.
“Cucu nenek jangan nangis dong sayang..” ucap mama Alisha
“Nenek jahat, masa nenek mau ninggalin Kenan sih hikss..”
“Kan nenek mau nemenin kakek sayang, Kenan kan dari kecil udah ditemenin sama nenek, sekarang gentian nenek nemenin kakek. Kenan kan sudah besar sudah mau jadi abang masa nangis sayang?” ucap mama Alisha yang sebenarnya juga merasa sangat sedih karena akan meninggalkan cucu kesayangannya itu.
Setelah adegan nangis menangis Kenan, mereka semua sudah siap menuju ke bandara. Disana Edo dan Ryan sudah menunggu kedatangan mereka, ternyata Anita juga datang ke bandara mendengar kabar keberangkatan tantenya itu.
*Di bandara*
“Ma, pa hati-hati dijalan ya, setelah sampai langsung kabari Andra loh” ucap Kalandra sambil memeluk mama dan papanya secara bergantian.
“Tante, kok tante dadak sih bilangnya ke Anita, Anita jadi gabisa ngasih apa-apa kan sama tante” ucap Anita sambil memeluk mama Alisha
__ADS_1
“Tidak perlu sayang, tante senang karena kamu sudah datang dan mengantar keberangkatan tante.”
“Mama, Khansa pasti sangat rindu omelan dari mama nanti hikss…” Khansa menangis dan memeluk mama mertuanya itu.
“Kok kamu jadi kayak Kenan sih sa ikutan nangis gitu, malu diliat orang loh” ucap mama Alisha sambil mengelap air mata yang jatuh di pipi Khansa
Orang tua Kalandra juga sangat senang karena kedatangan Edo dan Ryan, dua sahabat Andra, mereka memeluk Edo dan Ryan secara bergantian dan menitipkan Kalandra kepada mereka.
Setelah keberangkatan orang tua Kalandra, Khansa tetap menangis di gendongan papinya dan merengek meminta ikut neneknya.
“Sayang, jangan nangis terus kita kan mau jalan-jalan bersama” bujuk Kalandra
“Kenan mau nenek pi hikss hikss..”
Setelah menunggu beberapa lama, Kenan akhirnya berhent menangis dan beralih menggandeng tangan Khansa.
“Jangan nangis lagi ya sayang, kapan-kapan kita akan mengunjungi kakek dan nenek.” Ucap Kansa
“Janji ya mi? kita bakalan kesana mi?”
“Janji sayang, ayo sekarang kita bersenang senang bersama papi, om Edo, om Ryan dan tante Anita.” Ucap Khansa yang membuat Anita terkejut.
“Tunggu. Apa? Aku ikut?”
“Iya nit ayo ikut kita, sekalian liburan lah, masa yang diliat sama kamu cuma organ manusia aja sih ga bosen apa.” Ejek Kalandra.
“Kurang asem kamu Ndra, gitu-gitu aku dapet uang dari organ manusia.” Ucap Anita
“Udah-udah, kalian ini udah pada gede masih berantem aja. Kak Anita ikut aja ayo sekali-kali refreshing.” Ucap Khansa
Mereka brangkat menuju ke tempat wisata yang akan mereka tuju. Kalandra berada di mobil bersama Khansa dan Kenan, Ryan menaiki mobilnya sendiri sedangkan Anita berangkat bersama dengan Edo karena saat ke bandara Anita berangkat bersama Kalandra.
Didalam mobil, Edo dan Anita sangat canggung dan tidak mengatakan sepatah kata apapun.
“Emm,, nit?” Edo mulai membuka pembicaraan
“Eh, I,,iya?” Anita terkejut karena Edo mengajaknya berbicara lebih dulu.
“Kamu kok diem aja, perasaan tadi di bandara ngoceh mulu” ucap Edo
“Ya kamu juga diem aja, ntar kalo aku ngoceh mulu dikira orang gila lagi sama kamu.” Ucap Anita
“Ya engga lah, mana ada orang gila cantik” ceplos Edo
“A,,apa? Kamu tadi ngomong aku apa do?”
“Ha? aku ga ngomong apa-apa kok.”
“Bodoh banget Edo, mau dibunu Kalandra kamu godain sepupunya.” Batin Edo
“Astaga, tadi Edo bilang aku cantik kan? Aku ga salah denger kan? Yaampun seneng banget” batin Anita
__ADS_1
Edo dan Anita kembali ke dalam keheningan, sebenarnya Edo dan Anita sama-sama saling menyukai satu sama lain, namun Edo takut untuk mendekati Anita karena ia merasa tidak pantas untuk Anita yang seorang dokter sedangkan aku hanya seorang asisten sepupunya.
Sedangkan Anita merasa jika Edo tidak menyukainya karena Edo selalu bersikap acuh tak acuh jika berhadapan dengan dirinya.