
Di tengah-tengah perbincangan mereka tiba-tiba saja Kenan datang dan membuat suasana menjadi sedikit menegangkan.
"Abang? Kenapa abang kemari? Ada sesuatu?" Tanya Key yang terkejut dengan kehadiran kakaknya.
"Els, Rey, kalian berdua sedang apa ke rumah sakit tadi?!" Tanya Kenan.
Deg! Elsa dan Rey terkejut mendengar ucapan Kenan, mereka bingung kenapa Kenan bisa mengetahui keberadaan mereka di rumah sakit.
"Maksud abang apa? Mereka ke rumah sakit? Kenapa mereka ke rumah sakit?" Tanya Key yang tidak tau apa-apa.
"Kamu kenapa nanya abang? Abang juga ga tau lah kenapa mereka berdua ke rumah sakit!" ucap Kenan.
"Abang mungkin salah lihat, lagian abang bilang ke Rey kalau abang tidak pergi ke rumah sakit hari ini." ucap Rey.
"Abang memang tidak bekerja hari ini, tapi abang pergi ke rumah sakit untuk mengambil berkas-berkas pasien." jelas Kenan.
Flashback
"Sayang, aku pergi ke rumah sakit dulu ya sebentar." ucap Kenan kepada Belinda.
"Loh katanya kamu libur hari ini Kenan, lalu kenapa kamu ke rumah sakit?" Tanya Belinda.
"Aku harus memeriksa berkas-berkas pasienku, jadi malam ini aku harus ke rumah sakit sayang."
"Hmm, kalau begitu ajak Alya bersamamu dia pasti bosan tidak pernah jalan-jalan Kenan." ucap Belinda.
"Hem,, bilang aja kamu ga percaya kalau aku ke rumah sakit makanya nyuruh Alya jadi mata-mata kan?" ucap Kenan.
Belinda hanya diam saja mendengar ucapan suaminya, sedangkan Kenan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Kenan langsung menghampiri Alya di kamarnya dan mengajaknya pergi ke rumah sakit sesuai perintah istrinya.
"Alya sayang, ikut daddy ke rumah sakit yuk." ajak Kenan.
"Ngapain dad? Daddy sakit ya? Di mana yang sakit daddy? Alya obati!" ucap Alya dengan raut wajah yang panik.
"Tidak sayang, daddy ga sakit kok.. Daddy cuma mau meriksa data pasien."
"Oh,, kalau begitu baiklah Alya ikut daddy."
Setibanya di rumah sakit, Alya tidak sengaja melihat Elsa dan Rey sedang berada di sana.
"Dad! Aunty Elsa dan uncle Rey disana!" teriak Alya membuat Kenan melihat ke arah yang di tunjuk Alya.
__ADS_1
"Elsa dan Rey? Sedang apa mereka di sini malam-malam begini di rumah sakit?" batin Kenan.
Kenan melihat dokter kandungan sedang berbicara dengan Elsa dan Rey, Kenan langsung berfikir macam-macam kepada mereka berdua.
Kebetulan Kenan sudah mengambil data-data pasiennya, dia segera mengikuti kemana Elsa dan Rey pergi.
"Dad, kita mau kemana?" Tanya Alya.
"Tenang ya sayang, daddy mau mengikuti aunty dan uncle kamu." jawab Kenan.
Sesampainya di rumah Key, Kenan mengajak Alya untuk turun, dia menyuruh Alya menunggunya di ruang tamu, sedangkan Kenan masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Elsa dan Rey.
Flashback End
"Dokter kandungan!? Apa maksudnya Els, Rey?" Tanya Key.
"Kak Key, abang,, aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian." ucap Elsa.
"Tidak Elsa, biarkan aku saja yang menjelaskannya." cegah Rey.
"Tidak kak! Kamu terlibat dalam masalah ini karena aku."
"Diam! Kalian berdua kenapa saling melindungi begini!? Jangan-jangan kalian berdua!" teriak Key.
"Terus kenapa!? Kenapa kalian saling melindungi satu sama lain!"
"Aku memeriksa keperawananku!" teriak Elsa di tengah-tengah keributan itu.
Semua orang terdiam saat mendengar ucapan Elsa, mereka semua melihat ke arah Elsa secara bersamaan.
"Els!" ucap Rey.
