MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
LILA & RIKO


__ADS_3

Cinta bukan sekedar bagaimana kamu memiliki Cintanya, namun bagaimana kamu menjaga serta memelihara Cintanya.




Setelah acara pernikahan, Lila dan Riko segera menuju bandara untuk pergi berbulan madu. Mereka sangat berterimakasih kepada Kalandra karena sudah memberikah hadiah bulan madu yang sangat istimewa.



Setelah acara selesai, Lila dan Riko langsung dijemput oleh orang suruhan Kalandra untuk menuju ke bandara dan menaiki private jet milik Kalandra. Itu adalah kali pertama mereka pergi keluar negeri menggunakan private jet.



“kita beruntung banget ya bisa menerima hadiah semahal ini ko.” ucap Lila kepada Riko yang sekarang sudah menjadi suaminya.



“iya sayang, kalau bukan karena Khansa juga kita tidak akan bisa menikmati bulan madu seperti ini.”



“iya kamu benar, aku akan berterimakasih lagi kepadanya.” Lila segera mengambil hpnya dan mengirimkan sms kepada Khansa.



**Isi pesan**



“Dear sahabatku tersayang,, aku sangat-sangat berterimakasih karena kebaikan kamu dan suamimu, aku dan Riko bisa menikmati bulan madu seindah dan seistimewa ini. aku sekarang sudah berada di private jet milik suamimu dan menikmati fasilitas yang ada di sini, aku beruntung memilikimu sebagai sahabatku, kamu adalah sahabat, kakak, dan ibu untukku.


Kamu selalu memarahiku jika aku melakukan hal yang salah, kamu selalu mengingatkanku untuk melakukan kebaikan, kamu selalu menjaga dan membantuku disaat aku sedang berada dalam masalah, apa kamu ingat saat aku selalu di jahili oleh siswa laki-laki disekolah? Apa kamu ingat saat siswa perempuan selalu mengunciku di kamar mandi karena mereka kira aku menggoda siswa laki-laki disekolah? Kamu yang selalu membantuku, kamu selalu ada saat aku membutuhkanmu, kamu selalu membelaku. Apa kamu tau sa? Kamu adalah malaikat tanpa sayap, kamu tidak pernah mengeluh saat harus banting tulang untuk mencari biaya pengobatan adikmu, kamu juga tidak pernah mengeluh karena tidak bisa menggapai cita-citamu. Aku percaya kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah, aku menyayangimu sa, sangat menyayangimu. Terimakasih karena telah menjadi sahabatku.”



Lila mengetik tulisan yang sangat panjang hingga meneteskan air mata karena mengingat bagaimana perjuangan Khansa selama ini mencari biaya rumah sakit untuk adiknya hingga sekarang Khansa sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri.



“*apa aku menulis terlalu panjang? Apa ini tidak terlalu berlebihan? Apa dia akan mengejekku*?” batin Lila.



Riko yang melihat istrinya mengetik dan meneteskan air mata itu sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.



“kamu ngetik apa sih sampe nangis gitu?” tanya Riko sambil menarik hp yang sedang di pegang oleh Lila, dan tidak sengaja tangan Lila menekan tombol kirim.



“astaga! Rikoo.. gara-gara kamu kan jadi ke kirim, gimana dong? Aku malu banget, pasti nanti Khansa ngetawain aku” Lila panik karena pesan yang menurutnya terlalu berlebihan itu benar-benar terkirim kepada sahabatnya.



“emang kamu ngetik apaan sih?” Riko yang penasaran dengan isi pesan itu langsung membacanya dan menahan tawanya karena ia tidak pernah tau jika istrinya itu bisa mengungkapkan perasaan tulusnya dengan kata-kata yang manis.



“kenapa muka kamu kayak gitu?” selidik Lila yang melihat perubahan istrinya.


Riko yang takut membuat istrinya kecewa itu hanya menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah Lila.



“sayang, aku menyukaimu karena kejujuran dan ketulusanmu. Aku beruntung memilikimu, dan aku yakin jika Khansa juga sangat menyayangimu, tidak perlu malu untuk mengungkapkan ketulusanmu kepada seseorang yang berharga untukmu” ucap Riko dengan kata-kata manisnya.



“a,, apaan sih, kamu jadi bikin aku merinding gini” ucap Lila sambil memeluk dirinya sendiri.



“loh emang aku hantu apa bikin merinding?”


__ADS_1


“mmm, mungkin? Hahaha”



“lila?,,” ucap Riko dengan tiba-tiba.



“ada apa? Kok jadi serius gitu?”



“apa kamu bisa tidak memanggilku dengan namaku lagi? Aku adalah suamimu sekarang” ucap Riko penuh dengan keseriusan.



