MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
Riko&Lila


__ADS_3

Terimakasih untuk tetap bersamaku hingga kini, saya tidak bisa menjanjikan apa pun, karena kita tidak tahu takdir tuhan seperti apa. Aku hanya bisa memberitahu


‘aku mencintaimu’ dan itu nyata bukan gurauan.



Lila sedang menghubungi Khansa untuk menanyakan apakah Khansa sudah siap untuk menemaninya ke butik atau belum.



“halo lil”



“halo sa, kamu udah siap? Aku jemput kamu setengah jam lagi ya”



“duh maaf banget lil, semalem aku lupa mau ngabarin kamu karena sibuk mengemasi barang-barang. Kenan semalam sakit lil, mas Andra juga sedang bekerja aku tidak mungkin meninggalkan Kenan sendirian. Maafkan aku ya lil..” jelas Khansa.



“astaga, lalu bagaimana kondisi Kenan saat ini? apakah sudah baikan? Apa kamu ingin aku menjenguk dan menemanimu disana?”



“tidak usah lil, Kenan ga rewel kok jadi aku ga kewalahan jaga dia. Lagipula kamu harus ke butik bukan. Aku akan memberikan hadiah yang istimewa saat pernikahanmu.”



“yaampun sa, suamimu saja sudah memberikan hadiah yang istimewa, kamu mau ngasih aku apa lagi?” tanya Lila yang sangat penasaran dengan hadiah istimewa yang dikatakan Khansa.



“ada deh, pokoknya kamu hati-hati aja jangan sampe teriak saat aku memberikan hadiah itu.”



“tau ah, kamu selalu buat aku penasran sa.”



“hahaha, sudahlah aku matikan dulu ya lil Kenan sepertinya sudah bangun. Sekali lagi maaf ya lil aku tidak bisa menemanimu ke butik.”



“baiklah, yaampun gausah minta maaf lebay banget sih kamu sa. Semoga Kenan cepat sembuh ya dan kita bisa belanja bersama, setelah kau menikah aku sudah tidak pernah berbelanja denganmu lagi..”



“iya lil, setelah kenan sembuh kita akan berbelanja dan menghabiskan semua uang kita hahaha” canda Khansa



“ya jangan dong, kalo kamu enak istrinya bos uangnya a habis-habis, lah aku bisa-bisa gulung tikar kalau uangnya aku habiskan untuk berbelanja”


__ADS_1


“pfftt,, sudahlah ngomong sama kamu bisa lupa kalo anakku sedang sakit”



“hahaha,, baiklah dah sa..”


Setelah mematikan telfon, Lila yang baru saja mendapat kabar dari Khansa jika Khansa tidak bisa menemaninya ke butik karena Kenan sedang sakit itu sebenarnya sedikit kecewa lalu akhirnya Lila menelfon Riko calon suaminya.



“halo sayang?” ucap Riko dari seberang telfon



“hari ini Khansa gabisa anter aku ke butik, anaknya sakit. Kamu bisa anter aku ke butik?”



“aduh maaf sayang, aku ada banyak kerjaan di kantor ga bisa ditinggal soalnya dari kemarin aku banyak banget ninggal pekerjaan.” Jelas Riko yang membuat Lila semakin kecewa.



“yaudah aku ke butik sendiri aja!” Lila langsung mematikan telfon dari Riko



“*sepertinya hanya aku yang tidak memiliki kesibukan*” batin Lila



Flashback


“wah senangnya kita sekarang sudah SMA dan satu sekolah. Siap-siap cari pacar nih.” Ucap Lila


“belajar dulu yang rajin baru pacaran!”


“kan cinta ga butuh otak sa butuhnya hati”


“ya butuh dong, pacaran ga selalu pake hati”


“iyaiya deh iyaa ndoroo,,,, pokoknya aku mau sekelas sama kamu biar aku bisa nyontek tugas.”


“astaga jadi kamu mau sekelas sama aku karena itu?” protes Khansa


“hehehe ya Cuma kamu doang yang bisa diandalkan sa..” rengek Lila


Khansa hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan Lila.


Besoknya, Khansa dan Lila mengikuti masa orientasi siswa baru dan disitulah Lila bertemu dengan Riko untuk pertama kalinya, Riko juga salah satu siswa baru di sekolah itu, kebetulan Lila dan Riko satu kelompok. Disana mereka saling tukar pendapat dan saling menghubungi saat membutuhkan sesuatu.


