
Rindu tak akan musnah, layaknya senja.
Ia hanya bersembunyi untuk kembali keesokan harinya.
“Elsa?” ucap Key yang terkejut malihat Elsa di depan kamarnya.
“Kak,, em.. Elsa mau membicarakan sesuatu.” Ucap Elsa yang mulai merasa gugup.
“Kalian berdua masuklah.” Ajak Key.
Akhirnya dengan penuh keraguan, Elsa dan Audrey masuk ke dalam kamar Key dan Lana lalu duduk di sofa yang ada di sana.
“Elsa? Ini bukankah pacarnya Ken?” tanya Lana yang melihat kedatangan keduanya.
“Hai kak, aku Audrey salam kenal.” Ucap Audrey dengan menjulurkan tangannya.
“Hai salam kenal, panggil aku kak Lana ya anggap aku seperti kakak sendiri saja.” ucap Lana sambil membalas uluran tangan Audrey.
Lana menoleh ke arah Key dan Elsa yang sedang saling tatap penuh tanya, Lana yang mengerti situasi tersebut mencoba untuk membawa Audrey pergi dari kamarnya.
“Audrey, mau jalan-jalan ke luar bareng aku?” tanya Lana.
Audrey melirik ke arah Elsa dan Key sebentar lalu mengangguk mengiyakan ajakan Lana. Akhirnya Lana dan Audrey pergi keluar meninggalkan Key dan Elsa di kamarnya.
“Ada apa kamu kemari? Apa kamu masih mau menyalahkanku? Apa menurutmu ini adil? Mereka yang memperlakukanku berlebihan bukan aku yang memintanya, tapi kenapa kamu hanya menyalahkanku?” tanya Key.
“Kak Key, aku ke sini untuk meminta maaf.” Ucap Elsa dengan menundukkan kepalanya.
“Apa? Minta maaf untuk apa? Apa kamu melakukan kesalahan?” tanya Key.
“A,,aku sudah salah menilai kak Key, kak Ken, kak Rey dana bang Kenan. Aku tau kalau kalian semua ternyata sangat menyayangiku hikss..” ucap Elsa sambil menangis.
“Baguslah kalau kamu sudah tau kalau kami semua sangat menyayangimu walaupun sedikit terlambat.”
“Apa kak Key mau memaafkan aku?” tanya Elsa.
“Permintaan maaf terbaik adalah dengan cara mengubah sikap Elsa. Kalau mau mau meminta maaf, rubahlah sikapmu yang selalu berfikir kalau kamu adalah satu-satunya orang yang menderita. Kamu tidak tau kalau di luar sana banyak sekali orang yang ingin menjadi dirimu.” Jelas Key.
Elsa terdiam melihat kakaknya berbicara seperti itu kepadanya, ia tau kalau dirinya memang terlalu berlebihan dan sangat ingin di perhatikan oleh semua orang.
Tiba-tiba Elsa terkejut karena Key memeluknya dengan erat. Elsa tidak tau kenapa Key memeluk dirinya.
“Kak Key?” ucap Elsa.
__ADS_1
“Diamlah, aku hanya ingin memelukmu bukan berarti memaafkanmu, karena aku ingin melihat kamu berubah menjadi lebih dewasa dulu baru akan memaafkanmu mengerti?!” tegas Key lalu melepas pelukannya dan pergi meninggalkan Elsa sendiri di dalam kamarnya.
Di dalam kamar, Elsa tersenyum dengan air mata yang masih tersisa di wajahnya Elsa tau betul kalau Key sangat menyayanginya.
“*Aku berjanji akan menjadi lebih dewasa kedepannya kak Key*.” Gumam Elsa dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, suasana di meja makan sangat meriah karena ada banyak orang di rumah itu.
Sedangkan Key hanya diam karena gugup, dia sangat yakin bahwa dirinya akan di tanya tentang lamaran yang di ajukan oleh keluarga Bernard.
Kenan sedari tadi menatap Key yang berada tepat di hadapannya, Key yang mengetahui jika dirinya di lihat oleh abangnya itu hanya bisa mengalihkan pandangannya.
Namun Kenan tidak kehabisan akal, dia menendang kaki adiknya agar adiknya mau melihat ke arahnya.

“Aw!” rintih Key sambil menatap tajam ke arah abangnya.
“Abang kenapa sih!?” ketus Key.
“Kamu udah dapet jawaban belum? Semua orang pasti menunggu jawabanmu.” Ucap Kenan dengan nada sedikit berbisik.
“Kenapa aku harus bicara kalau tidak ada yang bertanya?” jawab Key.
“Ehem,, permisi semuanya maaf mengganggu pembicaraan om dan tante sekalian, saya di sini ingin memberi tau kalau adik saya Keyla Putri Kalandra akan memberikan jawaban mengenai lamaran yang sudah di ajukan kepadanya kemarin.” Ucap Kenan dengan lantang yang membuat Key membulatkan matanya.