"Wow maksudnya Elsa!? Jelaskan padaku apa maksud dari ucapanmu!" teriak Kenan.
"Hikss,, abang tolong jangan membentak Elsa,, Elsa akan menjelaskan semuanya hikss." Elsa mulai menangis setelah di bentak oleh abang yang selalu menyayanginya itu.
"Abang jangan membentaknya!" teriak Rey.
Kenan langsung menatap tajam ke arah Rey dan mencengkram kerah bajunya.
"Jangan-jangan kamu yang membuat Elsa tidak perawan lagi!" ketus Kenan dengan penuh amarah.
"Apa!? Tidak bang!"
__ADS_1
"Keluarga kita tidak pernah mengajari anak-anaknya untuk menjadi bajingan!" teriak Kenan.
"Hikss,, Bukan kak Rey abang! Selama ini aku dan Sandy memiliki hubungan yang tidak sehat! Setiap hari dia selalu memukuliku kalau aku tidak mematuhinya! Dia membuatku tidak sadarkan diri dan memotoku seolah-olah aku dan dia sudah pernah melakukan hubungan terlarang! Hikss.." Elsa mulai menjelaskan sambil menangis.
Elsa merasa bersalah dengan Rey yang di tuduh oleh abangnya padahal dia sama sekali tidak bersalah.
"Kak Rey membantuku, dia membantuku mendapatkan visum dan dia membantuku untuk membuatku terbebas dari Sandy! Dia memaksaku untuk memeriksa keperawananku dan membuktikan kalau aku masih suci!" lanjut Elsa.
Kenan dan Key yang mendengarnya hanya bisa terkejut tidak percaya, mereka berdua tidak percaya kalau Elsa menerima begitu banyak penderitaan selama ini.
"SIALAN!!" Teriak Kenan hingga membuat Alya yang berada di ruang tamu masuk ke dalam.
"Hikss,, hikss daddy kenapa marah-marah? Hikss..." ucap Alya sambil menangis.
"Alya? Sayang, jangan menangis daddy tidak marah sayang.. maaf yaa daddy sudah membuatmu ketakutan.." Kenan mendekati anaknya dan memeluknya dengan erat.
"Alya? Abang membawa Alya kemari? Kenapa tidak bilang?" Tanya Key.
"Key tolong bawa Alya ke kamarmu ya, jelaskan padanya baik-baik kalau aku tidak marah." pinta Kenan kepada Key.
Sebenarnya Key merasa sangat penasaran tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Alya melihat semuanya.
"Baiklah bang, Key akan membawa Alya ke atas." ucap Key dengan pasrah.
Setelah memastikan anaknya sudah tidak bisa mendengar mereka lagi, Kenan kembali menatap tajam ke arah Elsa dan Rey.
Akhirnya Elsa menceritakan semuanya, dia juga bilang kalau dia sudah beberapa hari tinggal di apartment Rey.
"Jadi laki-laki itu ternyata brengsek?! Apa papa dan mama tau tentang hal ini!?" Tanya Kenan.
"Kalau mereka tau, mungkin abang hanya akan mendengar nama Sandy sudah berada di batu nisan bang! Apa lagi kalau papi Andra tau." ucap Elsa.
"Serahkan semuanya kepada abang, selama itu tetaplah tinggal di tempat aman, lebih baik di apartment Rey saja karena papa dan mama tidak akan percaya kalau Sandy berani melakukan hal itu." ucap Kenan.
"Kita sudah besar, jangan sampai membuat orang tua kita masuk ke dalam masalah yang di buat oleh kita sendiri! Ingat, jangan kemana-mana kalau tidak ada yang menemani!"
"Iya abang benar, aku juga sudah mengumpulkan berkas-berkas untuk menuntutnya." ucap Rey.
"Bagus kalau begitu, aku juga akan mengumpulkan bukti-bukti kebusukannya di perusahaan dan yang lain, tapi sebelum memasukkannya ke dalam penjara, kita harus bermain-main dulu dengannya." ucap Kenan dengan senyum sinisnya.
"Yaampun balasan untuk kak Sandy ternyata akan separah ini ya... Abang sama papi Andra kan sebelas dua belas kejamnya!" batin Elsa di dalam hatinya sambil menelan salvilanya.
***
__ADS_1