Mereka semakin lama semakin dekat, saat Lila dan Riko sudah semakin dekat, Lila mengenalkan Riko dengan Khansa dan sejak saat itu mereka selalu pergi bertiga, bahkan saat Riko ingin menyatakan perasaannya kepada Lila, Khansa membantunya dan memberi tahu Riko apa saja yang disukai Lila. Mereka juga saling membantu satu sama lain jika ada yang sedang kesulitan. Kisah cinta Riko dan Lila adalah salah satu kisah cinta yang membuat orang yang melihatnya iri karena kemesraan mereka berdua.


Flashback end


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Lila, Lila yang sedang melamun terkejut karena ketukan pintu itu dan ia merasa tidak memiliki janji dengan siapapun, Lila melangkah ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang dan terkejut melihat Riko sedang berdiri di hadapannya.


“Riko? Kamu ngapain disini?” tanya Lila

__ADS_1


“aku tau kamu pasti sedang cemberut sendirian di dalam rumah jadi aku ingin menghiburmu.” Riko mengeluarkan bucket bunga yang indah hingga membuat Lila menutup mulutnya.


“astaga Riko, katanya kamu sibuk.” Protes Lila dan mengambil bucket bunga itu.


“aku memang sibuk, pekerjaanku memang penting, tapi tidak sepenting dirimu sayang” ucap Riko dengan lembut.


“tentu saja pekerjaanmu lebih penting dari aku! Jika tidak, kamu akan mendapat uang darimana? Lalu jika aku ingin berbelanja siapa yang akan memberiku uang jika kau tidak bekerja?” jawab Lila kesal.


Riko menganga mendengar jawaban Lila dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Astaga aku salah lagi!” batin Riko.


“baiklah pekerjanku memang lebih penting dari pada kamu. Ayo sekarang kita berangkat” ucap Riko


“berangkat kemana?”


“katanya kamu mau ke butik..”


“gausah, aku udah dikirim gambar gaunnya dan mau diantar ke rumah”


“astaga lalu untuk apa aku dengan segera meninggalkan pekerjaanku yang menumpuk” batin Riko sambil menepuk jidatnya.


“yaudah aku balik ke kantor lagi ya sayang..”


“yaudah sono, emang siapa yang nyuruh kamu kesini.” Ketus Lila


“astaga bunuh aja aku bunuh lil!” gumam Riko yang masih bisa didengar oleh Lila.


“apa kamu bilang? Bunuh? Siapa yang mau dibunuh? Kamu?”


“hehe engga sayang, aku berangkat ya dahh” Riko mengusap rambut Lila lembut lalu segera menuju kembali ke perusahaan.


Selama ini Lila sadar jika sifat dirinya sangat kekanakan, dan ia juga bersyukur karena memiliki Riko sebagai pasangannya, Riko yang selalu sabar menghadapi sifat kekanak-kanakannya, ia juga beruntung memiliki Riko sebagai cinta pertamanya dan semoga akan menjadi cinta terakhirnya.


“terimakasih karena selalu sabar terhadapku Riko, dan maaf karena sifat kekanakanku.” Batin Lila sambil melihat kepergian Riko.


Lila masuk ke dalam rumahnya dan menelfon pihak butik apakah gaun yang dia pesan bisa dikirim lewat kurir.


Ya, sebenarnya Lila berbohong kepada Riko, ia tau kalau Riko meninggalkan pekerjaannya di kantor hanya untuk menghiburnya dan tidak ingin Lila marah kepadanya.


Di dalam mobil, Riko menerima telfon dari Edo yang menyuruhnya untuk segera kembali ke perusahaan karena terjadi masalah.


“halo pak Edo?”


“halo Riko, kamu dimana?”


“di luar pak ini saya akan pergi ke perusahaan”


“baiklah, cepat kemari karena kita masih harus mengurus masalah perusahaan.”


“baik pak, sekitar 25 menit lagi saya sampai ke perusahaan”


“oke”


Riko dengan segera melajukan mobilnya ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Riko termasuk salah satu karyawan penting dan sangat di butuhkan di perusahaan Kalandra. kalandra dan Edo sangat mempercayai Riko karena Riko termasuk orang yang jujur.

__ADS_1


__ADS_2