“tapi sejak pacaran aku sudah terbiasa memanggilmu dengan namamu.”



“aku tau, maka dari itu aku mau kamu merubah nama panggilan itu.”



“terus kamu mau aku panggil apa? Honey? Sayang? Beb?”



“gimana kalo ‘yang’?”



“ha? yang? Yang aus yang aus, yang sayang anak sayang anak. Hahahaha” canda Lila



“apaansih, aku serius tau… kamu malah jadi jualan gini sih?” Riko kesal karena Lila tidak serius menanggapi permintaannya.




“ah terserah deh, kamu emang gapernah serius” Riko yang kesal hanya diam melihat ke luar jendela dan melihat pemandangan dari atas.



“jangan marah dong sayang, aku kan bercanda. Iya aku ganti panggilannya kok aku ga akan panggil kamu dengan namamu lagi.”



“janji?”Riko membalikkan badannya dan mengeluarkan jari krlingkingnya kepada Lila, Lila tersenyum dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking suaminya.



“oh iya, kita tuh sebenernya mau kemana sih?” tanya Lila yang sebenarnya tidak mengetahui tujuan mereka.



“emm,, sebenarnya aku juga ga tau kita mau kemana.”



“astaga.. kalau kita diculik bagaimana? Bagaimana ini? aku harus menelfon Khansa.” Lila panik.



“apaan sih sayang, gamungkin lah mereka nyulik kita, emang apa yang kita punya buat jaminan? Yang ada penculiknya rugi nyulik kamu.”



“lah kok bisa rugi?”



“ya soalnya makan kamu banyak hahaha” canda Riko.


__ADS_1


“enak aja, gini-gini aku itu banyak yang suka tau.” Jawab Lila kesal



“iya buktinya aku suka kamu, yakan?”



“baguslah kalau sadar.” Ucap Lila dengan mengibas rambut panjangnya.



Setelah beberapa jam berada di udara, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.



“ini Hawaii sayang..” ucap Lila yang histeris melihat tulisan ‘WELCOME IN HAWAII’



“astaga sayang tolong jangan teriak-teriak, ini negara orang. Yang ada nanti kita ditangkep gara-gara dikira orang gila.” Bisik Riko yang malu karena semua orang yang berada disana melihat ke arah mereka.



Lila hanya melirik tajam ke arah Riko dan pergi begitu saja tanpa membawa kopernya.



“sayang kopernya bawa dong, masa aku disuruh bawa 2 koper?” ucap Riko dengan sedikit berteriak karena Lila sudah berada jauh darinya.


Sedangkan Lila hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh kea rah Riko.



“astaga,, kenapa aku memiliki istri yang sifatnya seperti dia?” gumam Riko sambil menarik 2 koper sekaligus. Riko berusaha untuk mengejar Lila karena takut jika Lila tersesat.



“kamu tuh kalo jalan gabisa pelan apa? Emang kamu tau jalannya?” tanya Riko yang sudah berada di belakang Lila, Lila yang mendengarnya lalu berhenti dan melihat ke arah suaminya.



“aku gatau, makanya aku pelan-pelan tadi.” ucap Lila sambil memanyunkan bibirnya.


Riko yang melihat istrinya cemberut itu hanya tersenyum dan mengusap lembut pucuk rambut istrinya.



“aku tadi sudah di telfon pak Edo, katanya aka nada yang menjemput kita di sini dan mengantar kita sampai tempat penginapan.”



“tapi aku sudah lapar. Cacing-cacing di perutku udah nyanyi-nyanyi di dalam sini.” Ucap Lila sambil menunjuk ke arah perutnya.



“sabar ya cacing di perut Lila, setelah ini kita akan makan yang banyak.” Riko membungkuk dan berbicara kepada perut Lila, sedangkan Lila tertawa geli melihat suaminya yang sedang berbicara dengan cacing di perutnya.



Tak lama kemudian, orang yang disuruh untuk mengantar mereka menghampiri mereka dan membantu mengangkat barang yang mereka bawa ke mobil. Mereka melakukan perjalanan sekitar 35 menit dari bandara menuju tempat penginapan, mereka sangat kagum melihat keindahan yang bisa mereka lihat dari dalam kamar mereka.



“astaga ini indah sekali..” ucap Lila



“iya sayang, sangat indah seperti kamu.” Riko terus menatap wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu.



“apa liat-liat? Kode ya mau malam pertama?” ceplos Lila yang membuat Riko tersipu malu.



“*astaga istriku memang tidak punya malu sama sekali berbicara seperti itu*” batin Riko sambil menepuk dahinya.

__ADS_1


__ADS_2