“*Aish! Sudah ku duga pasti akan seperti ini, dasar abang macam apa dia tidak melindungi adiknya malah ingin adiknya cepat-cepat menikah dan pergi dari rumah*.” Gumam Key dengan perasaan kesal.
Sedangkan yang lain tersenyum lebar karena sangat antusias mendengar jaaban dari Key, terutama keluarga Bernard.
“Benarkah itu Key? Kamu sudah memiliki jawaban untuk lamaranku kemarin?” tanya Bernard yang duduk di sebelah Key.
“Aku,,” Key menghentikan ucapannya dan melihat semua orang yang ada di meja makan tersebut.
“Apa? Kenapa kamu berhenti?” tanya Kenan.
“Aku akan menerima lamaran itu dan menikah dengan om ber,, kak Bernard.” Ucap Key dengan lantang.
Bernard yang mendengar ucapan Key langsung berdiri dan memeluk Key di depan semua orang, Key yang mengetahui bahwa dirinya menjadi pusat perhatian segera mendorong Bernard dari tubuhnya.
“Om beruang ih apaan sih, malu di liat semua orang!” ketus Key.
“Kenapa malu? Sebentar lagi kita akan menikah juga kan.” Ucap Bernard dengan nada mengejek.
__ADS_1

“Hei kalian ini! aku dan Kenan dulu yang akan menikah baru kalian!” ketus Belinda.
“Akhirnya anak-anakku akan menikah..” ucap mama Bernard dengan antusias.
Mama Bernard berdiri dan menghampiri Key lalu memeluknya dengan erat, mama Bernard sangat senang karena dirinya akan mendapatkan menantu perempuan.
“Apa tidak sebaiknya kita mengadakan pesta untuk merayakan ini?” tanya papa Bernard.
“No pa,, aku ada acara pesta ulang tahun adik teman bisnisku dan aku akan mengajak Key bersamaku.” Ucap Bernard.
“Baiklah, kalau begitu kita adakan dua hari lagi bagaimana? Kalian semua masih lama kan di Jepang?” tanya papa Bernard kepada semuanya.
“Boleh! Kami akan memperpanjang cuti kami, kita bisa mengadakan perayaan dan menentukan hari pernikahan Belinda dan Kenan.” ucap papi Kalandra.
Semuanya sudah sepakat dengan keputusan papa Bernard dan papi Kalandra, setelah semuanya selesai akhirnya keluarga Kalandra berpamitan untuk pulang ke apartment mereka.
“Nyonya Sanjaya, bolehkah saya membawa Key untuk tinggal di apartment bersama kami?” tanya mami Khansa.
Mama Bernard tau betul kalau maminya pasti sangat merindukan Key sama seperti dirinya yang merindukan Belinda.
“Tentu saja, sebelum Key menikah dia adalah milik anda nyonya Kalandra. saya tidak mungkin melarang seorang ibu yang ingin tinggal dengan anaknya.” Ucap mama Bernard.
Akhirnya malam itu, Belinda pulang kembali ke rumah keluarganya, sedangkan Key dan Lana juga pergi ke apartment untuk tinggal dengan keluarganya masing-masing.
Belinda melihat wajah saudara kembarnya yang murung karena harus berjauhan dengan pujaan hatinya.
“Uluh-uluh,, segitunya banget sih yang sedih karena di tinggal pujaan hatinya.” Ledek Belinda kepada saudara kembarnya.
“Puas ngeledeknya puas?!” ketus Bernard lalu pergi meninggalkan Belinda.
“Jo, kamu juga harusnya segera cari pacar. Emang kamu mau nemenin Bernard dan Key bermesraan kemana-mana? Emang ga tekanan batin?” tanya Belinda sambil tertawa lalu langsung pergi meninggalkan Jonathan sendiri di sana.
Mama dan papa Bernard hanya menggelengkan kepalanya melihat putrinya mengejek asisten Bernard sekaligus sahabatnya itu.
“Kamu yang sabar ya Jo, ini cobaan namanya.” Ucap papa Bernard sambil menepuk pundak Jonathan lalu pergi meninggalkan Jonathan.
“Jo, apa kamu mau tante kenalkan dengan anak teman tante?” tanya mama Bernard.
“Tidak usah tante, Jo akan mencari wanita yang Jo sukai sendiri.” Ucap Jonathan dengan senyum yang di paksakan.
Setelah melihat mama Bernard pergi, Jonathan bernafas lega karena dirinya tidak ingin menjadi seperti Bernard yang setiap hari harus mengikuti kencang dengan wanita yang tidak di kenalinya.
__ADS_1